IPD – 01 April 2026 | BMW resmi mengumumkan bahwa varian iX3 yang dirakit sepenuhnya di pabrik China akan pertama kali dipamerkan pada ajang Beijing International Automotive Exhibition (Beijing Auto Show) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April 2026. Keputusan ini menandai langkah strategis BMW dalam memperluas kehadiran kendaraan listrik (EV) di pasar Tiongkok, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan terhadap produksi lokal yang lebih efisien.
Model iX3 yang akan dipamerkan merupakan versi terbaru dari SUV listrik yang telah diluncurkan secara global pada 2020. Versi buatan China mengusung beberapa pembaruan penting, termasuk baterai berkapasitas 80 kWh yang mendukung jarak tempuh hingga 500 km dalam siklus NEDC, sistem infotainment berbahasa Mandarin, serta paket interior yang menyesuaikan selera konsumen Asia. Selain itu, BMW menambahkan fitur-fitur canggih seperti paket pengemudi bantuan tingkat tinggi (Level 2) dan sistem pendingin baterai berbasis teknologi cairan yang dikembangkan bersama mitra lokal.
Produsen mobil Jerman ini menegaskan bahwa produksi iX3 di China tidak hanya berfokus pada pasar domestik, melainkan juga sebagai basis ekspor ke negara‑negara Asia Tenggara dan Timur Tengah. Pabrik BMW di Shenyang, yang telah beroperasi sejak 2015, diperkirakan meningkatkan kapasitas output tahunan menjadi 150.000 unit, dengan iX3 menyumbang sekitar 30 % dari total produksi listrik.
Pembukaan iX3 di Beijing Auto Show diharapkan menjadi sorotan utama karena pameran tersebut kini menjadi ajang pertemuan sekaligus kompetisi antara produsen mobil listrik global. Beberapa pesaing utama, seperti Tesla Model Y, BYD Han, serta model listrik baru dari merek-merek domestik seperti Wuling Hong Guang MINI EV, juga diprediksi akan menampilkan produk terbarunya. Dalam konteks ini, BMW berupaya menonjolkan keunggulan “German engineering” dengan menekankan kualitas baterai, dinamika berkendara yang stabil, serta jaringan layanan purna jual yang kuat.
Para analis industri menilai langkah BMW ini sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah China yang semakin mendukung kendaraan listrik melalui subsidi, insentif pajak, dan pembangunan infrastruktur pengisian daya. Menurut data terbaru, penjualan EV di China mencapai 6,2 juta unit pada tahun 2025, menempati pangsa pasar lebih dari 30 % dari total penjualan mobil baru. Dengan menempatkan iX3 di pabrik lokal, BMW dapat mengurangi biaya logistik hingga 15 % dan mempercepat siklus produksi, yang pada gilirannya menurunkan harga jual bagi konsumen.
- Spesifikasi utama: Motor listrik dual‑mount 210 kW, torsi 400 Nm, 0‑100 km/jam dalam 6,9 detik.
- Baterai: Lithium‑ion 80 kWh, dukungan pengisian cepat 150 kW (80 % dalam 30 menit).
- Fitur keselamatan: 9 airbag, sistem pengereman otomatis darurat, lane‑keeping assist.
- Interior: Layar sentuh 12,3 inci, kontrol suara berbasis AI, bahan daur ulang ramah lingkungan.
Keikutsertaan iX3 dalam Beijing Auto Show juga bertepatan dengan peluncuran GIICOMVEC 2026, pameran B2B khusus kendaraan komersial yang akan digelar di Jakarta pada awal April. Kedua acara tersebut mencerminkan dinamika pasar otomotif Asia yang kini semakin terintegrasi, di mana teknologi listrik tidak hanya menjadi tren mobil penumpang, tetapi juga meluas ke segmen niaga. Pengamat memperkirakan bahwa sinergi antara pameran-pameran ini akan mempercepat adopsi solusi mobil listrik di seluruh kawasan Asia‑Pasifik.
BMW menutup pengumuman tersebut dengan menekankan bahwa iX3 buatan China akan tersedia di jaringan dealer resmi mulai pertengahan 2026, dengan harga mulai Rp 650 juta setelah memperhitungkan subsidi lokal. Perusahaan juga menjanjikan program tukar tambah khusus bagi pemilik kendaraan berbahan bakar fosil yang ingin beralih ke iX3, sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon di kawasan perkotaan.
Dengan menampilkan iX3 di panggung bergengsi Beijing Auto Show, BMW berusaha menegaskan kembali posisinya sebagai pemain utama dalam revolusi kendaraan listrik, sekaligus memperkuat kemitraan jangka panjang dengan produsen dan regulator China. Keberhasilan peluncuran ini akan menjadi indikator penting bagi strategi global BMW dalam beberapa tahun ke depan.
