Bernardo Tavares di Ujung Tali: Persebaya Surabaya Kebobolan 20 Gol dalam 12 Laga

IPD – 20 April 2026 | Persebaya Surabaya kembali berada di garis panas setelah mencatatkan catatan defensif yang memprihatinkan: 20 gol kebobolan dalam 12 pertandingan. Angka ini menempatkan kepala pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, dalam sorotan tajam, sekaligus menambah tekanan pada posisinya menjelang dua laga penting melawan Malut United dan Arema FC.

Berikut rangkuman statistik tim Green Force hingga pekan ke-12 BRI Super League:

StatistikNilai
Pertandingan12
Menang5
Seri2
Kalah5
Poin17
Gol Kebobolan20
Penguasaan Bola72%

Penguasaan bola yang tinggi menunjukkan Persebaya mampu mengendalikan ritme pertandingan, namun hal tersebut belum berbuah poin maksimal. Pada laga melawan Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo, tim mencatat 23 tembakan dengan enam tepat sasaran, namun hanya berhasil mengamankan satu gol. Kekurangan konversi ini menjadi titik lemah utama yang menambah beban pada Bernardo Tavares.

Selain statistik, gaya permainan yang dipertahankan oleh Tavares juga menuai kritikan keras dari kelompok suporter Bonek. Istilah “balik setelan pabrik” kerap dijadikan label untuk taktik yang dianggap terlalu mengandalkan umpan panjang dan kurang variasi. Bonek menilai, meski tim menguasai bola, pendekatan tersebut membuat lini pertahanan rentan terhadap serangan balik cepat lawan.

Dalam konferensi pers pasca laga, Bernardo Tavares mengakui adanya masalah pada penyelesaian akhir. “Kami menciptakan banyak peluang, namun akurasi tembakan masih kurang. Kami harus memperbaiki aspek klinis dalam menembak serta koordinasi pertahanan,” ujar pelatih. Ia menambahkan, “Masalah ini bukan eksklusif kami; bahkan klub-klub besar Eropa pun pernah mengalami fase serupa, di mana dominasi tidak berbanding lurus dengan hasil.”

Tekanan tidak hanya datang dari media, melainkan juga dari barisan suporter yang menuntut perubahan cepat. Beberapa tokoh Bonek bahkan secara terbuka menyuarakan keinginan melihat pergantian pelatih bila tidak ada perbaikan dalam tiga laga ke depan. Hal ini menambah beban mental pada Bernardo Tavares menjelang pertemuan tandang melawan Malut United di Stadion Kie Raha, Ternate, pada 23 April 2026, serta laga penentu melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.

Para analis sepak bola menilai bahwa kunci utama Persebaya untuk bangkit terletak pada tiga aspek: (1) memperketat lini belakang dengan menambah disiplin taktis, (2) meningkatkan efektivitas finishing, terutama dalam situasi satu lawan satu, dan (3) menyeimbangkan transisi menyerang‑defensif agar tidak membuka celah bagi lawan. Jika Bernardo Tavares dapat menyesuaikan taktik dan menanamkan mental juara, peluang untuk menghentikan alur kebobolan dapat tercapai.

Secara keseluruhan, musim ini masih jauh dari harapan manajer dan penggemar Persebaya. Dengan rata‑rata poin hanya 1,42 per pertandingan, tim berada di zona menengah klasemen dan berisiko terperosok lebih jauh jika tidak ada perubahan signifikan. Namun, fakta bahwa tim masih mampu menguasai bola dan menciptakan peluang memberi sinyal bahwa fondasi teknis sudah ada; yang diperlukan hanyalah penyempurnaan di lini akhir.

Menutup laporan, masa depan Bernardo Tavares di Persebaya kini bergantung pada hasil dua pertandingan tandang yang akan datang. Jika Green Force mampu memperbaiki pertahanan dan meningkatkan efisiensi serangan, pelatih asal Portugal masih memiliki kesempatan untuk mengembalikan kepercayaan publik. Sebaliknya, kegagalan akan mempercepat perbincangan tentang pergantian kepelatihan menjelang sisa musim.

Leave a Comment