IPD – 03 April 2026 | UD Almería kembali menampilkan perjuangan kerasnya di Liga Segunda División pada pekan ke-33, namun harus menelan kekalahan 2-0 di kandang CD Castellón. Pertandingan yang berlangsung di SkyFi Castalia tersebut menjadi saksi kegagalan tim Rojiblanco dalam mengubah dominasi lawan menjadi peluang berbahaya. Sejak peluit awal, Almería dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan formasi tiga bek yang dipimpin oleh Nelson Monte, Fede Bonini, dan Rodrigo Ely, sementara sayap kiri dan kanan diisi oleh Daijiro Chirino serta Álex Centelles yang harus berlari keras baik dalam fase bertahan maupun menyerang.
Serangan Almería sempat muncul lewat Leo Baptistao dan Patrick Soko, namun tembakan mereka tidak mampu menembus pertahanan Castellón yang terorganisir. Pada menit ke-33, Ronaldo dari CD Castellón memanfaatkan sebuah tendangan bebas setelah Dion Lopy melakukan pelanggaran pada Álex Calatrava. Dari jarak menengah, Ronaldo menembakkan bola yang meluncur melewati penjaga gawang Andrés Fernández, membuka keunggulan pertama bagi tuan rumah.
Ketegangan meningkat pada menit ke-93 ketika sebuah umpan pendek dari belakang kembali berujung pada kesalahan Andrés Fernández yang tergelincir. Pablo Santiago, yang berada di posisi tepat, memanfaatkan kekacauan tersebut untuk mencetak gol kedua, sekaligus menutup pertandingan dengan skor 2-0. Selama pertandingan, wasit Mallo Fernández memberikan beberapa kartu kuning, termasuk kepada Ronaldo (CD Castellón) pada menit ke-37, serta kepada Daijiro Chirino, Federico Bonini, André Horta, dan Dion Lopy dari Almería. Tincho, pemain CD Castellón, diusir pada menit ke-89 setelah menerima kartu merah kedua.
Sementara di lapangan, di luar arena ada perkembangan penting yang melibatkan UD Almería. Klub tersebut baru-baru ini menanggapi tuduhan publik yang muncul di akun resmi Flamengo di platform X, di mana Flamengo mengklaim bahwa Almería berutang sekitar €1,8 juta selama 590 hari. UD Almería menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar dan menuduh Flamengo mengabaikan fakta penting, termasuk representasi formal yang telah dilakukan Almería terkait Konvensi Penghindaran Pajak Berganda antara Spanyol dan Brasil.
Menurut pernyataan resmi klub, mereka telah mengajukan argumentasi hukum yang kuat di hadapan Tribunal Arbitrase yang berwenang. UD Almería menilai bahwa publikasi klaim oleh Flamengo selama proses arbitrase masih berlangsung merupakan upaya yang tidak etis dan dapat memengaruhi proses penyelesaian sengketa secara adil. Klub menekankan komitmennya untuk mempertahankan posisi hanya melalui jalur hukum yang telah ditetapkan, mengingat pentingnya prinsip good faith dalam proses arbitrase.
Situasi ini menambah beban mental bagi para pemain dan staf Almería, yang harus menyeimbangkan fokus pada kompetisi liga dengan tekanan eksternal terkait masalah keuangan. Pelatih tim Rojiblanco, Pablo Hernández, diperkirakan akan meninjau kembali taktik pertahanan tiga bek yang dianggap kurang fleksibel dalam menghadapi serangan cepat Castellón. Kritik terhadap transisi antara pertahanan dan serangan menjadi sorotan utama, terutama mengingat kurangnya peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Almería menguasai bola lebih banyak, namun gagal menciptakan peluang bernilai. Total tembakan Almería mencapai 12 kali, namun hanya 3 di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, CD Castellón mencatat 6 tembakan dengan 4 di antaranya mengarah ke gawang, menunjukkan efisiensi serangan yang lebih tinggi. Kedua tim masing-masing mencatat satu pelanggaran kartu kuning pada pemain kunci mereka, menandakan intensitas pertandingan yang tinggi.
Di luar statistik, insiden kecil yang terjadi pada menit awal pertandingan, yaitu gangguan di tribun penonton, sempat menunda jalannya pertandingan. Meskipun tidak berujung pada konsekuensi serius, insiden tersebut menambah ketegangan di awal laga dan mungkin memengaruhi konsentrasi pemain Almería.
Kekalahan ini menempatkan UD Almería pada posisi yang lebih sulit dalam perebutan poin akhir musim. Dengan hanya tersisa beberapa pertandingan, setiap poin menjadi krusial untuk menghindari zona degradasi. Sementara itu, sengketa finansial dengan Flamengo dapat berpotensi memengaruhi kondisi keuangan klub, terutama bila proses arbitrase tidak berpihak pada Almería.
Kesimpulannya, UD Almería harus bangkit dari dua tantangan besar: memperbaiki performa di lapangan setelah kekalahan 2-0 melawan CD Castellón serta melanjutkan pertahanan hukum mereka terhadap klaim finansial Flamengo. Kedepannya, manajemen dan pelatih diharapkan dapat menyusun strategi yang lebih adaptif, baik dalam taktik permainan maupun dalam pengelolaan isu-isu off-field, demi menjaga stabilitas klub menjelang akhir musim.
