IPD – 17 April 2026 | Dalam laga kembali babak perempat final UEFA Europa League yang digelar pada 16 April 2026 di Estadio de La Cartuja, Sevilla, Real Betis harus menelan kekecewaan setelah menurunkan keuntungan 2-0 pada menit ke-26. SC Braga, yang dipimpin oleh Carlos Vicens, berhasil melakukan comeback spektakuler hingga menutup pertandingan dengan skor 4-2, melaju ke semifinal dan menutup mimpi Betis untuk melanjutkan petualangan di kompetisi Eropa.
Babak pertama menunjukkan dominasi ofensif Betis. Antony membuka keunggulan pada menit ke-13 setelah memanfaatkan umpan silang dari Abde yang menaklukkan pertahanan Braga. Tak lama kemudian, pada menit ke-26, Abde menambah selisih menjadi 2-0 lewat serangan balik cepat yang memanfaatkan tekanan tinggi dari lini tengah Betis. Kedua gol tersebut menegaskan rencana Manuel Pellegrini yang mengandalkan kecepatan sayap dan kerja keras di lini tengah.
Namun, momentum Betis terhenti ketika gol ketiga mereka pada menit ke-30, yang diduga akan meningkatkan keunggulan menjadi 3-0, dibatalkan oleh VAR karena posisi Antony di luar area lawan pada saat umpan terakhir. Keputusan ini mengubah dinamika pertandingan, memberi Braga peluang untuk bangkit.
Babak kedua dimulai dengan intensitas tinggi. Pada menit ke-38, Braga menyamakan kedudukan lewat gol kepala Vitor Carvalho setelah sebuah tendangan bebas dari Braga yang tidak dapat ditangani oleh kiper Betis, Pau López. Hanya tiga menit kemudian, pada menit ke-41, Ricardo Horta menambah keunggulan Braga melalui tendangan penalti yang diberikan setelah Amrabat terjatuh di dalam kotak penalti. Gol penalti tersebut menandai perubahan taktik Braga yang mulai menyerang lebih agresif.
Pada menit ke-53, Braga memperluas selisih menjadi 3-2 berkat gol tambahan dari Horta melalui tembakan jarak menengah, menegaskan bahwa pertahanan Betis tidak mampu menahan tekanan berulang. Gol keempat Braga datang pada menit ke-75 ketika Gorby menyelesaikan serangan balik cepat dengan voli keras dari sisi kiri, mengunci kemenangan 4-2.
Statistik pertandingan menggarisbawahi perbedaan performa kedua tim:
| Statistik | Real Betis | SC Braga |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola (%) | 53.9 | 46.1 |
| Shots (on target) | 9 (5) | 5 (3) |
| Fouls Committed | 12 | 16 |
| Yellow Cards | 4 | 3 |
| Offsides | 2 | 3 |
Reaksi pasca pertandingan sangat beragam. Kapten Betis, Marc Bartra, menyatakan kekecewaan mendalam, mengakui bahwa tim “menembak terlalu banyak, kehilangan fokus, dan tidak dapat menahan serangan lawan di fase kedua.” Di sisi lain, pelatih Braga, Carlos Vicens, memuji mentalitas timnya, menyebut bahwa “kita tetap percaya pada diri sendiri dan memanfaatkan setiap peluang, terutama setelah VAR mengubah arah pertandingan.”
Para pemain kunci juga memberikan komentar. Antony, yang sempat menjadi sorotan karena gol pembuka, menyesali keputusan VAR yang menghapus gol ketiga Betis dan mengakui bahwa “situasi mental tim berubah drastis setelah itu.” Sementara Abde, yang mencetak dua gol di babak pertama, menyatakan bahwa “kami harus bangga dengan apa yang kami capai, tetapi kami juga menghormati lawan yang bangkit dengan cara luar biasa.”
Kekalahan ini menutup peluang Betis untuk melaju ke semifinal, memaksa mereka mengalihkan fokus pada perburuan posisi kelima di LaLiga. Sementara Braga kini menatap semifinal, dimana mereka akan menghadapi lawan kuat yang masih belum dipastikan, tetapi optimisme klub Portugal semakin tinggi setelah mengalahkan tim yang pada awalnya lebih diunggulkan.
Kesimpulannya, pertandingan Real Betis vs SC Braga menjadi contoh klasik dari perubahan tak terduga dalam sepakbola. Keunggulan awal Betis tak mampu bertahan karena keputusan VAR, kehilangan konsentrasi, serta strategi Braga yang cepat beradaptasi. Pertandingan ini tidak hanya menambah drama dalam fase gugur Europa League, tetapi juga menjadi pelajaran penting bagi Betis tentang pentingnya menjaga fokus selama 90 menit penuh.
