IPD – 25 Maret 2026 | Majalengka, 24 Maret 2026 – Sebuah Isuzu Elf berplat Z-7012-CN yang menampung sekitar dua puluh satu penumpang mengalami kecelakaan fatal pada Senin malam, 23 Maret 2026, sekitar pukul 23.05 WIB di Jalan Raya Panjalu‑Cikijing, tepatnya di Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul. Kendaraan tersebut terguling dan masuk ke dalam parit, menewaskan enam orang, termasuk sopir.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi mata dan pernyataan resmi kepolisian, kendaraan melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing. Jalan menurun dengan tikungan tajam dan pada saat itu licin akibat hujan yang baru saja turun. Pengemudi, Hasyim Adnan, 47 tahun, warga Kutawaluya, Karawang, diduga mengantuk dan kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang dari Karawang melalui Ciamis dan Pangandaran. Saat menembus Blok Maniis Tonggoh, kendaraan kehilangan kendali, oleng ke kanan, dan terjatuh ke dalam parit. Roda kendaraan berakhir mengangkat ke atas, menandakan kecelakaan berujung terguling.
Korban
Enam korban meninggal dunia, tiga diantaranya di RSUD Majalengka dan tiga lagi di RSUD Cideres. Identitas korban yang terkonfirmasi:
- Hasyim Adnan (47) – sopir.
- Ali (5) dan Nanda (1,5) – anak‑anak kecil dari Warudoyong Selatan, Karawang.
- Mala (35), Karwati (65) dan Desi (42) – warga Rengasdengklok Selatan, Karawang, yang dirujuk dari RSUD Talaga.
Selain itu, beberapa penumpang lain mengalami luka-luka, termasuk seorang kakek yang berada dalam kondisi kritis dan dirawat intensif.
Saksi dan Testimoni
Ratna Wulan, satu-satunya penumpang yang selamat, mengungkapkan bahwa rombongan keluarga tersebut memulai perjalanan pada Minggu, 22 Maret, dengan agenda ziarah ke Ciamis dan wisata ke Pangandaran. Menjelang malam, penumpang memperingatkan sopir untuk beristirahat karena belum sempat beristirahat. “Tadinya disuruh istirahat dulu, tapi sopirnya tetap melanjutkan karena mobilnya sudah ada yang menunggu,” ujar Ratna. Ia menambahkan bahwa jalan menjadi licin setelah hujan, dan sebagian penumpang sudah mengantuk karena kelelahan. Pada detik‑detik terakhir sebelum kecelakaan, Ratna mengaku kehilangan kesadaran setelah terbentur.
Pernyataan Kepolisian
Kasat Lantas Polres Majalengka, AKP Pandu Surya Renata, menyatakan bahwa kondisi jalan licin dan adanya kelelahan pengemudi menjadi faktor utama. “Pengemudi diduga dalam kondisi mengantuk dan kelelahan, sehingga kendaraan oleng ke kanan dan masuk ke dalam parit,” katanya.
Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi, menegaskan bahwa penyelidikan masih berlanjut, namun bukti di tempat kejadian, termasuk STNK dan SIM B I Umum sopir, telah diamankan. Ia juga mengingatkan seluruh pengendara, khususnya pemudik dan wisatawan, untuk tidak memaksakan diri saat lelah atau mengantuk, serta memanfaatkan pos pengamanan atau rest area terutama saat cuaca buruk.
Rekomendasi Keselamatan
Pihak kepolisian menambahkan beberapa langkah preventif:
- Istirahat secara berkala setiap dua jam atau setiap 150 km perjalanan.
- Menggunakan kursi penumpang yang dilengkapi sabuk pengaman, terutama untuk anak kecil.
- Mengurangi kecepatan pada jalan menurun, berkelok tajam, atau saat kondisi jalan basah.
- Menghindari mengemudi setelah mengkonsumsi obat atau minuman yang dapat menurunkan kewaspadaan.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para pengendara, terutama pada masa mudik dan liburan akhir pekan, bahwa kelelahan dan mengantuk dapat berakibat fatal. Penegakan hukum terhadap pelanggaran keselamatan berkendara diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik.
Hasil penyelidikan selanjutnya akan diumumkan oleh Polres Majalengka dalam beberapa hari ke depan.
