Fabiola Elizabeth Agnes: Dari Bule Cantik Hingga Tersangka Love Scam

IPD – 03 Juni 2026 | Fabiola Elizabeth Agnes, seorang perempuan berdarah Jerman-Indonesia, telah menjadi perhatian publik setelah namanya dikaitkan dengan kasus love scam internasional. Ia diduga terlibat dalam sindikat penipuan yang menipu ratusan korban asing dengan kerugian mencapai Rp41,1 miliar.

Fabiola, yang lebih dikenal sebagai mantan istri Reza Anugrah dari grup SM*SH, telah lama menetap di Indonesia. Ia memiliki karier sebagai model dan YouTuber, serta pernah menempuh pendidikan Sastra Inggris di Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

Perjalanan hidup Fabiola penuh dengan lika-liku, mulai dari urusan rumah tangganya yang memanas hingga kini harus berhadapan dengan hukum. Ia pernah menikah dengan Reza Anugrah pada tahun 2018, namun hubungan mereka berakhir dengan perceraian yang sempat ramai di media sosial pada 2020.

Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih, mengungkapkan bahwa Fabiola merupakan salah satu dari 38 tersangka yang diamankan dalam kasus love scam internasional. Ia berperan sebagai model yang melayani video call dengan para korban, dengan tugas meyakinkan korban agar berinvestasi di platform trading crypto bodong.

Meja rias Fabiola turut menjadi barang bukti dalam kasus ini, menunjukkan bahwa ia memiliki ruang sendiri untuk merias diri sebelum melakukan video call dengan korban. Polisi juga mengungkapkan bahwa Fabiola telah menjadi model dari awal kasus penipuan itu bermula, sehingga ia termasuk dalam komplotan penipu tersebut.

Kasus love scam internasional yang menyeret nama Fabiola Elizabeth Agnes ini telah menarik perhatian publik, tidak hanya karena melibatkan puluhan tersangka, tetapi juga karena skala operasinya yang disebut menyasar korban dari luar negeri. Nilai keuntungan yang diduga diperoleh para pelaku pun mencapai puluhan miliar rupiah, sehingga menjadikannya salah satu pengungkapan kasus penipuan online yang cukup besar dalam beberapa waktu terakhir.

Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa kita harus selalu waspada dan berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang lain, terutama dalam dunia online. Jangan mudah percaya pada rayuan atau janji yang terlalu baik untuk dipercaya, karena itu bisa menjadi awal dari penipuan yang lebih besar.

Leave a Comment