IPD – 30 Maret 2026 | Setelah mencatat kemenangan 4-2 atas tim Afrika Barat, Cabo Verde, pada laga pertama FIFA Series 2026, La Roja memasuki pertandingan kedua dengan harapan melanjutkan tren positifnya. Pada Senin, 30 Maret 2026, tim nasional Chile bertandang ke Eden Park, Auckland, untuk menghadapi tim All Whites. Namun, antisipasi itu berakhir pahit ketika New Zealand menorehkan kemenangan telak 4-1.
Pertandingan dimulai pada pukul 03:15 WIB (Chile) / 01:15 WITA (Peru, Kolombia, Ekuador) dan disiarkan secara langsung oleh Chilevisión di tanah air serta platform streaming DAZN di Spanyol dan Amerika Serikat. Penonton di Selandia Baru dapat menyaksikannya melalui siaran lokal, sementara suporter Chile di luar negeri mengikuti melalui layanan kabel dan streaming.
Susunan pemain yang diunggulkan menampilkan formasi 4-3-3 untuk Chile. Kiper Lawrence Vigouroux menempati gawang, sementara barisan pertahanan terdiri dari Ian Garguez, Iván Román, Benjamín Kuscevic, dan Gabriel Suazo. Di lini tengah, Rodrigo Echeverría, Vicente Pizarro, dan Lautaro Millán mengisi peran kreatif, dengan trio penyerang Ben Brereton Díaz, Lucas Cepeda, dan Maximiliano Gutiérrez menyiapkan serangan. Di pihak New Zealand, kiper Max Crocombe memimpin barisan, didukung oleh bek Tim Payne, Finn Surman, Tyler Bindon, dan Francis De Vries. Gelandang Marko Stamenic, Ryan Thomas, dan Elijah Just mengatur permainan, sementara penyerang Ben Waine, Ben Old, dan Callum McCowatt menjadi ancaman utama.
| Tim | Formasi | Pemain Kunci |
|---|---|---|
| Chile | 4-3-3 | Ben Brereton Díaz, Maximiliano Gutiérrez, Lawrence Vigouroux |
| New Zealand | 4-4-2 | Ben Waine, Elijah Just, Max Crocombe |
Pembukaan pertandingan berlangsung sengit. Pada menit ke-13, New Zealand membuka skor melalui Tyler Bindon yang memanfaatkan tendangan bebas dengan kepala, namun bola tidak masuk. Tiga menit kemudian, Kosta Barbarouses memanfaatkan peluang dari tendangan sudut dan mengirimkan bola keras ke jaring, memberi All Whites keunggulan 1-0.
Detik-detik selanjutnya memperparah keadaan Chile. Pada menit ke-27, Darío Osorio menerima kartu kuning kedua setelah aksi keras, mengakibatkan pengusirannya. Kekurangan satu pemain di lini tengah memberi New Zealand ruang untuk menambah gol. Dua menit setelah pengusiran, tim tamu mencetak gol kedua lewat aksi bola mati; Elijah Just mengeksekusi tendangan sudut dengan tepat, menambah keunggulan menjadi 2-0.
Menjelang akhir babak pertama, New Zealand menutup skor menjadi 3-0 setelah Jesse Randall memanfaatkan serangan balik cepat pada menit ke-60, menegaskan dominasi tim Selandia Baru. Chile hanya mampu mengurangi defisit pada menit ke-83 melalui gol satu-satunya mereka, ketika Gonzalo Tapia menerima umpan di kotak penalti dan mengeksekusi tembakan keras ke sudut gawang. Namun, gol tersebut tidak cukup mengubah hasil akhir.
Dengan skor akhir 4-1, kekalahan ini menandai titik terendah La Roja dalam rangkaian FIFA Series 2026. Tim Selandia Baru, yang sebelumnya mengalami kekalahan 2-0 atas Finlandia, menampilkan serangan yang terorganisir dan pertahanan yang disiplin, memanfaatkan kesalahan defensif dan kurangnya kedalaman skuad Chile.
Hasil ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas rencana pembaruan yang diterapkan oleh pelatih Nicolás Córdova. Meskipun Ben Brereton Díaz tetap menjadi andalan di lini serang, ketidakhadiran beberapa pemain kunci dan keputusan taktis yang kurang tepat terlihat berpengaruh. Di sisi lain, New Zealand menunjukkan peningkatan performa yang akan menjadi tolak ukur bagi tim-tim lain menjelang Piala Dunia 2026.
La Roja kini menatap agenda berikutnya pada 6 Juni 2026, ketika mereka akan bertemu dengan Portugal, tim yang dipimpin oleh Cristiano Ronaldo, dalam rangka menguji kembali strategi dan memperbaiki performa sebelum kualifikasi akhir. Sementara itu, pendukung Chile diharapkan tetap mendukung tim meski harus menelan kekalahan berat ini.
