IPD – 20 April 2026 | Penyerang berusia 19 tahun asal Brasil, Endrick, kembali mencuri perhatian publik sepak bola internasional setelah mencetak gol sekaligus memberikan assist dalam laga menegangkan melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Ligue 1 pada 19 April 2026. Pada menit keenam, ia menembus pertahanan PSG dan melepaskan tembakan silang yang langsung berujung gol, memecah kebuntuan. Tak lama setelah itu, Endrick mengirimkan umpan panjang yang akurat kepada rekan setimnya, Afonso Moreira, yang melesat dari lini tengah dan menambah angka menjadi 2-0. Penampilan gemilang itu menjadikan statistiknya di Lyon tercatat tujuh gol dan enam assist dalam 17 pertandingan.
Keberhasilan Endrick di Lyon tidak lepas dari latar belakangnya yang unik. Pemain muda tersebut merupakan hasil pinjaman dari Real Madrid, klub raksasa Spanyol yang sebelumnya menandatangani kontrak profesionalnya. Meskipun masih terikat pada Real Madrid, Endrick kini menjalani fase pembelajaran intensif di Prancis, memperbaiki konsistensi permainannya di bawah asuhan manajer Paulo Fonseca. Fonseca sempat mengkritik secara terbuka performa Endrick pada awal musim, menyatakan ketidakpuasannya dan menuntut pemain muda berbakat tersebut untuk menunjukkan kepemimpinan di lapangan. Pendekatan “tough love” tersebut tampaknya membuahkan hasil, terbukti dari kontribusi langsungnya dalam meraih tiga poin melawan PSG, tim yang biasanya mendominasi klasemen.
Selain prestasinya di kompetisi domestik, Endrick juga menambah nilai jualnya di kancah internasional. Dalam laga persahabatan terakhir timnas Brasil melawan Kroasia, ia masuk dari bangku cadangan, memenangi penalti, dan memberikan assist yang membantu Brasil mengamankan kemenangan 3-1. Penampilannya menarik pujian dari pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, yang menilai pemain muda tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam skuad Brasil pada Piala Dunia mendatang. Namun, persaingan di lini depan Brasil cukup ketat, dengan kehadiran pemain berpengalaman seperti Neymar, Richarlison, dan Gabriel Jesus.
Di luar lapangan, Endrick tak menyembunyikan kecintaannya pada Manchester United. Dalam sebuah wawancara dengan FourFourTwo, ia mengungkapkan bahwa ia tumbuh menonton Cristiano Ronaldo beraksi di Old Trafford, serta menelusuri perjalanan sang legenda melalui Manchester United, Real Madrid, Juventus, hingga Al-Nassr. “Di situlah Cristiano Ronaldo bermain! Saya tumbuh besar menontonnya di sana, dan saya sangat menyukai Manchester United,” ujar Endrick dengan mata berbinar. Pengakuan ini menambah spekulasi di kalangan penggemar Inggris, mengingat beberapa klub Premier League memang menunjukkan minat pada pemain berbakat tersebut sejak Januari lalu.
Endrick mengonfirmasi adanya tawaran dari beberapa klub Liga Inggris, Italia, dan Jerman. Namun, ia menegaskan keputusan kariernya tidak semata-mata didasarkan pada pertimbangan finansial atau popularitas. “Saya memiliki Tuhan dalam hidup saya. Ketika nama Lyon muncul, saya dan istri saya merasakan sentuhan Tuhan,” katanya sambil tertawa. Pernyataan ini menegaskan bahwa keputusan untuk tetap berkarier di Lyon merupakan pilihan yang didasari keyakinan pribadi, sekaligus menyiapkan landasan bagi kemungkinan kepindahan ke Premier League di masa depan.
Meski masa depannya secara resmi masih berada di bawah naungan Real Madrid, rumor tentang pemulangan Endrick ke klub asalnya tak dapat diabaikan. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Real Madrid tengah mempertimbangkan untuk memulangkan Endrick lebih awal, terutama setelah penampilannya yang konsisten dan kematangan taktik yang semakin terlihat. Jika hal ini terjadi, Lyon akan kehilangan salah satu aset terpentingnya dalam perebutan tiket kompetisi Eropa, sementara Real Madrid dapat menyiapkan pemain muda tersebut untuk bersaing di level tertinggi La Liga.
Statistik akhir musim Ligue 1 menunjukkan Lyon berada di zona tengah klasemen, namun kontribusi Endrick dalam serangan menjadi faktor penentu dalam setiap pertandingan. Dengan rata-rata satu gol atau assist setiap dua pertandingan, ia menempati peringkat ketiga dalam hal produktivitas menyerang di antara semua pemain muda liga. Analisis taktik menunjukkan bahwa Endrick tidak hanya berperan sebagai penyerang utama, tetapi juga berfungsi sebagai penghubung antara lini tengah dan depan, memanfaatkan kecepatan serta insting gol yang tajam.
Ke depan, tantangan terbesar bagi Endrick adalah menjaga konsistensi performa di tengah tekanan yang semakin besar. Baik klub maupun timnas menuntutnya untuk terus meningkatkan angka gol, assist, serta kontribusi defensif. Jika ia berhasil mempertahankan level tersebut, peluang untuk bergabung dengan Manchester United atau klub Premier League lainnya menjadi semakin nyata, sekaligus membuka babak baru dalam karier internasionalnya bersama Real Madrid.
Dengan bakat yang sudah terbukti, mentalitas yang kuat, serta dukungan spiritual yang ia sebutkan, Endrick tampaknya berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu bintang sepak bola generasi mendatang. Baik di Lyon, Real Madrid, maupun kemungkinan Manchester United, namanya kini semakin sering disebut dalam perbincangan transfer elite Eropa.
