IPD – 13 April 2026 | Monte Carlo, Monako – Turnamen ATP Masters 1000 pertama pada musim tanah liat Eropa berakhir dengan sorotan pada Jannik Sinner (Italia) yang berhasil mengalahkan Carlos Alcaraz (Spanyol) dalam final berstatus “Sincaraz”. Sinner menjuarai Monte Carlo Masters dengan skor 7-6(5), 6-3, sekaligus merebut kembali peringkat No.1 dunia pada tanggal 12 April 2026.
Pertandingan final berlangsung di Monte Carlo Country Club dengan kondisi angin kencang yang memengaruhi ritme permainan. Kedua pemain sempat terpaksa menyesuaikan servis dan pukulan dasar, namun Sinner mampu memanfaatkan peluang pada fase tie‑break set pertama, mengamankan kemenangan pada poin krusial setelah Alcaraz melakukan dua kesalahan ganda. Set kedua dimulai dengan keunggulan Alcaraz 1-0, namun Sinner bangkit dari defisit 1-3, menahan 45 kesalahan tidak dipaksa lawan, dan menutup pertandingan dengan satu poin pertandingan pada forehand panjang Alcaraz.
Setelah kemenangan, Sinner mengungkapkan rasa bahagianya: “Kembali menjadi No.1 berarti banyak bagi saya. Saya sangat senang memenangkan gelar besar di permukaan ini, karena belum pernah saya lakukan sebelumnya.” Alcaraz, yang sebelumnya memegang rekor 17 kemenangan beruntun di tanah liat, mengakui kesulitan menghadapi kondisi berangin dan menilai dirinya perlu meningkatkan konsistensi pada pertandingan penting.
Penilaian pemain oleh Express Sport memberikan gambaran performa secara kuantitatif. Sinner menerima nilai sempurna 10/10, menyoroti kemampuan adaptasi cepat pada tanah liat meski ini merupakan permukaan terlemah baginya. Alcaraz memperoleh 9/10, dihargai karena dominasi sepanjang turnamen kecuali pada final. Alexander Zverev, yang berhasil melaju ke semifinal pertamanya di Monte Carlo dalam empat tahun, mendapat 7/10 setelah harus mengatasi hampir kekalahan dalam pertandingan pembuka melawan Cristian Garin.
- Jannik Sinner: 10/10 – Menang tanpa turun set di Indian Wells, Miami, dan Monte Carlo; mengalahkan Alcaraz di tie‑break.
- Carlos Alcaraz: 9/10 – Menjaga performa konsisten hingga final, namun gagal menahan tekanan pada set penentu.
- Alexander Zverev: 7/10 – Menunjukkan ketangguhan melawan Garin, namun masih terhambat dalam menghadapi pemain top.
Turnamen ini juga menyaksikan kejutan besar di babak pertama. Daniil Medvedev (seed #7) tersingkir dengan skor telak 6-0, 6-0, sementara mantan juara Stefanos Tsitsipas mengalami kekalahan pertamanya di Monte Carlo. Cameron Norrie menjadi satu-satunya pemain Britania di draw, namun harus mengundurkan diri di putaran kedua. Di sisi lain, talenta muda Joao Fonseca mencuri perhatian dengan penampilan mengesankan meski belum menembus babak akhir.
Keberhasilan Sinner menambah daftar eksklusif pemain yang memenangkan empat Masters 1000 berturut‑turut, sejalan dengan Novak Djokovic (2015) dan Rafael Nadal (banyak kali). Ia kini bergabung dengan duo legenda tersebut dalam mencatatkan rekor “Sunshine Double” (Indian Wells–Miami) serta menambahkan Monte Carlo ke dalam koleksi, menjadikannya pemain ketiga dalam sejarah yang menjuarai keempat turnamen Masters 1000 secara berurutan.
Di sela kemenangan, Sinner menyempatkan diri memberi penghormatan kepada Putra dan Putri Monaco, mengapresiasi dukungan lokal dan atmosfer istimewa di kota kecil namun megah ini. Penampilannya mendapat pujian dari rekan-rekan sesama pemain; Alexander Zverev menyebut Sinner “seperti tembok” yang tak mudah ditembus.
Dengan peringkat No.1 kembali di tangannya, Sinner kini menatap musim Grand Slam berikutnya dengan optimisme tinggi. Sementara Alcaraz bertekad memperbaiki permainan dan kembali menantang posisi teratas, persaingan di puncak tenis dunia tampak semakin intens.
Kesimpulannya, Monte Carlo Masters 2026 tidak hanya menjadi panggung debut Sinner di tanah liat, tetapi juga menandai pergantian kepemimpinan dalam tenis pria. Pertandingan final yang sengit, penilaian pemain yang beragam, serta kejutan di babak awal menambah daya tarik turnamen ini, menegaskan Monte Carlo sebagai ajang penting dalam kalender ATP.
