IPD – 17 April 2026 | Pasangan mata uang Euro-Dolar Amerika (EUR/USD) meluncur ke level sekitar 1,1770 pada Kamis, menandai penurunan 0,24% dan menghentikan rangkaian delapan hari berturut-turut kenaikan. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan rebound moderat dolar AS, yang dipicu oleh perbaikan sentimen risiko global dan data ekonomi Amerika yang beragam.
Data inflasi zona Euro yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan kenaikan tahunan menjadi 2,6% pada bulan Maret, level tertinggi sejak Juli 2024. Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi (HICP) mencatat pertumbuhan bulanan 1,3%, melampaui perkiraan 1,2% dan naik tajam dari 0,6% pada Februari. Sementara inflasi inti, yang mengecualikan energi, makanan, alkohol, dan tembakau, sedikit melambat menjadi 2,3% YoY.
Kenaikan inflasi utama dipicu oleh harga energi yang terus menekan biaya hidup di wilayah tersebut. Kondisi ini dapat memaksa Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mengadopsi nada yang lebih hawkish pada pertemuan kebijakan moneter berikutnya yang dijadwalkan pada 29-30 April. Namun, ECB tetap berhati-hati. Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan pentingnya fleksibilitas dalam kebijakan suku bunga dan menolak adanya bias kuat menuju pengetatan lebih lanjut. Gubernur Bank Prancis François Villeroy de Galhau menambahkan bahwa terlalu dini untuk memusatkan perhatian pada kenaikan suku bunga pada pertemuan April, mengingat kebutuhan data yang lebih lengkap.
Investor pasar keuangan terus memantau kemungkinan siklus pengetatan secara bertahap. Menurut data Reuters, hampir seluruh ekspektasi pasar sudah menghitung kenaikan suku bunga pertama sebesar 25 basis poin pada bulan Juni, dengan potensi kenaikan lanjutan di akhir tahun.
Di Amerika Serikat, indeks Dolar AS (DXY) berada di sekitar 98,25 setelah menembus level terendah intraday 97,83, mendekati titik terendah enam minggu terakhir. Rebound dolar ini dipicu oleh data ekonomi campuran: klaim tunjangan pengangguran awal turun menjadi 207 ribu, di bawah perkiraan 215 ribu, sementara produksi industri melemah 0,5% MoM pada Maret, menentang proyeksi kenaikan 0,1%. Di sisi lain, indeks Survei Manufaktur The Fed Philadelphia naik menjadi 26,7 pada April, menandakan perbaikan aktivitas manufaktur regional.
Pasar kini menanti pidato penting dari pejabat ECB, termasuk Ketua ECB Joachim Nagel dan Deputi Gubernur Philip Lane, yang diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter zona Euro ke depan.
Berikut ini ringkasan perubahan persentase harian utama mata uang terhadap satu sama lain, yang mencerminkan dinamika nilai tukar terkini:
| Mata Uang | USD | EUR | GBP | JPY | CAD | AUD | NZD | CHF |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| USD | – | 0.19% | 0.25% | 0.14% | -0.18% | 0.05% | 0.38% | 0.27% |
| EUR | -0.19% | – | 0.05% | -0.04% | -0.37% | -0.14% | 0.16% | 0.08% |
| GBP | -0.25% | -0.05% | – | -0.06% | -0.44% | -0.21% | 0.11% | 0.02% |
| JPY | -0.14% | 0.04% | 0.06% | – | -0.34% | -0.09% | 0.17% | 0.12% |
| CAD | 0.18% | 0.37% | 0.44% | 0.34% | – | 0.24% | 0.54% | 0.46% |
| AUD | -0.05% | 0.14% | 0.21% | 0.09% | -0.24% | – | 0.30% | 0.23% |
| NZD | -0.38% | -0.16% | -0.11% | -0.17% | -0.54% | -0.30% | – | -0.08% |
| CHF | -0.27% | -0.08% | -0.02% | -0.12% | -0.46% | -0.23% | 0.08% | – |
Secara keseluruhan, pergerakan EUR/USD mencerminkan tekanan inflasi yang kembali menguat di zona Euro, sementara dolar AS mendapat dorongan dari data ekonomi AS yang beragam serta sentimen risiko yang tetap positif. Kedua mata uang utama ini berada pada persimpangan kebijakan moneter yang berbeda, dengan ECB menimbang langkah lebih hawkish dan Federal Reserve menunggu data lebih kuat untuk menjustifikasi pengetatan lebih lanjut. Investor sebaiknya terus memantau perkembangan inflasi, pernyataan pejabat bank sentral, serta data ekonomi utama di kedua wilayah untuk menilai arah pergerakan nilai tukar selanjutnya.
