BUMN Giat Reformasi: Dari Pengadaan Kapal hingga Holding Logistik Nasional, Dony Oskaria Pimpin Transformasi Besar

IPD – 02 April 2026 | Jakarta, 2 April 2026 – Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mempercepat agenda reformasi yang meliputi pengadaan kapal, restrukturisasi entitas, konsolidasi logistik, peningkatan layanan tol, dan transformasi pelabuhan nasional. Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut bertujuan memperkuat peran BUMN sebagai motor penggerak perekonomian, sekaligus memastikan dampak positif bagi keberlanjutan sosial dan lingkungan.

Pengadaan Kapal Strategis

Dalam rangka mendukung ketahanan maritim, BUMN diwajibkan membeli kapal baru dari PT PAL Indonesia. Skema kolaborasi yang diusulkan Iperindo menekankan pentingnya sinergi antara industri pertahanan dan perusahaan milik negara untuk mempercepat produksi serta memastikan kualitas kapal yang sesuai dengan standar internasional. Dony Oskaria menambahkan, “Kita harus memanfaatkan kapasitas produksi dalam negeri agar dapat memenuhi kebutuhan pertahanan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi industri lokal.”

Restrukturisasi Besar BUMN

BP BUMN mengumumkan rencana paling ambisius dalam sejarah BUMN: penyederhanaan lebih dari 1.000 entitas menjadi sekitar 200‑300 entitas melalui aksi korporasi seperti merger, divestasi, likuidasi, dan restrukturisasi. Tujuan utama adalah meningkatkan efisiensi, mengurangi birokrasi, dan memperkuat tata kelola. Dony menegaskan, “Integritas dan profesionalisme harus menjadi landasan setiap langkah, sehingga BUMN dapat beroperasi secara transparan dan akuntabel untuk generasi mendatang.”

Holding Logistik Nasional di Bawah PT Pos Indonesia

Transformasi logistik menjadi fokus utama BP BUMN. PT Pos Indonesia (Persero) akan beralih menjadi holding BUMN Logistik yang menggabungkan 21 perusahaan logistik, termasuk PT Semen Logistik, PT Pupuk Logistik, PT Angkasa Pura Logistik, dan PT KAI Logistik. Konsolidasi ini diharapkan menciptakan jaringan logistik yang terintegrasi, efisien, dan mampu menurunkan biaya bagi pelaku usaha. “Kami ingin menjadikan BUMN logistik lebih kuat, modern, dan siap menjawab kebutuhan nasional,” ujar Dony dalam rapat dengan pimpinan PT Pos Indonesia.

Peningkatan Layanan Tol

Mobilitas masyarakat menjadi prioritas BP BUMN melalui penguatan layanan jalan tol. Dalam pertemuan dengan direksi PT Jasa Marga, Dony menekankan pentingnya perawatan infrastruktur, peningkatan fasilitas rest area, serta evaluasi kinerja selama periode mudik Lebaran. “Jalan tol yang aman, nyaman, dan lancar bukan hanya mempercepat pergerakan orang, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi,” katanya. Upaya ini selaras dengan kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan jaringan transportasi nasional.

Transformasi Pelindo menjadi Holding Kepelabuhanan Nasional

BP BUMN juga mempercepat transformasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) menjadi holding kepelabuhanan nasional. Dony menyoroti perlunya integrasi layanan pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing logistik Indonesia di pasar global. “Dengan struktur holding yang solid, Pelindo dapat memberikan layanan yang lebih terhubung dan andal, sekaligus menurunkan biaya logistik,” ujarnya. Transformasi ini diharapkan selesai pada semester pertama 2026.

Komitmen pada Keberlanjutan

Selain fokus pada efisiensi, BP BUMN menekankan pentingnya keberlanjutan sosial dan lingkungan. Dony menegaskan bahwa BUMN tidak hanya harus menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan ekosistem. Inisiatif seperti penggunaan material ramah lingkungan dalam produksi kapal, serta program CSR di sektor logistik dan transportasi, menjadi bagian dari strategi jangka panjang.

Kesimpulan

Serangkaian inisiatif yang dipimpin oleh Dony Oskaria menandai fase baru bagi BUMN. Dari pengadaan kapal strategis hingga pembentukan holding logistik nasional, serta peningkatan layanan tol dan transformasi pelabuhan, semua langkah bertujuan menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kompetitif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Jika berhasil, reformasi ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat logistik regional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui layanan publik yang lebih baik.

Leave a Comment