IPD – 30 Maret 2026 | Geely EX2 semakin menegaskan posisinya sebagai kendaraan listrik yang dapat diandalkan untuk penggunaan harian di dalam kota, terutama setelah melewati masa mudik Lebaran 2026 yang menuntut daya tahan ekstra. Pada acara penyerahan resmi di Taman Mini Indonesia Indah, Geely Indonesia menampilkan EX2 bersama model EX5 dan Starray EM‑i, sekaligus memperkenalkan panduan pengecekan pasca mudik yang dirancang khusus untuk menjaga performa baterai dan sistem pengereman.
Menurut Constantinus Herlijoso, Sales and Channel Director Geely Auto Indonesia, perjalanan jauh selama mudik menambah beban kerja pada komponen vital mobil listrik. “Setelah menempuh rute panjang dengan kondisi lalu lintas yang beragam, sistem baterai dan pengereman memerlukan perhatian ekstra. Kami menyediakan program free general check‑up agar konsumen dapat kembali beraktivitas dengan tenang,” ujarnya pada 30 Maret 2026.
Geely EX2 menawarkan jarak tempuh hingga 395 km per pengisian penuh, cocok untuk mobilitas di perkotaan yang padat. Keunggulannya tidak hanya terletak pada jangkauan, tetapi juga pada kenyamanan pengisian cepat: dari 30% hingga 80% hanya memerlukan 20 menit dengan teknologi fast charging. Fitur ini memberi kemudahan bagi pengguna yang harus kembali ke rutinitas harian setelah pulang kampung.
Berikut lima langkah praktis yang direkomendasikan Geely untuk pemilik EX2 setelah mudik:
- Kembalikan pola pengisian baterai ke kondisi normal harian, hindari pengisian terus‑menerus hingga 100% bila tidak diperlukan.
- Periksa respons akselerasi dan handling; perubahan rasa berat atau getaran dapat menandakan masalah pada suspensi atau motor listrik.
- Sesuaikan tekanan ban sesuai beban kendaraan; beban ekstra selama mudik dapat menurunkan tekanan ban dan mempengaruhi efisiensi energi.
- Uji sistem pengereman dan fitur keselamatan lainnya, pastikan pedal terasa responsif dan tidak ada suara aneh.
- Bersihkan kabin dan pastikan sistem AC berfungsi optimal untuk menjaga kualitas udara, terutama di kota dengan polusi tinggi.
Langkah-langkah tersebut tidak memerlukan kunjungan ke bengkel kecuali ada indikasi kerusakan serius. Namun, Geely tetap menyarankan pemeriksaan rutin di layanan resmi untuk memastikan semua sistem beroperasi pada standar pabrikan.
Dalam konteks persaingan pasar EV di Indonesia, Geely EX2 bersaing dengan model lain seperti BYD Seagull yang baru‑baru ini mengusung jarak tempuh sampai 505 km berkat Blade Battery generasi terbaru. Meskipun Seagull menawarkan jangkauan lebih jauh, EX2 menonjolkan kepraktisan desain kota, dimensi kompak, dan biaya kepemilikan yang lebih rendah. Kedua mobil ini menegaskan tren peningkatan adopsi kendaraan listrik, terutama menjelang Lebaran ketika mobil pribadi tetap menjadi pilihan utama meski terdapat proyeksi lebih dari 140 juta orang melakukan mudik.
Selain EX2, Geely EX5 sebagai SUV listrik mampu menempuh 495 km, dan Starray EM‑i menawarkan kombinasi hybrid‑electric dengan total jarak lebih dari 1.000 km. Keberagaman portofolio ini menandakan strategi Geely untuk melayani segmen mulai dari city car hingga SUV, sekaligus menyediakan solusi bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi energi dan kenyamanan dalam perjalanan jauh.
Pentingnya pemeliharaan pasca mudik tidak hanya berlaku untuk Geely. Praktik serupa dapat diadaptasi oleh pemilik motor listrik, seperti Viar NX atau Greentech Unity, yang juga mengalami tekanan ekstra selama musim libur panjang. Namun, mobil listrik dengan kapasitas baterai lebih besar seperti EX2 memiliki keunggulan dalam menahan fluktuasi suhu dan beban berat, sehingga lebih tahan lama bila dirawat sesuai panduan.
Kesimpulannya, Geely EX2 terbukti menjadi pilihan yang andal untuk penggunaan dalam kota setelah melewati tantangan mudik Lebaran 2026. Dengan jarak tempuh yang memadai, proses pengisian cepat, serta panduan pengecekan pasca perjalanan yang komprehensif, EX2 menawarkan kombinasi kenyamanan, keamanan, dan efisiensi yang sulit ditandingi. Bagi konsumen yang mengutamakan mobilitas perkotaan dengan kepedulian terhadap lingkungan, EX2 layak dipertimbangkan sebagai investasi jangka panjang yang dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan harian serta perjalanan jauh sesekali.
