IPD – 22 Juni 2026 | Pemadaman listrik bergilir terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Karanganyar dan Sukoharjo. Pemadaman ini menyebabkan warga mengeluh karena aktivitas sehari-hari mereka terganggu.
Menurut PLN ULP Karanganyar, pemadaman listrik massal di Karanganyar pada Senin, 22 Juni 2026, dipicu kecelakaan truk rem blong yang menabrak tiang listrik hingga roboh sejak pukul 02.04 WIB dini hari. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan serius pada jaringan listrik, termasuk robohnya tiang listrik jenis C12 350 dan rusaknya konstruksi CC8 sehingga petugas harus melakukan recovery.
Sementara itu, PLN ULP Sukoharjo mengumumkan pemadaman listrik bergilir pada Senin, 22 Juni 2026, berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga malam hari secara bergilir di sejumlah wilayah Sukoharjo dan Karanganyar. Pemadaman dijadwalkan berlangsung bergilir sejak pagi hingga malam hari, dengan durasi estimasi sekitar tiga jam di masing-masing lokasi terdampak.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyorot pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Indonesia yang merugikan masyarakat. Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, mengatakan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang menopang kehidupan, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi.
YLKI memahami bahwa gangguan teknis dapat terjadi dalam sistem kelistrikan. Namun, pemadaman yang berulang menunjukkan adanya persoalan yang harus dievaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi keandalan pembangkit, jaringan distribusi, manajemen risiko, maupun tata kelola pelayanan.
Kualitas hidup dan kepastian hak konsumen terganggu ketika terjadi pemadaman listrik bergilir. Konsumen, tegas Rio, tidak boleh terus menjadi pihak yang menanggung kerugian akibat lemahnya sistem. PLN sebagai penyedia layanan listrik memiliki kewajiban memastikan pelayanan yang andal sesuai standar mutu pelayanan yang telah ditetapkan pemerintah.
YLKI juga mempertanyakan tanggung jawab PLN terhadap konsumen yang terdampak pemadaman listrik bergilir. Dalam jadwal yang diumumkan PLN, pemadaman pertama akan dimulai pukul 09.00 WIB dengan estimasi durasi sekitar tiga jam. Wilayah yang terdampak antara lain: Sukoharjo dan Karanganyar.
Warga di wilayah tersebut diminta mengantisipasi kemungkinan terganggunya aktivitas rumah tangga maupun usaha selama pemadaman berlangsung. Dalam menghadapi pemadaman listrik bergilir, masyarakat diharapkan dapat memahami dan mengikuti informasi dari PLN serta melakukan antisipasi untuk mengurangi dampak pemadaman.
Kesimpulan, pemadaman listrik bergilir di Karanganyar dan Sukoharjo menyebabkan warga mengeluh karena aktivitas sehari-hari mereka terganggu. YLKI menyorot pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Indonesia yang merugikan masyarakat dan mempertanyakan tanggung jawab PLN terhadap konsumen yang terdampak.
