IPD – 24 Maret 2026 | Paris – Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) telah mengonfirmasi bahwa mantan bintang Real Madrid, Zinedine Zidane, telah mencapai kesepakatan verbal untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Prancis setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Pengumuman ini menandai akhir era panjang Didier Deschamps yang akan pensiun pada musim panas 2026 setelah memimpin Les Bleus selama empat belas tahun.
Langkah Transisi yang Direncanakan
Presiden FFF, Philippe Diallo, menyatakan bahwa proses seleksi pengganti Deschamps telah selesai dan nama Zidane sudah masuk dalam daftar final. “Saya sudah mengetahui siapa yang akan memimpin tim, dan kami yakin profilnya memenuhi banyak kriteria serta dapat mendapatkan dukungan publik Prancis,” kata Diallo dalam sebuah wawancara dengan media Prancis.
Kesepakatan tersebut masih bersifat lisan, namun kedua belah pihak dikabarkan tengah menyelesaikan detail kontrak, termasuk struktur staf kepelatihan dan jumlah personel yang akan dibawa Zidane ke dalam tim nasional. Penandatanganan resmi diproyeksikan terjadi segera setelah Piala Dunia 2026 selesai.
Latar Belakang Zidane sebagai Pelatih
Zidane kembali ke panggung kepelatihan setelah mengundurkan diri dari Real Madrid pada 2021. Selama dua periode kepemimpinan di Santiago Bernabeu, ia berhasil membawa klub meraih tiga gelar Liga Champions beruntun (2016, 2017, 2018) serta dua trofi La Liga. Keberhasilan tersebut menempatkannya di antara pelatih elit dunia meski masa kariernya di level internasional masih terbatas.
Selama hampir lima tahun (lebih dari 1.700 hari) Zidane tidak menangani tim mana pun, namun ia terus menjadi incaran klub-klub besar Eropa. Menolak tawaran dari Manchester United dan klub lain, ia menunggu momen yang tepat untuk kembali ke arena kompetisi, dan peluang melatih Les Bleus dianggap sebagai tantangan terbesar dalam kariernya.
Deschamps dan Rencana Akhir
Didier Deschamps, yang memimpin Prancis sejak 2012, telah menyatakan niatnya untuk mengakhiri masa jabatan setelah Piala Dunia 2026. “Saya sudah di sini sejak 2012 dan akan berhenti setelah 2026. Kami tidak pernah ingin hal ini berakhir, namun tiba saatnya untuk mundur,” ujarnya dalam konferensi pers pada akhir 2025.
Prestasi Deschamps meliputi kemenangan Piala Dunia 2018, UEFA Nations League 2021, serta penampilan final di Piala Dunia 2022. Namun, harapan publik tetap tinggi untuk menutup era kepemimpinannya dengan satu gelar lagi.
Skuad Prancis yang Menanti
Jika Zidane resmi mengambil alih, ia akan mewarisi skuad generasi emas yang dipimpin oleh Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, Michael Olise, Rayan Cherki, dan talenta muda lain seperti Warren Zaire-Emery. Kombinasi antara pengalaman internasional pemain senior dan potensi pemain muda diharapkan menjadi modal kuat bagi Zidane dalam mempersiapkan Piala Dunia 2030.
Selain aspek taktis, kehadiran Zidane diharapkan dapat meningkatkan motivasi pemain, mengingat hubungan historisnya dengan para bintang Prancis sejak era 1998. Zidane pernah menjadi rekan setim Deschamps di tim nasional yang mengangkat trofi Piala Dunia pertama bagi Prancis.
Harapan Publik dan Media
Pengumuman tentang Zidane menjadi pelatih Les Bleus menyambut sorakan luas di media sosial dan forum sepak bola. Banyak pengamat menilai keputusan FFF sebagai langkah logis, mengingat keberhasilan Zidane di level klub dan kedekatannya dengan budaya sepak bola Prancis.
Namun, beberapa kritikus menyoroti kurangnya pengalaman Zidane dalam mengelola tim nasional, yang menuntut kemampuan menggabungkan pemain dari klub-klub berbeda dalam waktu singkat. Diskusi publik terus berlanjut mengenai strategi yang akan diadopsi Zidane, terutama dalam mengoptimalkan formasi ofensif yang menjadi ciri khasnya.
Dengan transisi yang dijadwalkan mulus, FFF berharap Les Bleus dapat melanjutkan dominasi di kancah internasional dan menyiapkan generasi berikutnya untuk tantangan Olimpiade, Nations League, serta Piala Dunia 2030.
Kesepakatan verbal antara Zidane dan FFF menandai babak baru dalam sejarah sepak bola Prancis, dimana legenda lapangan beralih menjadi arsitek taktik di bangku pelatih. Semua mata kini tertuju pada bagaimana Zidane akan memanfaatkan pengalaman klubnya untuk menata kembali Les Bleus dan mengembalikan kejayaan yang telah lama dinanti.
