IPD – 30 Mei 2026 | Di era digital saat ini, aparatur sipil negara (ASN) dituntut untuk menjadi teladan etika digital. Lembaga Administrasi Negara (LAN) menekankan pentingnya peran ASN dalam menjaga kohesi sosial berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN RI Agus Sudrajat menyatakan bahwa ASN harus menjadi teladan etika digital, agen literasi publik, dan penyebar informasi yang benar.
ASN juga harus mampu membangun harmonisasi, menjaga komunikasi sosial, menyelesaikan konflik, serta memperkuat kolaborasi masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai dinamika sosial muncul di ruang digital, seperti polarisasi politik, penyebaran hoaks, hingga konflik sosial. Kondisi ini bisa melemahkan kohesi sosial secara perlahan.
Oleh karena itu, ASN harus mengambil peran menjadi perekat sosial, agen moderasi dan toleransi, penggerak pelayanan publik inklusif, serta motor transformasi birokrasi yang berorientasi pada persatuan nasional. ASN tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memegang mandat kebangsaan sebagai perekat dan pemersatu bangsa.
Di sisi lain, pemerintah juga mengklaim bahwa kebijakan work from home (WFH) seminggu sekali bagi ASN telah berefek pada penghematan anggaran. WFH ASN telah dilaksanakan sejak April 2026 dan diharapkan dapat menghemat anggaran dinas sebesar Rp 1,95 triliun.
Reformasi HAM juga menjadi salah satu isu penting yang dibahas saat ini. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM telah direvisi untuk memperkuat perlindungan HAM di ruang digital dan memperluas dasar diskriminasi yang dilarang. Revisi ini juga memberikan payung hukum spesifik bagi para pembela HAM yang selama ini bertaruh keselamatan di garis terdepan.
Generasi Z juga memiliki keberanian yang lebih besar dibandingkan generasi era Orde Baru. Mereka memanfaatkan media digital untuk menyuarakan kritik kreatif sebagai strategi bertahan di tengah ancaman intimidasi. Okky Madasari, pengamat sosial politik, menyatakan bahwa generasi muda saat ini memiliki keberanian yang lebih besar dan tidak mudah takut terhadap kekuasaan.
Kesimpulan, ASN digital harus menjadi teladan etika digital dan menghadapi tantangan di era digital. Pemerintah juga harus terus memperkuat reformasi HAM dan menghadapi isu-isu penting yang dibahas saat ini. Generasi Z juga harus terus memanfaatkan media digital untuk menyuarakan kritik kreatif dan menjadi agen perubahan di masa depan.
