IPD – 25 Maret 2026 | Zinedine Zidane, legenda sepak bola Prancis, resmi menandatangani kesepakatan lisan dengan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) untuk mengambil alih kursi pelatih kepala Tim Nasional Prancis setelah Piala Dunia 2026.
Pengumuman ini menjadi puncak proses transisi yang telah direncanakan sejak lama oleh FFF. Presiden federasi, Philippe Diallo, menyatakan bahwa nama pengganti Didier Deschamps telah dipastikan, meskipun identitasnya belum diumumkan secara terbuka. Sumber internal mengonfirmasi bahwa Zidane adalah pilihan utama, dan pernyataan Diallo “Saya tahu siapa orangnya” kini terbukti akurat.
Latar Belakang Transisi
Deschamps, yang memimpin Les Bleus sejak 2012, akan mengakhiri masa jabatannya setelah Piala Dunia 2026. Selama 14 tahun, ia berhasil membawa Prancis meraih gelar Piala Dunia 2018, menjuarai final Euro 2016, serta mencapai final Piala Dunia 2022. Keputusan mundur Deschamps sesuai dengan kontrak yang telah disepakati sebelumnya, membuka ruang bagi generasi baru di kepelatihan.
Profil Zinedine Zidane
Zidane, yang kini berusia 53 tahun, kembali ke dunia kepelatihan setelah mengakhiri masa keduanya sebagai manajer Real Madrid pada tahun 2021. Rekam jejaknya di level klub mencakup tiga gelar Liga Champions secara beruntun bersama Real Madrid, serta sejumlah trofi domestik. Selama periode vakum, ia sempat dikaitkan dengan klub-klub besar Eropa, namun menolak tawaran demi menunggu peluang yang tepat.
Kesepakatan lisan yang tercapai mencakup detail teknis terkait struktur staf kepelatihan, jumlah personel pendukung, serta visi taktis yang akan dibawa ke tim nasional. Kedua belah pihak dilaporkan tengah menyelesaikan finalisasi kontrak sebelum penandatanganan resmi sesudah Piala Dunia 2026.
Harapan dan Tantangan
Jika resmi ditunjuk, Zidane akan mewarisi skuad yang dipenuhi bintang, termasuk Kylian Mbappé, Aurélien Tchouaméni, dan generasi muda yang tengah menanjak. Tantangan utama bagi sang pelatih baru adalah menjaga konsistensi performa Les Bleus di kompetisi internasional sekaligus mengintegrasikan pemain muda ke dalam formasi yang kompetitif.
Para analis menilai bahwa pengalaman Zidane dalam mengelola pemain kelas dunia di level klub dapat menjadi modal penting untuk mengatasi tekanan kompetisi internasional. Pengetahuan taktisnya, dikombinasikan dengan pemahaman budaya sepak bola Prancis, diharapkan memperkuat identitas tim nasional.
Reaksi Publik dan Media
Penggemar Prancis menyambut baik kabar ini. Di media sosial, banyak yang mengekspresikan dukungan kepada Zidane, bahkan beberapa pemain senior seperti Mbappé secara terbuka menyatakan kesiapan untuk bekerja sama. Media olahraga domestik menilai penunjukan Zidane sebagai langkah logis mengingat sejarah panjangnya bersama Timnas Prancis, baik sebagai pemain pada Piala Dunia 1998 maupun sebagai figur inspiratif bagi generasi baru.
Sementara itu, spekulasi mengenai peluang Zidane kembali ke klub, terutama Manchester United, kini mulai mereda. Fokus utama tampaknya beralih pada persiapan menjelang Piala Dunia 2026, di mana Zidane akan memimpin tim pada fase transisi terakhir sebelum mengambil alih penuh.
Prospek Jangka Panjang
Dengan Zidane di pucuk pimpinan, FFF menargetkan keberlanjutan prestasi Les Bleus hingga Piala Dunia 2030 dan Euro 2028. Rencana jangka panjang mencakup pengembangan akademi pemain muda, peningkatan sistem scouting, serta penyesuaian taktik modern yang mengedepankan fleksibilitas dan kecepatan.
Kesepakatan yang telah dicapai menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk menyiapkan struktur kepelatihan yang stabil dan berkelanjutan. Jika semua berjalan lancar, era baru kepelatihan Prancis dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam mengelola transisi kepemimpinan di level internasional.
Secara keseluruhan, penunjukan Zidane menandai babak baru dalam sejarah sepak bola Prancis. Dari pemain legendaris menjadi pelatih kepala, perjalanan Zidane kini melangkah ke panggung yang lebih besar, dengan harapan dapat menambah lembaran kejayaan Les Bleus di kancah dunia.
