IPD – 13 April 2026 | Thomas Lemar kembali mencuri perhatian publik sepak bola dunia setelah mencatatkan rekor asist terbanyak pada fase knockout Liga Champions musim ini. Menghiasi seragam AS Monaco, gelandang berusia 21 tahun ini berhasil memberikan empat assist secara berurutan dalam empat pertandingan knockout, menempatkannya sejajar dengan legenda Spanyol Andres Iniesta yang terakhir kali mencatat prestasi serupa pada Mei 2011.
Prestasi Lemar muncul pada babak semifinal melawan Juventus, tim yang dikenal memiliki pertahanan solid dan rekor kebobolan terpanjang dalam kompetisi (531 menit tanpa kebobolan). Sementara Juventus mengandalkan disiplin taktik Massimiliano Allegri, Monaco menyiapkan serangan cepat yang dipimpin oleh Lemar sebagai pengatur tempo. Lemar tidak hanya menyuplai bola kepada rekan satu tim, tetapi juga terlibat dalam transisi balik yang menghasilkan peluang berbahaya bagi Kylian Mbappé, penyerang muda yang menjadi joint top scorer fase knockout.
Statistik Opta mengungkap bahwa Lemar menjadi pemain pertama sejak Iniesta yang berhasil memberikan assist di empat pertandingan knockout beruntun. Empat gol yang dihasilkannya berasal dari umpan-umpan terobosan di sayap kanan, diagonal panjang, dan set-piece yang akurat. Keberhasilan ini menambah dimensi baru pada serangan Monaco, yang selama ini mengandalkan kecepatan Mbappé serta kreativitas pemain sayap lainnya.
Selain kontribusi asist, Lemar juga menunjukkan kemampuan defensif yang cukup baik. Meskipun Monaco telah mengizinkan 16 gol dalam kompetisi – angka tertinggi di antara semifinalis – peran Lemar dalam membantu menutup ruang tengah dan menekan lawan menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan tim. Pada pertandingan melawan Juventus, Lemar berhasil merebut dua bola di lini tengah, memaksa lawan untuk bermain lebih terbuka dan membuka celah bagi rekan setimnya.
Keberhasilan Lemar tidak lepas dari perjalanan kariernya yang dimulai di Saint-Étienne, klub asalnya sebelum pindah ke Monaco pada musim 2022/2023. Sejak saat itu, ia secara konsisten meningkatkan angka umpan kunci, mencatat rata-rata 2,3 umpan tepat per menit dalam fase grup dan naik menjadi 3,1 pada fase knockout. Perkembangan ini membuatnya menjadi sorotan utama bagi klub-klub top Eropa, meski Monaco masih bertekad mempertahankan skuad inti demi meraih trofi Liga Champions.
Para analis tak hanya memuji performa Lemar di lapangan, tetapi juga menyoroti kedewasaan mentalnya. Dalam beberapa wawancara pasca pertandingan, Lemar mengakui pentingnya fokus pada proses tim daripada tekanan pribadi. Ia menegaskan bahwa setiap assist bukan hanya hasil kerja kerasnya, melainkan sinergi antara semua pemain di lini serang Monaco.
Dengan pertandingan balik melawan Juventus yang dijadwalkan pada pekan depan, ekspektasi publik meningkat. Juventus, yang belum kebobolan melalui permainan terbuka selama sepuluh pertandingan Liga Champions, akan mengandalkan pertahanan berlapis. Namun, Lemar diprediksi akan terus menjadi otak kreatif yang menembus pertahanan lawan, terutama melalui umpan-umpan melayang di area penalti.
Jika Monaco berhasil memanfaatkan keunggulan lemparan bebas Lemar dan kreativitasnya, peluang tim Prancis tersebut untuk melaju ke final semakin terbuka lebar. Sebaliknya, kegagalan dalam memanfaatkan momen kritis dapat memberi Juventus ruang untuk mengendalikan tempo pertandingan.
Secara keseluruhan, Thomas Lemar telah memperlihatkan bahwa usia muda bukan halangan untuk menjadi pemain kunci dalam kompetisi elit. Kontribusinya sebagai pembuat assist utama pada fase knockout menegaskan posisi pentingnya di lini tengah Monaco dan menambah daya tarik kompetisi Liga Champions menjelang putaran final.
