IPD – 15 Juni 2026 | Piala Dunia 2026 telah menjadi ajang yang sangat dinantikan bagi pecinta sepak bola di seluruh dunia. Namun, di balik keseruan pertandingan, terdapat tantangan yang cukup berat bagi tim-tim yang berpartisipasi, terutama dalam hal perjalanan dan biaya. Dalam beberapa hari terakhir, berita tentang biaya tambahan bahan bakar tiket internasional yang naik lagi telah menjadi perbincangan hangat.
Dua maskapai penerbangan utama Jepang, All Nippon Airways (ANA) dan Japan Airlines (JAL), mengumumkan akan menaikkan biaya tambahan bahan bakar untuk tiket internasional yang diterbitkan mulai Juli. Biaya tambahan untuk penerbangan satu arah ke Amerika Utara atau Eropa dari Jepang akan meningkat dari tarif bulan Juni sebesar 9.000 yen, atau sekitar 56 dolar AS, menjadi 65.000 yen, atau sekitar 406 dolar AS.
Di sisi lain, Piala Dunia 2026 juga menghadirkan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk pertama kalinya, turnamen diikuti 48 negara dan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Beberapa tim bahkan harus menempuh ribuan kilometer hanya untuk memainkan tiga pertandingan awal mereka.
Salah satu contoh adalah Brasil. Tim asuhan Carlo Ancelotti memilih bermarkas di Morristown, New Jersey, dekat pusat latihan baru milik klub MLS, New York Red Bulls. Keputusan itu terbukti menguntungkan karena seluruh laga fase grup mereka dimainkan di kawasan Pantai Timur Amerika Serikat. Alhasil, Brasil hanya perlu menempuh sekitar 3.730 kilometer selama fase grup, termasuk perjalanan pulang-pergi dari markas tim menuju stadion pertandingan.
Sementara itu, tim debutan Curacao menjadi negara dengan beban perjalanan terberat sepanjang fase grup. Curacao memilih Boca Raton, Florida, sebagai markas mereka selama turnamen. Namun, lokasi pertandingan membuat mereka harus menempuh total perjalanan hingga 10.122 kilometer. Rata-rata, mereka harus melakukan perjalanan lebih dari 1.500 kilometer untuk setiap pertandingan.
Industri pariwisata Amerika Serikat juga belum merasakan lonjakan pengunjung yang diharapkan dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Tingginya harga tiket pertandingan, biaya perjalanan, serta kendala visa membuat permintaan hotel dan penerbangan menuju kota-kota tuan rumah masih lemah. Sejumlah hotel bahkan terpaksa menurunkan tarif kamar karena jumlah suporter yang datang lebih sedikit dari perkiraan.
Penurunan lebih tajam terjadi untuk penerbangan menuju New York, lokasi final Piala Dunia pada 19 Juli, yang anjlok 15,8 persen secara tahunan. CEO Hotel Association of New York City Vijay Dandapani mengatakan kondisi tersebut jauh di bawah ekspektasi pelaku industri.
Dalam beberapa hari terakhir, momen-momen tak terduga juga terjadi di balik layar Piala Dunia 2026. Seperti yang terjadi pada Lamine Yamal, bintang tim nasional Spanyol dan klub Barcelona, yang lolos dari jebakan Javi, rekan setimnya di Barcelona dan tim nasional. Momen tersebut terjadi saat mereka sedang dalam perjalanan menuju Amerika Serikat sebagai persiapan untuk mengikuti putaran final Piala Dunia 2026.
Di akhir artikel ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Piala Dunia 2026 bukan hanya tentang pertandingan sepak bola, tetapi juga tentang tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh tim-tim yang berpartisipasi. Dari biaya tambahan bahan bakar tiket internasional yang naik lagi hingga beban perjalanan yang berat, semua itu menjadi bagian dari cerita di balik Piala Dunia 2026.
