Aksi Berani Siswa Medan Menyeberangi Sungai Deli lewat Pipa Air, Video Ini Bikin Geger Internet

IPD – 22 April 2026 | Ribuan netizen tak dapat menahan rasa takjub ketika sebuah video muncul di media sosial, memperlihatkan sekelompok siswa dari Medan berusaha menyeberangi Sungai Deli dengan cara yang tak biasa: melintasi pipa air besar yang terletak di atas sungai. Video yang diunggah pada sore hari itu segera menjadi viral, menarik perhatian publik, pejabat, dan pakar keselamatan.

Dalam rekaman berdurasi sekitar dua menit, tampak tiga remaja berusia antara 13 hingga 16 tahun mengenakan seragam sekolah, berpegangan pada rangka pipa sambil melangkah hati-hati. Mereka tampak berusaha menyebrangi pipa yang berada pada ketinggian sekitar tiga meter di atas permukaan air. Di latar belakang terdengar suara aliran air yang deras serta bisikan warga yang memperingatkan bahaya.

Setelah berhasil menyeberang, mereka berlari ke tepi sungai dan tampak lega. Namun, aksi tersebut memicu perdebatan sengit mengenai keamanan anak-anak di lingkungan perkotaan, terutama di daerah yang memiliki infrastruktur transportasi terbatas.

Pejabat kepolisian setempat, Kapolres Medan, AKBP Sri Lestari Widodo, memberikan pernyataan resmi. Ia menegaskan bahwa menyeberang menggunakan pipa air merupakan pelanggaran aturan keselamatan dan dapat membahayakan tidak hanya pelaku tetapi juga pengguna pipa tersebut. “Kami menghimbau semua warga, khususnya pelajar, untuk tidak meniru aksi ini. Pipa air adalah fasilitas penting untuk distribusi air bersih, dan menggunakannya sebagai jembatan darurat dapat menimbulkan kerusakan serta risiko kebocoran,” ujarnya.

Insiden ini muncul tidak lama setelah kota Medan kembali menjadi sorotan akibat kecelakaan kereta api yang menimpa ojek online di perlintasan jalur rel pada 20 April 2026. Kecelakaan tersebut menewaskan seorang driver dan melukai penumpangnya, menambah daftar peristiwa tragis yang mengingatkan pentingnya kesadaran keselamatan di ruang publik.

Berbagai pihak menanggapi video tersebut dengan sudut pandang berbeda:

  • Orangtua dan guru: Banyak yang menyatakan keprihatinan atas keberanian anak-anak yang berisiko tinggi, sekaligus mengapresiasi semangat gotong royong mereka.
  • Pakar keselamatan: Dr. Anisa Rahayu, pakar transportasi, menekankan perlunya edukasi keselamatan di sekolah dan penataan infrastruktur yang memadai, seperti penambahan jembatan penyeberangan resmi.
  • Pengguna media sosial: Netizen membagi pendapat antara yang memuji kreativitas remaja tersebut dan yang mengkritik tindakan berbahaya.

Sejumlah lembaga kemasyarakatan setempat, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan, berjanji akan mengadakan workshop keselamatan jalan dan air bagi pelajar. Sementara Dinas Perhubungan Kota Medan mengumumkan rencana pemasangan rambu peringatan di sepanjang pipa air yang sering dilewati warga.

Kasus ini juga menyoroti kurangnya fasilitas penyeberangan resmi di beberapa wilayah pinggiran Kota Medan. Banyak daerah yang masih mengandalkan jembatan kecil atau bahkan menyeberangi sungai lewat batu-batu besar, meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada musim hujan.

Pengamat sosial, Budi Santoso, menilai fenomena video viral semacam ini sebagai cerminan budaya daring yang mengedepankan sensasi. “Masyarakat kini lebih cepat terpapar konten ekstrem, sehingga terkadang aksi berbahaya dijadikan ajang popularitas. Ini menjadi tantangan bagi edukator dan aparat penegak hukum,” ujarnya.

Meski demikian, video tersebut juga menginspirasi inisiatif positif. Beberapa organisasi kepemudaan mengusulkan program “Jalan Aman Medan” yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya infrastruktur penyeberangan yang aman serta menggalang partisipasi siswa dalam merancang solusi.

Dengan meningkatnya kecanggihan teknologi dan akses informasi, peran media sosial dalam menyebarkan pesan keselamatan menjadi semakin signifikan. Pemerintah Kota Medan diharapkan dapat memanfaatkan momentum viral ini untuk mempercepat perbaikan infrastruktur dan menanamkan budaya keselamatan sejak dini.

Keseluruhan, aksi siswa menyeberangi pipa air di atas Sungai Deli menjadi pelajaran penting tentang batas antara keberanian dan bahaya. Diharapkan perbincangan yang timbul dapat memicu kebijakan yang lebih responsif, sehingga generasi muda dapat mengekspresikan semangatnya tanpa mengorbankan keselamatan.

Leave a Comment