IPD – 11 Juni 2026 | Provinsi Sumatra Utara (Sumut) mengalami pemadaman listrik bergilir yang cukup sering. Pemadaman listrik ini dapat berlangsung hingga 4 jam sehari. Menurut warga Deli Serdang, Nina, pemadaman listrik ini masih terjadi hingga saat ini. "Masih ada mati lampu sampai sekarang, pernah sampai 4 jam," ungkap Nina.
Waktu pemadaman listrik tidak menentu, kadang berlangsung dari pagi hingga menjelang siang, dan seringkali terjadi menjelang magrib hingga tengah malam. "Mana cuaca lagi panas, kalau mati lampu gerah sekali rasanya," tambahnya.
Nur, warga Simpang Limun, Medan, juga mengalami pemadaman listrik yang sama. "Masih ada juga, dua jam kadang lebih," ujarnya. Nina mendapatkan informasi bahwa pemadaman bergilir ini masih terjadi karena proses perbaikan akibat dampak dari blackout yang terjadi pada bulan Mei lalu masih dalam tahap penyelesaian.
Blackout yang terjadi pada bulan Mei lalu disebabkan oleh gangguan pada sistem transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai yang terletak di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, akibat cuaca yang tidak mendukung. Wilayah Aceh dan Sumatra Utara merupakan daerah yang paling merasakan dampak dari peristiwa tersebut.
Aliran listrik di kedua wilayah itu mulai pulih secara bertahap hingga keesokan harinya. Namun, tiga pekan setelah kejadian tersebut, masyarakat di beberapa daerah di Sumatra Utara mulai mengeluhkan pemadaman listrik yang masih sering terjadi.
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pemadaman lampu selama satu jam pada Sabtu, 13 Juni 2026, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup. Pemadaman lampu ini akan dilakukan di sejumlah ruas jalan, gedung pemerintah, hingga ikon kota Jakarta.
Perbaikan mesin dan pipa distribusi yang pecah milik Perumda Tirtanadi Medan telah selesai diperbaiki. Air mulai disalurkan secara bertahap. Namun, air disebut bakal keruh di awal-awal keran dibuka pasca perbaikan.
Kerusakan mesin dan pipa distribusi tersebut disebabkan oleh pemadaman listrik yang berulang kali terjadi beberapa waktu terakhir. Dirut PDAM Tirtanadi Ardian Surbakti mengatakan bahwa matinya IPAM Deli Tua karena beberapa komponen mesin rusak.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah pemadaman listrik yang berkepanjangan sangat mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat. Banyak warga yang berharap agar perbaikan dapat segera diselesaikan agar mereka tidak lagi mengalami ketidaknyamanan akibat pemadaman listrik yang berkepanjangan.
