IPD – 10 April 2026 | JAKARTA, 10 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca bahwa wilayah DKI Jakarta diprediksi akan dilanda hujan ringan hingga sedang mulai siang hingga sore hari Jumat. Peringatan ini muncul bersamaan dengan peningkatan kelembapan yang diperkirakan mencapai 85 persen di sebagian besar daerah kota, sehingga warga diimbau untuk menyiapkan payung dan menghindari aktivitas luar ruangan yang tidak penting.
Menurut data resmi BMKG, suhu udara pada pagi hari diperkirakan berada pada kisaran 24–29 derajat Celsius. Saat memasuki siang hari, suhu akan naik menjadi 27–30 derajat Celsius, sebelum menurun kembali menjadi 25–28 derajat Celsius pada malam hari. Perubahan suhu ini diiringi oleh pergerakan awan yang berasal dari arah barat laut, yang akan menurunkan intensitas sinar matahari dan menambah rasa lembap di atmosfer.
Model prediksi menunjukkan bahwa pada pagi hari, wilayah Jakarta Barat, Utara, Pusat, dan Timur akan berada dalam kondisi berawan tebal, sementara Kepulauan Seribu diprediksi berawan hingga hujan ringan. Menjelang siang, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan mengalami curah hujan ringan, dengan potensi hujan sedang di daerah Jakarta Timur dan Selatan. Pada sore hari, intensitas hujan diperkirakan mulai mereda, namun awan tebal tetap akan mendominasi langit hingga malam.
Berikut rangkuman singkat perkiraan cuaca per wilayah:
- Jakarta Barat: Berawan tebal pagi, hujan ringan siang, berawan kembali malam.
- Jakarta Utara: Berawan tebal pagi, hujan ringan siang, berawan tebal malam.
- Jakarta Pusat: Berawan tebal pagi, hujan ringan siang, berawan tebal malam.
- Jakarta Timur: Berawan tebal pagi, hujan sedang siang, berawan tebal malam.
- Jakarta Selatan: Berawan tebal pagi, hujan sedang siang, berawan tebal malam.
- Kepulauan Seribu: Hujan ringan sepanjang hari.
Angin diperkirakan berhembus ringan dari arah timur laut pada malam hari, dengan kecepatan yang tidak signifikan untuk menimbulkan gangguan besar. Namun, peningkatan kelembapan dan curah hujan dapat mempengaruhi kondisi lalu lintas, terutama di ruas-ruas utama seperti Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, dan kawasan Senayan yang sering menjadi pusat aktivitas komersial.
BMK G menekankan pentingnya kesiapsiagaan publik, khususnya bagi pekerja lapangan, pelajar, serta pengendara kendaraan pribadi dan umum. Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan diharapkan meningkatkan koordinasi untuk mengantisipasi potensi kemacetan serta memastikan keamanan penumpang di area stasiun kereta dan terminal bus.
Selain itu, pihak pengelola fasilitas publik seperti pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan area rekreasi terbuka juga disarankan untuk menyiapkan perlengkapan penanggulangan darurat, termasuk penyediaan tempat penampungan sementara bagi pengunjung yang terjebak dalam hujan lebat. Warga diimbau untuk selalu memperhatikan informasi terkini melalui kanal resmi BMKG, media massa, maupun aplikasi cuaca yang terpercaya.
Secara historis, pola hujan di Jakarta pada bulan April cenderung meningkat, sejalan dengan pergeseran pola angin muson. Tahun ini, fenomena El Nino yang diprediksi lemah di wilayah Jawa Timur tidak berpengaruh signifikan terhadap curah hujan di ibu kota, namun tetap menjadi faktor yang dipantau secara ketat oleh tim meteorologi.
Dengan memperhatikan prediksi ini, diharapkan masyarakat dapat menyesuaikan rencana kegiatan harian, mengurangi risiko kecelakaan akibat licinnya jalan, serta meminimalisir gangguan pada operasional bisnis dan layanan publik. Kesadaran kolektif dalam menghadapi perubahan cuaca menjadi kunci utama untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.
BMKG akan terus memantau perkembangan atmosferik dan memberikan pembaruan secara berkala. Warga diharapkan tetap waspada, menyiapkan perlengkapan hujan, dan mengikuti arahan otoritas setempat untuk memastikan kondisi kota tetap aman dan terkelola dengan baik.
