SBY Kenang Hendropriyono: Dari Mentor Militer hingga Kontroversi Hoax Kematian

IPD – 03 April 2026 | Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), baru-baru ini mengungkapkan kenangan mendalamnya tentang mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Amri (A.M.) Hendropriyono, yang tidak hanya berperan sebagai mentor di masa militer tetapi juga menjadi sosok penting dalam dinamika politik dan keamanan Indonesia.

Dalam kunjungan resmi ke Kraton Majapahit pada 31 Maret 2026, SBY menyebut Hendropriyono sebagai figur pembimbingnya ketika masih menjabat sebagai mayor atau letnan kolonel. Pada saat itu, Hendropriyono telah memegang pangkat brigadir jenderal dan memimpin sejumlah operasi penting. Meskipun perbedaan senioritas, Hendropriyono memberi kesempatan berharga kepada SBY dan rekan-rekannya, termasuk Agus Wirahadikusuma, untuk terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan pertemuan puncak Gerakan Nonblok pada tahun 1992, yang menandai peran Indonesia di kancah internasional.

SBY menuturkan bahwa pengalaman tersebut memperkaya pemahamannya tentang diplomasi militer, interaksi dengan pemimpin dunia, serta strategi keamanan dalam konteks domestik. “Itu menjadi kenangan indah saya. Oleh karena itu, saya berani mengatakan bahwa Pak Hendro juga mentor kita,” ujar SBY dalam pernyataannya.

Selain peran mentor, Hendropriyono juga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam penegakan keamanan Jakarta pada era akhir 1990-an. Saat menjabat Asisten Operasi Kasdam Jaya, ia bersama SBY melakukan pemantauan udara menggunakan helikopter untuk mengawasi situasi keamanan ibu kota yang memanas. Kedua tokoh tersebut juga pernah turun langsung ke lapangan, meninjau kawasan pusat kota, dan menilai kondisi strategis secara real time.

Hubungan profesional antara SBY dan Hendropriyono tidak berhenti pada masa militer. Pada tahun 2000-an, ketika SBY dipercaya memimpin wilayah Yogyakarta sebagai Komandan Korem, Hendropriyono hadir memberikan dukungan moral dan politik, menegaskan ikatan persahabatan yang tetap terjaga meski kedua tokoh kini berada di arena politik yang berbeda.

Di sisi lain, nama Hendropriyono kembali menjadi sorotan publik pada Mei 2019 ketika sebuah akun Facebook menyebarkan kabar bahwa ia telah meninggal dunia di Singapura. Berita palsu tersebut dilengkapi foto keranda di Istana Merdeka yang ternyata merupakan hasil manipulasi digital. Keterangan menambahkan bahwa Hendropriyono adalah “pembantai rakyat” dan mengajak publik untuk tidak mempercayai laporan tersebut.

Investigasi kemudian mengungkap sejumlah kejanggalan: pada hari yang sama, Hendropriyono terlihat sedang mengamati pelatihan anjing pengamanan di sekitar kediamannya dan menyatakan kesiapan anjing-anjing tersebut untuk membantu pengamanan pemilu 2019. Foto keranda yang dipublikasikan ternyata pernah diunggah di akun Twitter Mahfud MD pada Mei 2019, namun tanpa latar belakang keranda. Fakta ini menegaskan bahwa kabar kematian Hendropriyono adalah hoax belaka, yang berhasil dibantah oleh pihak terkait.

Kasus hoax ini menyoroti tantangan informasi di era digital, di mana penyebaran rumor dapat menggerogoti reputasi tokoh publik. Hendropriyono, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan (1996-1998) dan memimpin BIN pada periode kritis, kini harus menghadapi narasi negatif yang tidak berdasar.

Secara keseluruhan, perjalanan karier Hendropriyono mencerminkan kompleksitas peran militer, intelijen, dan politik di Indonesia. Dari mentor bagi SBY, hingga sosok yang menjadi target hoax, ia tetap menjadi bagian penting dalam sejarah keamanan nasional. Kejadian terbaru menegaskan pentingnya verifikasi fakta sebelum menyebarkan informasi, terutama mengenai tokoh-tokoh publik yang memiliki pengaruh luas.

Kesimpulannya, hubungan profesional antara SBY dan Hendropriyono menunjukkan nilai penting mentoring dalam dunia militer dan politik, sementara penyebaran hoax tentang kematiannya menegaskan perlunya literasi media yang kuat di masyarakat. Kedua hal ini sekaligus memperkuat pemahaman publik akan peran strategis Hendropriyono dalam mengarahkan kebijakan keamanan Indonesia.

Leave a Comment