7 Lagu ITZY yang Viral dan Mengguncang Chart: Kebangkitan Kembali di Tangga Lagu Global

IPD – 28 Maret 2026 | Sejumlah lagu terbaru dari girl group Korea Selatan ITZY kembali mencuri perhatian dunia musik setelah mengalami fenomena “chart reversal” yang jarang terjadi. Meskipun beberapa judul sudah dirilis beberapa tahun lalu, kekuatan viral di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram telah memicu lonjakan streaming yang signifikan, mengembalikan posisi mereka ke puncak tangga lagu internasional. Artikel ini merangkum tujuh lagu ITZY yang paling menonjol, mengulas faktor-faktor yang memicu kebangkitan mereka, serta menilai dampak fenomena ini terhadap industri K‑pop.

Latar Belakang Kebangkitan Kembali

ITZY, yang debut pada tahun 2019 di bawah JYP Entertainment, dikenal dengan konsep “girl power” dan musik yang energetik. Setelah meraih kesuksesan dengan single debut “DALLA DALLA”, grup ini terus menambah koleksi hits yang menancapkan jejak di chart Korea dan global. Pada kuartal pertama 2026, data streaming menunjukkan bahwa beberapa lagu ITZY yang sebelumnya berada di posisi menengah tiba‑tiba melonjak kembali ke puncak. Lonjakan ini dipicu oleh tren tantangan dance, remix fan‑made, serta penampilan live yang dibagikan secara viral.

Daftar 7 Lagu ITZY yang Viral

  • “Mafia In The Morning” – Dirilis pada November 2022, lagu ini sempat berada di posisi 35 pada Melon Chart. Setelah tantangan koreografi di TikTok menjadi viral pada Januari 2026, lagu ini kembali menduduki posisi 3 di chart Korea dan masuk top 10 Billboard World Digital Song Sales.
  • “ICY” – Single musim panas 2019 yang awalnya menempati posisi 12 di Gaon Digital Chart. Pada Agustus 2025, klip dance break yang diposting oleh kreator konten populer memicu lonjakan streaming, menempatkan “ICY” kembali di posisi 5 pada chart iTunes global.
  • “Sneakers” – Dari album mini Crazy In Love (2021), lagu ini awalnya hanya menjadi album track. Pada Februari 2026, versi acoustic yang dibuat fans menyebar luas, mengangkatnya ke posisi 8 pada Spotify Global Top 50.
  • “DALLA DALLA” – Meskipun merupakan debut, lagu ini kembali masuk chart pada Desember 2025 setelah mashup dengan lagu BTS “Dynamite” menjadi viral di YouTube Shorts, menempatkannya kembali di posisi 4 pada Billboard K‑Pop 100.
  • “Not Shy” – Dirilis pada Februari 2020, lagu ini kembali populer pada Juli 2025 ketika selebriti Korea menggunakannya dalam vlog traveling, menaikkan streaming hingga 250% dan menembus kembali posisi 7 pada iHeartRadio K‑Pop.
  • “Wannabe” – Single 2020 yang sempat menurun di chart. Pada September 2025, tantangan lip sync di TikTok menggerakkan kembali popularitasnya, memuncak pada posisi 6 di Oricon Digital Singles Chart.
  • “CHERRY” (atau “Cheshire”) – Lagu yang belum dirilis secara resmi pada akhir 2025, namun versi teaser yang dibocorkan pada fan meeting menyebabkan gelombang pencarian di Google. Ketika versi penuh dirilis pada Januari 2026, lagu langsung menembus top 5 pada semua platform streaming utama.

Analisis Penyebab Chart Reversal

Beberapa faktor utama dapat menjelaskan fenomena kebangkitan kembali lagu-lagu ITZY:

  1. Platform Short-Form Video: TikTok tetap menjadi mesin utama penemuan musik. Tantangan dance yang mudah diikuti serta kolaborasi dengan creator berpengikut jutaan memperluas jangkauan lagu.
  2. Remix dan Fan‑Made Content: Komunitas fan ITZY aktif menghasilkan remix, cover, dan mashup yang menambah nilai eksposur. Algoritma platform streaming menanggapi lonjakan interaksi ini dengan menempatkan lagu pada playlist rekomendasi.
  3. Strategi Media Sosial JYP: JYP Entertainment secara konsisten mempromosikan kembali katalog lama melalui posting retrospektif, menyoroti pencapaian chart sebelumnya, serta mengadakan giveaway streaming.
  4. Penggunaan dalam Media Lain: Penempatan lagu dalam drama web, iklan, atau video game indie memberikan dorongan tambahan, terutama ketika penonton mencari judul lagu secara spontan.

Reaksi Penggemar dan Dampak Industri

Penggemar ITZY, yang dikenal dengan sebutan “MIDZY”, menunjukkan dukungan masif dengan mengorganisir streaming parties dan membuat hashtag trending setiap kali lagu mereka masuk chart. Fenomena ini tidak hanya memperkuat komunitas fanbase, tetapi juga memberikan contoh konkret bagi artis K‑pop lain tentang pentingnya mengoptimalkan konten jangka panjang.

Dari perspektif industri, kebangkitan kembali lagu-lagu lama menggarisbawahi nilai ekosistem konten berkelanjutan. Rekaman yang sebelumnya dianggap “musim lalu” dapat menjadi aset strategis ketika dipadukan dengan tren digital terkini. Hal ini mendorong label musik untuk meninjau kembali katalog mereka, menginvestasikan sumber daya pada promosi ulang, dan menyiapkan konten bersifat evergreen.

Selain itu, fenomena chart reversal menegaskan peran algoritma streaming sebagai katalisator utama perubahan posisi lagu. Data real‑time menunjukkan bahwa lonjakan 1 juta stream dalam 24 jam dapat menggeser posisi lagu hingga tiga peringkat pada chart utama, memberi sinyal kuat kepada manajer artis untuk memanfaatkan momentum viral secepatnya.

Secara keseluruhan, keberhasilan tujuh lagu ITZY dalam meraih popularitas kembali menandai evolusi dinamika konsumsi musik digital. Dengan memadukan kekuatan fanbase, strategi media sosial, dan platform video pendek, ITZY berhasil mengubah lagu‑lagu yang dianggap “lama” menjadi hits terbaru yang menguasai tangga lagu global.

Ke depannya, industri K‑pop diperkirakan akan lebih menekankan pada pemanfaatan konten viral untuk menghidupkan kembali katalog lama, menjadikan fenomena chart reversal bukan sekadar anomali, melainkan bagian integral dari strategi pemasaran musik modern.

Leave a Comment