IPD – 12 April 2026 | Crystal Palace kembali menegaskan ambisinya di kompetisi Eropa setelah berhasil menutup bab pertama melawan Fiorentina dengan kemenangan meyakinkan 3-0 pada leg pertama perempat final Conference League. Gol-gol dari Jean-Philippe Mateta, Tyrick Mitchell, dan Ismaila Sarr menjadi bukti bahwa tim asuhan Oliver Glasner mampu mengendalikan permainan di panggung internasional.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menambah kepercayaan diri skuad, tetapi juga menempatkan mereka selangkah lebih dekat ke semifinal turnamen yang semakin kompetitif. Dengan selisih tiga gol, Palace memiliki margin aman untuk melangkah ke babak berikutnya, asalkan dapat menahan tekanan balik dari Fiorentina pada leg kedua.
Namun, jadwal padat menuntut manajemen dan pelatih untuk menyeimbangkan prioritas antara kompetisi domestik dan Eropa. Pada Minggu mendatang, Palace akan menjamu Newcastle United di Selhurst Park dalam laga Premier League. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi sang tuan rumah untuk mengamankan tiga kemenangan berturut-turut di semua kompetisi, sekaligus mengukir poin penting dalam perburuan klasemen menengah.
Statistik menunjukkan bahwa Palace telah menunjukkan stabilitas di kandang selama sebulan terakhir, dengan catatan tak terkalahkan dalam lima pertandingan kandang dan menjaga clean sheet pada masing‑masing pertemuan. Meski demikian, performa liga mereka masih perlu ditingkatkan, mengingat hanya satu kemenangan dalam sepuluh pertandingan terakhir di kandang.
Di sisi lain, Newcastle United tengah berjuang keluar dari zona terpuruk. Tim Eddie Howe telah mengalami enam kekalahan dalam sembilan pertandingan terakhir di liga, termasuk kekalahan telak 7-2 melawan Barcelona pada laga persahabatan internasional. Meskipun demikian, performa tandang mereka menunjukkan perbaikan, dengan empat kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di luar kandang dan mencetak gol dalam sembilan laga beruntun.
Namun, catatan defensif Newcastle masih menjadi masalah utama. Kedua tim sama-sama mencatatkan kebobolan dalam delapan dari sembilan pertandingan tandang terakhir masing‑masing, menandakan bahwa pertarungan di Selhurst Park kemungkinan akan menampilkan banyak gol.
Segala persoalan cedera juga menambah kerumitan situasi. Crystal Palace harus menilai kembali ketersediaan Evann Guessand, yang mengalami cedera pada laga sebelumnya, serta menunggu kepastian pemulihan Eddie Nketiah yang dinyatakan absen untuk sisa musim. Di sisi Newcastle, Sven Botman dipastikan absen akibat operasi wajah, sementara Emil Krafth, Bruno Guimaraes, dan Fabian Schar juga masih dalam proses rehabilitasi.
Dengan skuad yang sedikit berubah, pelatih Oliver Glasner diperkirakan akan menurunkan Jean‑Philippe Mateta bersama Yeremy Pino sebagai opsi penyerang utama, sementara Jorgen Strand Larsen mungkin harus menunggu giliran di bangku cadangan. Bagi Newcastle, strategi ofensif kemungkinan akan bergantung pada kreativitas Callum Wilson dan penampilan konsisten dari Allan Saint-Maximin.
Pertandingan ini tidak hanya menjadi ujian bagi kedua tim di liga domestik, tetapi juga menjadi indikator kesiapan mereka menghadapi tantangan selanjutnya di Conference League. Jika Palace mampu mempertahankan momentum positifnya, mereka berpotensi melangkah ke semifinal dengan kepercayaan diri yang tinggi, sedangkan Newcastle harus mencari cara untuk memulihkan moral dan menghindari kemunduran lebih jauh.
Secara keseluruhan, pertemuan antara Crystal Palace dan Newcastle United di Selhurst Park menjanjikan aksi sepak bola yang intens, dengan kedua belah pihak berusaha mengoptimalkan peluang masing‑masing di kompetisi yang sedang mereka geluti. Bagi para penggemar, laga ini menjadi kesempatan menyaksikan bagaimana tim‑tim menengah papan Inggris menyeimbangkan ambisi Eropa dengan kebutuhan poin penting di Premier League.
