IPD – 31 Maret 2026 | Kontroversi lama tentang perceraian antara Salmafina Sunan dan Taqy Malik kembali mengemuka setelah istri Taqy, Sherel Thalib, menuding narasi legging sebagai hoaks di media sosial. Pada awal Maret 2026, Sherel mengunggah pernyataan di platform Threads, mengungkapkan rasa risihnya terhadap penyebaran cerita yang menuduh suaminya terlibat dalam kasus legging yang konon menjadi pemicu perpisahan pasangan selebritas itu.
“Jujurly risih juga lama‑lama sama orang yang kemakan hoax media tentang masa lalu suami cerai perkara legging,” tulis Sherel dalam unggahan yang segera menjadi viral. Ia menegaskan bahwa banyak informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar dan menuntut klarifikasi publik.
Reaksi Salmafina Sunan tidak kalah tajam. Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagramnya, ia menanggapi tuduhan tersebut dengan nada keras, menyoroti perubahan penampilan dan gaya hidupnya sejak perceraian. “Kalian bayangin enggak, waktu tahun itu, di saat aku bercerai, kalau pun aku speakup akankah kalian percaya sama seorang Salmafina yang dulunya enggak berhijab, terus tiba‑tiba berhijab, terus dicerain sama suami yang katanya masyaallah banget?” ujarnya, menambah ketegangan di antara para pihak.
Ayah Salmafina, Sunan Kalijaga, yang sebelumnya sempat menegur Taqy Malik pada Oktober 2025, kembali muncul di sorotan publik. Melalui unggahan di Instagram, ia meminta wartawan tidak menjeratnya dalam polemik keluarga. “Mohon maaf teman‑teman wartawan, gue tidak berkenan menanggapi terkait persoalan @salmafinasunan,” tulisnya. Namun, tak lama kemudian ia menambahkan sindiran yang menyentil mantan menantunya tanpa menyebutkan nama secara eksplisit: “Gue rasa orang se‑Indonesia sudah tahu seperti apa sebenarnya mantan anak gue.”
Pernyataan Sunan Kalijaga ini menambah lapisan emosional pada konflik yang sudah berlarut. Pada Oktober 2025, ia pernah mengungkapkan kekecewaannya karena Taqy Malik tidak pernah menghubungi keluarga untuk meminta maaf, bahkan menyebutkan tindakan Taqy menyakiti hati anaknya dan orang tua mereka. “Ada masalah kamu TM sama saya dan istri saya. Kamu menyakiti anak saya, kamu menyakiti hati kita orang tuanya. Jadi jangan kamu bilang kamu enggak ada masalah sama kita,” tegasnya dalam sebuah wawancara.
Sementara itu, Salmafina Sunan memilih pendekatan yang lebih damai. Ia menghubungi mantan suaminya dan menyampaikan permintaan maaf secara pribadi, meskipun hubungan keluarga masih terasa tegang. Upaya ini tampak sebagai upaya meredakan kepanikan publik, namun masih belum menghilangkan rasa sakit yang dirasakan oleh pihak-pihak terkait.
Penggunaan istilah “legging” dalam konteks perceraian menjadi titik fokus karena dianggap sebagai simbol moralitas publik yang dipertanyakan. Media sosial berperan sebagai arena utama penyebaran narasi, dengan pengguna memperdebatkan kebenaran cerita tersebut. Beberapa netizen berargumen bahwa isu legging hanyalah bahan gosip yang dilebih‑lembihkan, sementara yang lain menganggapnya sebagai bukti perilaku tidak pantas dalam rumah tangga selebritas.
Secara umum, dinamika ini mencerminkan bagaimana permasalahan pribadi dapat meluas menjadi perdebatan publik di era digital. Keterlibatan tokoh publik seperti Sherel Thalib, Salmafina Sunan, dan Sunan Kalijaga memperlihatkan bahwa konflik pribadi tidak lagi dapat dipisahkan dari sorotan media sosial, di mana setiap pernyataan dapat menjadi viral dalam hitungan menit.
Kesimpulannya, perseteruan yang berawal dari perceraian pada 2024‑2025 kini kembali terbangun kembali karena tuduhan legging yang dipertanyakan oleh Sherel Thalib. Reaksi keras dari Salmafina dan sindiran tajam Sunan Kalijaga menandai bahwa luka lama masih belum sepenuhnya sembuh. Situasi ini menegaskan pentingnya verifikasi fakta di media sosial serta perlunya pendekatan yang lebih sensitif dalam mengangkat isu pribadi tokoh publik.
