IPD – 17 Juni 2026 | Alex Pereira baru-baru ini mengeluarkan pernyataan tentang kekalahan yang dialaminya melawan Ciryl Gane di UFC Freedom 250. Pereira kecewa dengan kemenangan Gane yang menurutnya tidak adil karena lawannya melakukan pukulan ilegal di bagian belakang kepala.
Pereira yang sebelumnya merupakan juara kelas menengah dan ringan, bertarung di kelas berat untuk pertama kalinya dalam karirnya di UFC. Pertarungan tersebut berlangsung di White House sebagai bagian dari acara UFC Freedom 250, yang juga menampilkan pertarung lain seperti Justin Gaethje melawan Ilia Topuria.
Gane berhasil mengalahkan Pereira dengan teknis knock out (TKO) pada ronde kedua, setelah sebelumnya Pereira sempat terjatuh ke canvas akibat pukulan jab yang kuat dari Gane. Pereira mencoba bangkit dan melanjutkan pertarungan, namun Gane terus menyerang hingga wasit memutuskan untuk menghentikan pertarungan tersebut.
Pereira mengeluarkan kekecewaannya melalui video yang diunggah di YouTube, menuduh Gane melakukan pukulan kotor dan wasit Herb Dean tidak melakukan tindakan yang cukup untuk mencegah hal tersebut. Pereira juga menunjukkan foto-foto cedera yang dialaminya akibat pukulan ilegal tersebut.
Ini bukanlah pertama kalinya Gane dituduh melakukan pukulan ilegal dalam pertarungan. Sebelumnya, Gane juga pernah dituduh melakukan pukulan ilegal saat melawan Tom Aspinall dan Junior dos Santos.
Pereira berharap agar wasit dan komisi dapat lebih serius dalam mengawasi dan mencegah pukulan ilegal dalam pertarungan UFC, sehingga petarung dapat bertarung dengan adil dan aman.
Pertarungan UFC Freedom 250 juga menarik perhatian karena dihadiri oleh Presiden Donald Trump yang menyaksikan pertarungan tersebut dari sisi ring. Acara tersebut disiarkan langsung melalui Paramount+ dan menarik banyak perhatian dari penggemar UFC di seluruh dunia.
