IPD – 05 April 2026 | Jadwal internasional antara Inggris dan Jepang pada hari Minggu depan menjadi sorotan utama karena dua pemain bintang Arsenal dipastikan absen. Keputusan ini memicu perbincangan hangat mengenai hubungan antara klub dan tim nasional, terutama setelah pelatih Jerman, Thomas Tuchel, menepis dugaan adanya tekanan klub terhadap pemainnya.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menegaskan bahwa keputusan para pemain untuk mundur dari panggilan timnas diambil secara profesional dan didasarkan pada kondisi fisik masing-masing. “Kami selalu berkomunikasi secara terbuka dengan federasi dan pelatih nasional, termasuk dengan Thomas Tuchel. Keputusan medis tidak boleh dipolitisasi,” ujar Arteta dalam konferensi pers di Emirates Stadium sebelum laga melawan Manchester City.
Dalam jeda internasional Maret 2026, sebanyak 228 pemain dari 20 klub Liga Inggris dipanggil untuk kualifikasi Piala Dunia dan pertandingan uji coba. Dari jumlah itu, 23 pemain akhirnya tidak bergabung, dan hampir setengahnya berasal dari Arsenal. Empat pemain Arsenal, yakni Ben White, Kai Havertz, Gabriel Martinelli, dan Viktor Gyokeres, mencetak gol untuk negara masing-masing selama jeda internasional, menunjukkan kontribusi signifikan mereka di level internasional.
Sementara itu, dua pemain yang akan absen pada laga Inggris vs Jepang adalah bek tengah William Saliba dan gelandang Jurrien Timber. Saliba menolak panggilan Timnas Prancis karena cedera pergelangan kaki, sementara Timber mengundurkan diri dari skuad Belanda akibat masalah pangkal paha. Kedua kasus ini menambah daftar pemain Arsenal yang mundur, yang totalnya mencapai sebelas orang menurut laporan resmi klub.
Berikut daftar lengkap pemain Arsenal yang tidak melanjutkan tugas internasional pada jeda Maret:
- William Saliba (Prancis) – cedera pergelangan kaki
- Jurrien Timber (Belanda) – cedera pangkal paha
- Gabriel Magalhaes (Brasil) – cedera lutut
- Declan Rice (Inggris) – cedera ringan
- Bukayo Saka (Inggris) – cedera ringan
- Eberechi Eze (Inggris) – cedera betis
- Martin Ødegaard (Norwegia) – cedera lutut
- Leandro Trossard (Belgia) – cedera pinggul
- Noni Madueke (Uruguay) – cedera lutut
- Martin Zubimendi (Spanyol) – cedera lutut
- Piero Hincapié (Ekuador) – tidak diungkapkan
Arteta menegaskan bahwa para pemain sebenarnya sangat ingin membela timnas mereka. “Ketika kondisi fit, mereka pasti akan bermain. Kami mendukung sepenuhnya,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa Arsenal berada dalam situasi yang menuntut penggunaan susunan pemain terkuat demi mengejar tiga target utama: Liga Premier, Piala FA, dan Liga Champions.
Isu mengenai potensi konflik antara klub dan federasi nasional kembali muncul ketika Thomas Tuchel, pelatih timnas Jerman, memberikan pernyataan di konferensi pers sebelum laga persahabatan Jerman melawan Ghana. Tuchel menegaskan bahwa tidak ada tekanan dari klub untuk menahan pemain, melainkan keputusan medis dan kebugaran yang menjadi pertimbangan utama. “Kami menghormati keputusan klub dan selalu berkoordinasi secara transparan. Tidak ada agenda tersembunyi,” ujar Tuchel.
Penjelasan Tuchel ini menjadi penting karena beberapa pengamat mengaitkan penarikan pemain Arsenal dengan strategi klub yang ingin menjaga kebugaran demi kompetisi domestik. Namun, bukti medis yang disampaikan oleh tim medis Arsenal serta pernyataan terbuka Arteta membuat spekulasi tersebut semakin rapuh.
Laga Inggris vs Jepang dijadwalkan berlangsung di Wembley Stadium pada pukul 20.00 WIB. Kedua tim menyiapkan skuad dengan kombinasi pemain muda dan veteran. Inggris menurunkan tiga pemain Arsenal yang masih fit, yakni Ben White, Kai Havertz, dan Gabriel Martinelli, yang masing-masing memiliki penampilan gemilang di level internasional. Sementara Jepang mengandalkan pemain berbakat dari klub domestik serta beberapa pemain yang berpengalaman di liga Eropa.
Dengan absennya Saliba dan Timber, Arsenal harus mengandalkan opsi cadangan di lini pertahanan. Arteta menyatakan bahwa pemain seperti Kieran Tierney dan Gabriel Magalhaes akan siap mengisi kekosongan tersebut, meskipun Magalhaes juga tengah pulih dari cedera lutut.
Secara keseluruhan, situasi ini menyoroti tantangan yang dihadapi klub-klub top di Liga Premier dalam menyeimbangkan kebutuhan kompetisi klub dengan panggilan internasional. Komunikasi yang transparan antara pelatih klub, manajer nasional, dan staf medis menjadi kunci utama untuk menghindari konflik kepentingan.
Dengan komitmen bersama antara Arsenal, Arteta, dan federasi nasional, diharapkan pemain dapat kembali berkontribusi optimal baik di level klub maupun negara. Laga Inggris vs Jepang akan menjadi ujian pertama bagi para pemain yang tetap berada di timnas, sementara Arsenal berusaha mempertahankan performa puncak di semua kompetisi yang sedang dijalani.
