IPD – 05 April 2026 | Guha, India – Kompetisi kualifikasi gabungan untuk Piala Dunia FIFA 2026 dan AFC Asian Cup 2027 kembali menjadi sorotan utama setelah pertandingan menegangkan antara India dan Afghanistan di Stadion Indira Gandhi Athletic, Guwahati, pada 26 Maret 2024. Timnas India, yang masuk peringkat 117 FIFA, diharapkan menjadi favorit di laga tandang, namun akhirnya menelan kekalahan 1-2 dari tim yang berada di posisi lebih rendah. Kemenangan mengejutkan tersebut menambah tekanan pada federasi sepak bola nasional India (AIFF) dalam upaya memperbaiki performa tim pria sekaligus menyiapkan tim putri untuk kompetisi mendatang.
Gol pembuka pertandingan tercipta pada menit ke-37 lewat sundulan Sunil Chhetri, kapten tim yang sekaligus mencetak gol internasional ke-94 dalam penampilan ke-150nya. Momen tersebut seharusnya menjadi puncak kebanggaan, namun Afghanistan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-71 lewat gol Rahmat Akbari, dan kemudian menambah satu gol lagi pada menit ke-88 lewat Sharif Mukhammad, memastikan kemenangan 2-1. Sorotan media menyoroti kegagalan India menahan tekanan pada babak kedua, sekaligus menyoroti dinamika kompetisi kualifikasi yang semakin ketat di Asia.
Selain dampak pada jalur kualifikasi Piala Dunia, hasil ini juga memengaruhi posisi India dalam grup kualifikasi AFC Asian Cup 2027. Kegagalan meraih tiga poin melawan Afghanistan menurunkan posisi mereka di grup, memaksa tim harus berjuang lebih keras dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya untuk mengamankan tiket ke turnamen utama. Analisis para pakar menilai bahwa selain faktor taktik, kurangnya konsistensi mental dan kesiapan fisik menjadi penyebab utama kekalahan tersebut.
Sementara itu, di ranah sepak bola wanita, AIFF tengah berada pada titik perubahan signifikan. Setelah penunjukan sementara Amelia Valverde berakhir pada akhir turnamen AFC Women’s Asian Cup 2026, federasi memutuskan untuk meninjau kembali kepemimpinan tim wanita. Crispin Chettri, mantan pelatih tim putri yang memimpin tim meraih kualifikasi Asian Cup pertama secara merit dengan mengalahkan Thailand, kini dipertimbangkan kembali untuk mengisi posisi kepala pelatih.
Keputusan AIFF didasarkan pada dua pertemuan Technical Committee dalam beberapa minggu terakhir, yang menilai pentingnya memiliki pelatih lokal yang memahami kultur pemain. Empat kandidat awal – Anthony Andrews, Maymol Rocky, Bembem Devi, dan Crispin Chettri – dipersingkat menjadi tiga, dengan Crispin menjadi pilihan utama karena rekam jejaknya. “Teknikal Committee mengutamakan pelatih Indonesia yang mengenal pemain secara mendalam,” ungkap seorang sumber anonim kepada Sportstar.
Jika terpilih kembali, tugas pertama Crispin adalah memimpin tim wanita dalam rangkaian pertandingan internasional di Kenya, serta kemungkinan turnamen melawan Australia atau Malawi pada April 2026. Kedua pertandingan tersebut merupakan bagian dari FIFA Women’s Series, di mana India masuk sebagai unggulan kedua. Turnamen ini menjadi ajang penting bagi tim wanita untuk memulihkan kepercayaan diri setelah kegagalan di AFC Asian Cup 2026, di mana mereka tersingkir di fase grup setelah mengalami kekalahan melawan Vietnam, Jepang, dan Chinese Taipei.
Kombinasi hasil kualifikasi tim pria dan wanita menyoroti tantangan yang dihadapi AIFF dalam menyeimbangkan perkembangan kedua kategori. Sementara tim pria harus mengatasi masalah taktik dan mentalitas dalam laga kritis, tim wanita menanti kepastian kepemimpinan yang dapat mengoptimalkan potensi pemain domestik. Keputusan akhir mengenai penunjukan Crispin Chettri diharapkan diumumkan dalam pekan mendatang, menjelang jendela internasional bulan April.
Secara keseluruhan, kualifikasi AFC Asian Cup 2027 menampilkan dinamika kompetitif yang semakin ketat, dengan tim-tim Asia Selatan berusaha menyalip kompetisi tradisional seperti Thailand, Vietnam, dan Jepang. Kemenangan Afghanistan melawan India menjadi bukti bahwa selisih peringkat tidak lagi menjadi jaminan kemenangan, melainkan memerlukan persiapan matang, kedisiplinan taktis, dan ketangguhan mental.
Ke depan, AIFF dihadapkan pada dua agenda utama: memperbaiki performa tim pria dalam sisa fase kualifikasi untuk mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 serta memastikan tim wanita dapat bersaing di level Asia dengan dukungan kepelatihan yang tepat. Langkah strategis, termasuk penunjukan Crispin Chettri kembali, serta evaluasi taktik tim pria, akan menjadi kunci dalam mengembalikan kejayaan sepak bola India di panggung internasional.
