Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah: Apa yang Terjadi?

IPD – 30 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah. Pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, mata uang Garuda berada di level Rp 17.853 per dolar AS, atau melemah 0,04% dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah akan mendorong nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menguat ke level Rp 15.000. Namun, Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, mengatakan bahwa kemungkinan rupiah kembali menguat ke level tersebut sangat kecil.

Rupiah melemah terhadap dolar AS disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk defisit neraca transaksi berjalan yang masih bergantung pada impor energi, terutama minyak mentah. Pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh sentimen negatif para investor, khususnya asing, atas kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini.

Di sisi lain, pelemahan rupiah dapat memberikan dampak positif terhadap industri pariwisata. Turis-turis asing diperkirakan akan lebih banyak mengalir ke Indonesia, termasuk Bali. Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, I Putu Winastra, mendorong pelaku usaha pariwisata untuk menjual paket wisata menggunakan dolar.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan terus melemah. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah melemah terhadap dolar AS hingga menembus Rp 18.000. Bahkan, tak menutup kemungkinan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menyentuh Rp 18.200 pekan depan.

Meskipun demikian, pemerintah tetap berupaya untuk menguatkan rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk menguatkan rupiah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kesimpulan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk defisit neraca transaksi berjalan dan sentimen negatif para investor. Namun, pelemahan rupiah juga dapat memberikan dampak positif terhadap industri pariwisata. Pemerintah tetap berupaya untuk menguatkan rupiah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Leave a Comment