Cristiano Ronaldo Pecahkan Rekor Baru di Liga Arab Saudi

IPD – 23 Mei 2026 | Cristiano Ronaldo akhirnya ‘pecah telur’! Megabintang asal Portugal itu sukses mengantarkan Al Nassr merengkuh trofi juara Liga Arab Saudi 2025/2026. Tak hanya membawa pulang piala, CR7 juga mengukir rekor mentereng bersama klub berjuluk The Global Club tersebut.

Al Nassr resmi mengunci gelar kampiun Saudi Pro League setelah tampil perkasa di markas sendiri. Bermain di Al Awwal Stadium pada Jumat (22/5/2026) dini hari WIB, klub asal Riyadh ini sukses melibas Damac dengan skor telak 4-1. Ronaldo menjadi bintang utama dalam laga penentuan tersebut.

Meski sudah menginjak usia 41 tahun, ketajaman sang bomber belum pudar. Ia sukses memborong dua gol yang memastikan kemenangan krusial bagi timnya. Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri puasa gelar Ronaldo sejak pertama kali menginjakkan kaki di Al Nassr pada awal 2023 lalu.

Sebelumnya, pemilik 5 gelar Ballon d’Or ini sempat melewati 14 kesempatan meraih trofi di berbagai kompetisi berbeda. Sejarah baru pun tercipta. Berkat tambahan golnya di laga ini, Ronaldo kini dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak (top skor) sepanjang masa Al Nassr khusus untuk laga kandang di Saudi Pro League.

Menukil data Opta, Ronaldo kini telah mengoleksi total 52 gol di Liga Arab Saudi saat bermain di kandang Al Nassr. Catatan fantastis ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh legenda klub, Mohamed Al Sahlawi, dengan torehan 51 gol.

Sepanjang musim ini, Ronaldo tercatat sudah membukukan 28 gol untuk Al Nassr. Koleksi gol striker veteran itu hanya terpaut dari Julian Quinones (33 gol) dan Ivan Toney (32 gol) dalam daftar pencetak gol terbanyak liga.

Momen haru tak terbendung saat peluit panjang dibunyikan. Ronaldo terlihat meneteskan air mata bahagia setelah memastikan diri mengangkat trofi perdana di tanah Arab. Ia tampak sangat emosional merayakan keberhasilan memutus tren negatif tanpa gelar.

Melalui media sosialnya, CR7 mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian bersejarah ini. ‘Ini sangat berarti buat saya. YALLA NASSR!’ Ronaldo menuliskan di akun X pribadinya.

Timnas Portugal dipastikan kembali menjadi salah satu sorotan utama di Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena status mereka sebagai kekuatan besar Eropa, tetapi juga karena turnamen ini berpotensi menjadi panggung terakhir Cristiano Ronaldo bersama Seleção das Quinas di level internasional.

Di usia 41 tahun, Ronaldo masih dipercaya memimpin skuad Portugal sebagai kapten sekaligus simbol utama di bawah asuhan pelatih Roberto Martinez. Kehadirannya menambah nilai emosional bagi perjalanan Portugal di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Meski demikian, Portugal tidak lagi bisa disebut sebagai tim yang bertumpu pada satu sosok. Generasi baru yang lebih matang kini sudah mengambil peran penting di berbagai lini. Nama-nama seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Vitinha, hingga Joao Neves menjadi tulang punggung permainan, menjadikan Portugal memiliki kedalaman skuad yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di dunia saat ini.

Portugal memang termasuk kekuatan elite sepak bola Eropa dalam dua dekade terakhir. Namun uniknya, mereka belum pernah sekalipun mengangkat trofi Piala Dunia. Prestasi terbaik Portugal sejauh ini adalah juara Piala Eropa 2016 dan UEFA Nations League 2019.

Kini, satu-satunya trofi besar yang belum dimiliki Portugal hanyalah Piala Dunia. Perjalanan Portugal menuju Piala Dunia 2026 sebenarnya tidak sepenuhnya mulus. Di awal fase kualifikasi zona Eropa, Portugal tampil dominan.

Petenis Indonesia, Aldila Sutjiadi, dan pasangan duetnya dari Rusia, Vera Zvonareva, gagal menjadi juara ganda WTA 250 Maroko Open Grand Prix Son Altesse Royale La Princesse Lalla Meryem). Sutjiadi dan Zvonareva kalah rubber set di final melawan Eudice Chong / Magali Kempen.

Set pertama dimenangkan Chong/Kempen dengan skor 6-3, usai dua kali mematahkan servis Aldila/Vera di gim 4 dan 6. Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva bangkit di set kedua, meraih kemenangan 6-2 dengan dua kali mengonversi break point.

Set penentuan dengan sistem super tie break berlangsung sengit di awal. Kedua pasangan silih berganti meraih poin hingga posisi skor 5-5. Pasangan Chong/Kempen melesat meraih empat poin beruntun sehingga unggul 9-5.

Pada dua gim berikutnya, kedua pasangan saling break, sehingga Eudice Chong/Magali Kempen memastikan menang 10-6 dan menjadi juara Maroko Open 2026. Bagi Eudice Chong ini adalah gelar juara WTA pertamanya.

Keempat finalis ganda Maroko Open akan naik peringkat dunianya pada pekan depan. Kempen naik 10 tingkat ke peringkat 67 dunia ganda WTA, sedangkan Eudice Chong naik tujuh posisi ke ranking 71 dunia. Vera Zvoraneva naik enam tingkat ke peringkat 29 ganda WTA.

Sedangkan Aldila Sutjiadi akan menempati ranking 45 dunia, naik tiga tingkat dari posisi sebelumnya. Keempatnya akan berpasangan dengan pemain lain dalam ajang Grand Slam French Open yang dimulai pekan depan.

Vera Zvonareva akan berpasangan dengan Laura Siegemund. Sementara Aldila Sutjiadi kembali berduet dengan Janice Tjen. Magali Kempen akan bertandem dengan Andreja Klepac. Sedangkan Eudice Chong berencana berduet dengan Veronika Erjavec.

Kesimpulan, Cristiano Ronaldo telah mencetak rekor baru di Liga Arab Saudi dan membawa Al Nassr menjadi juara. Sementara itu, Portugal siap menghadapi Piala Dunia 2026 dengan skuad yang kuat dan pengalaman yang luas. Aldila Sutjiadi dan pasangannya juga telah menunjukkan kemampuan mereka di turnamen tenis Maroko Open.

Leave a Comment