Saham dan Investasi: BCA Lanjutkan Buyback Saham, MR D.I.Y Bagi Dividen Rp 440 Miliar

IPD – 11 Juni 2026 | PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melanjutkan realisasi program pembelian kembali (buyback) saham yang telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Manajemen menyatakan pelaksanaan buyback merupakan lanjutan program yang sebelumnya telah terealisasi pada April 2026. Nilai buyback yang disiapkan mencapai maksimal Rp 5 triliun, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengatakan buyback ini menjadi bentuk keyakinan perseroan terhadap prospek pasar modal RI di tengah dinamika global yang masih berlangsung. Pelaksanaan buyback berlangsung selama 12 bulan sejak 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027. Namun, perseroan memiliki opsi untuk mengakhiri program lebih cepat dengan tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, peritel modern PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) mengumumkan pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 40% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Pada tahun buku 2025, perusahaan yang dikenal dengan merk MR.D.I.Y ini mencatat laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun dengan pendapatan mencapai Rp 7,9 triliun.

Di sisi lain, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 743 miliar pada kuartal pertama tahun 2026, mengalami kenaikan sebesar 74% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp 542 miliar, mengalami lonjakan sebesar 317% dibandingkan tahun sebelumnya.

Starbucks dilaporkan sedang membahas sejumlah opsi untuk bisnisnya di Jepang, termasuk menjual saham kepada investor ekuitas swasta atau publik. Laporan itu menyebutkan bahwa penjualan saham dapat menarik minat pelaku industri atau perusahaan ekuitas swasta dan nilainya dapat mencapai 400 hingga 500 miliar yen, atau sekitar 2,5 hingga 3,1 miliar dolar AS.

BYD merupakan produsen mobil terbesar keenam di dunia tahun lalu, tetapi perusahaan itu tidak puas hanya membangun lebih banyak mobil daripada Ford, BYD ingin menjadi produsen mobil terbesar di dunia, mengungguli Volkswagen Group dan Toyota. Pimpinan perusahaan Wang Chuanfu mengatakan dalam lima tahun ke depan, merek tersebut bisa menjadi produsen mobil terbesar di dunia.

Kesimpulan, beberapa perusahaan seperti BCA, MR D.I.Y, CBDK, Starbucks, dan BYD telah membuat keputusan strategis untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas bisnis mereka. BCA melanjutkan buyback saham, MR D.I.Y membagi dividen, CBDK mencatatkan pendapatan yang tinggi, Starbucks membahas opsi untuk bisnis di Jepang, dan BYD berambisi menjadi produsen mobil terbesar di dunia.

Leave a Comment