Pelatih Mauritania Doakan Messi Kembali Angkat Trofi Piala Dunia Usai Kalah 1-2 dari Argentina

IPD – 29 Maret 2026 | Setelah laga persahabatan internasional yang digelar pada Sabtu, 28 Maret 2026 di Stadion Alberto Jose Armando, Buenos Aires berakhir dengan kemenangan tipis Argentina 2-1 atas Mauritania, perhatian tak hanya tertuju pada hasil akhir. Pelatih timnas Mauritania, Aritz Lopez Garai, memanfaatkan momen pasca pertandingan untuk menyampaikan harapan pribadi kepada kapten Albiceleste, Lionel Messi.

Garai, yang mengawali kariernya di dunia kepelatihan dengan pengalaman melatih klub-klub di Spanyol dan Amerika Selatan, mengaku sangat terkesan dengan dedikasi Messi. “Kami berpelukan setelah pertandingan, dan saya menyampaikan harapan saya agar dia tidak pernah pensiun,” ungkap Garai dalam wawancara singkat di lapangan. “Saya ingin Messi terus bermain di level tertinggi dan, jika memungkinkan, kembali membawa Piala Dunia ke Argentina.”

Harapan tersebut muncul di tengah spekulasi mengenai masa depan Messi, yang kini berusia 36 tahun. Meskipun masih menjadi figur sentral dalam skuad Argentina, pertanyaan tentang kebugaran dan motivasi jangka panjangnya sering menjadi perbincangan media. Aritz Lopez Garai menegaskan, “Jika dia bisa membawa Piala Dunia lagi ke Argentina, biarkan dia melakukannya,” menambahkan bahwa keinginan tersebut selaras dengan ambisi Argentina menjelang Piala Dunia FIFA 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Utara.

Sementara itu, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menyatakan ketidakpuasannya terhadap performa tim meski berhasil mengamankan tiga poin. “Hari ini tim tidak tampil baik. Kami harus bekerja keras lagi dan melakukan perbaikan,” kata Scaloni melalui pernyataan resmi AFA. Statistik Fotmob menunjukkan Argentina menciptakan tujuh peluang tembakan ke gawang dengan empat tepat sasaran, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan 11 peluang Mauritania, yang juga menghasilkan empat tembakan tepat sasaran.

Skor akhir 2-1 diraih berkat gol Enzo Fernández pada menit ke-17 dan Nico Paz pada menit ke-32. Gol balasan Mauritania dicetak oleh Jordan Lefort pada menit tambahan akhir babak kedua (90+4). Meski kemenangan terasa tipis, Scaloni mengingatkan pentingnya konsistensi, terutama menjelang turnamen besar yang tinggal dua bulan lagi.

Pada sisi lain, kiper asal Argentina, Emiliano Martínez, memberikan kritik tajam terhadap penampilan timnya. “Kami beruntung tidak menghadapi Spanyol di Finalissima. Jika kami bermain seperti ini, kami pasti kalah,” ujar Martínez dalam konferensi pers pasca laga. Ia menilai Argentina kurang intensitas dan totalitas, meskipun berhasil mengamankan kemenangan. Martínez menekankan bahwa setiap pertandingan, termasuk laga persahabatan, harus dihadapi dengan semangat maksimal.

Meski terdapat perbedaan pandangan antara pelatih dan pemain, satu hal tetap jelas: harapan akan masa depan Messi tidak pernah surut. Selama karier internasionalnya, Messi telah mengukir sejarah dengan tiga penghargaan Ballon d’Or, dua gelar Piala Dunia (2022 dan 2014), serta banyak trofi klub bersama Paris Saint‑Germain dan sebelumnya Barcelona. Daftar prestasi Messi yang mengesankan dapat dilihat pada tabel berikut:

TurnamenTahunPrestasi
Piala Dunia FIFA2014, 2022Juara
Copa América2021Juara
UEFA Champions League2006, 2009, 2011, 2015Juara
Liga Spanyol2005‑2021Juara (10 kali)

Dengan rekam jejak tersebut, harapan Garai bukan sekadar kata-kata motivasi, melainkan sebuah doa yang mencerminkan rasa hormat dan kekaguman terhadap legenda sepak bola modern. Jika Messi dapat menambah satu lagi gelar Piala Dunia, ia akan menutup karier internasionalnya dengan catatan yang hampir tak tertandingi.

Pada akhirnya, meski Argentina menunjukkan beberapa kekurangan pada pertandingan ini, mereka tetap menjadi tim yang harus diwaspadai menjelang Piala Dunia 2026. Sementara Mauritania, yang masih dalam fase pengembangan, dapat belajar banyak dari pertemuan ini, terutama dalam hal strategi dan mentalitas. Dan bagi Messi, doa dari pelatih asing seperti Aritz Lopez Garai menambah beban sekaligus motivasi untuk menuliskan babak akhir yang gemilang dalam sejarah sepak bola dunia.

Leave a Comment