IPD – 09 April 2026 | Pasangan mata uang euro terhadap pound sterling (EUR/GBP) menunjukkan kenaikan moderat pada sesi perdagangan Eropa Kamis, menguat menjadi sekitar 0,8710. Penguatan ini terjadi meski data produksi industri Jerman yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan kontraksi tak terduga, menimbulkan pertanyaan tentang arah pergerakan selanjutnya.
Data resmi Destatis mengungkapkan bahwa produksi industri Jerman menurun 0,3% secara bulanan pada bulan Februari, menurun dari angka stagnan 0% pada Januari (yang sebelumnya direvisi dari -0,5%). Secara tahunan, produksi industri tetap pada level 0% pada Februari, setelah penurunan 0,9% pada Januari. Angka penurunan ini jauh di bawah perkiraan pasar yang mengharapkan pertumbuhan sebesar 0,9%.
Meski indikator manufaktur Jerman melemah, euro tetap berada di posisi yang relatif kuat. Kebijakan moneter European Central Bank (ECB) menjadi faktor penopang utama. Dalam pernyataan terbaru, ECB menampilkan nada hawkish dengan sinyal kemungkinan pengetatan lebih lanjut bila tekanan inflasi tetap tinggi. Pasar kini telah menghitung dua kenaikan suku bunga ECB yang sudah terjadi dan menilai peluang lebih dari 50% untuk kenaikan ketiga pada Desember, menurut data Reuters.
Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) mengalami penurunan. Pedagang menurunkan taruhan pada kebijakan moneter yang agresif setelah munculnya berita gencatan senjata sementara di wilayah konflik tertentu. Gubernur BoE, Andrew Bailey, memperingatkan bahwa pasar mungkin “terlalu cepat” dalam memperhitungkan beberapa kali kenaikan suku bunga, menekankan bahwa kebijakan menahan suku bunga pada tingkat saat ini masih menjadi pilihan yang tepat.
Pengaruh perbedaan kebijakan moneter ini tercermin dalam pergerakan pasangan EUR/GBP. Dengan ECB menunjukkan kemungkinan pengetatan lebih lanjut, euro memperoleh dukungan relatif terhadap pound sterling, yang kini dipengaruhi oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan BoE. Sentimen ini memperkuat euro meski data fundamental Jerman tidak mendukung.
Para analis pasar menyoroti bahwa data inflasi berikutnya, yaitu Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi (HICP) Jerman, akan menjadi katalis penting pada hari Jumat. Jika inflasi tetap di atas target 2% ECB, tekanan untuk melanjutkan pengetatan moneter akan semakin kuat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan nilai euro lebih lanjut. Sebaliknya, data inflasi yang lebih lemah dapat menurunkan ekspektasi pengetatan dan memberi ruang bagi pound sterling untuk kembali menguat.
Secara teknikal, level 0,8700 menjadi zona support yang kuat bagi euro. Pada sesi pagi, pasangan EUR/GBP berhasil menembus zona tersebut dan beristirahat di sekitar 0,8710, menunjukkan adanya tekanan beli yang masih berada dalam batas wajar. Volume perdagangan yang meningkat pada level ini mengindikasikan minat pasar yang signifikan untuk menahan posisi bullish, meski data fundamental belum sepenuhnya mendukung.
Investor yang menilai risiko geopolitik dan kebijakan moneter harus memperhatikan beberapa faktor kunci ke depan:
- Data HICP Jerman yang dijadwalkan pada hari Jumat, yang dapat mengubah ekspektasi inflasi dan kebijakan ECB.
- Perkembangan lebih lanjut terkait kebijakan BoE, khususnya setelah pernyataan Gubernur Bailey mengenai kecepatan penyesuaian pasar.
- Kondisi ekonomi global, termasuk dinamika perdagangan antara Uni Eropa dan Inggris, yang dapat mempengaruhi arus modal lintas mata uang.
Secara keseluruhan, meskipun produksi industri Jerman menunjukkan penurunan yang tidak terduga, euro berhasil mempertahankan momentum penguatannya terhadap pound sterling. Keputusan kebijakan ECB yang tetap hawkish dan penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga BoE menjadi pendorong utama pergerakan ini. Pasar kini menantikan data inflasi Jerman untuk mengkonfirmasi apakah euro dapat melanjutkan tren kenaikannya atau menghadapi tekanan koreksi.
