Xavi Ungkap Blokir Kembalinya Messi: Intrik di Balik Kepemimpinan Laporta Menyulut Pemilihan Presiden Barça

IPD – 12 Maret 2026 | Ketegangan politik internal Barcelona semakin memuncak menjelang pemilihan presiden klub, setelah mantan pelatih dan legenda klub, Xavi Hernández, mengungkap tuduhan bahwa mantan presiden Joan Laporta secara sengaja menghalangi kepulangan Lionel Messi pada tahun 2023. Klaim ini memicu perdebatan sengit antara faksi pendukung Laporta dan kelompok yang menolak kebijakan kepemimpinan saat ini, serta menambah dinamika kampanye para calon presiden, termasuk Victor Font, yang menuduh Laporta menutup mata pada keinginan Messi kembali ke Camp Nou.

Rekonstruksi Negosiasi Kembalinya Messi

Menurut keterangan Xavi, proses negosiasi antara Barcelona dan Messi berjalan lancar hingga akhir 2022. Setelah kemenangan Argentina di Piala Dunia 2022, Messi menyatakan keinginan kuat untuk kembali ke klub tempat ia memulai karier. Xavi mengklaim bahwa mereka sudah memperoleh lampu hijau finansial dari La Liga, termasuk persetujuan atas batas gaji klub, namun keputusan akhir terganggu oleh intervensi Laporta. “Laporta mengatakan secara tegas bahwa jika Messi kembali, ia akan memicu perang internal dan tidak dapat diterima,” ujar Xavi dalam sebuah wawancara.

Respons Laporta dan Tuduhan Balik

Joan Laporta menolak tuduhan tersebut, menegaskan bahwa tidak ada otoritas La Liga yang menolak pendaftaran Messi. Ia menuduh Xavi memanfaatkan situasi untuk menekan dirinya menjelang pemilihan, menyebut komentar mantan pelatih itu sebagai bentuk kepahitan setelah pemecatan pada 2024. Dalam debat publik, Laporta menyatakan, “Saya mengerti rasa sakit Xavi, tetapi fakta menunjukkan bahwa dengan saya, klub telah kembali menang, sementara Xavi tetap kehilangan pertandingan.” Ia menambahkan bahwa keputusan menolak Messi didasarkan pada pertimbangan strategis, bukan personal.

Victor Font dan Ajakan kepada Messi

Calon presiden yang menantang Laporta, Victor Font, mengkritik keras keputusan presiden saat ini. Font meminta Messi untuk “mengatakan kebenaran” tentang blokir tersebut, mengingat dampaknya pada para socis (anggota klub) yang akan menentukan pilihan mereka di kotak suara. “Jika Messi tetap diam, socis akan terpedaya oleh narasi yang dibangun Laporta,” kata Font. Ia menekankan bahwa kepulangan Messi dapat menjadi katalisator kebangkitan kembali prestasi Barcelona di level domestik dan Eropa.

Analisis Dampak Politik dan Olahraga

Ketegangan ini mencerminkan bagaimana isu olahraga dapat berbaur dengan dinamika politik internal klub. Para analis menilai bahwa tuduhan Xavi menambah tekanan pada Laporta, terutama di tengah survei yang menunjukkan penurunan popularitasnya di kalangan socis. Di sisi lain, kritik terhadap Xavi sebagai mantan pelatih yang gagal meraih trofi utama selama masa jabatannya memberikan Laporta bahan untuk menyoroti kegagalan masa lalu Xavi.

Sejumlah insider klub mengonfirmasi bahwa ada pertemuan tertutup antara perwakilan Messi, Xavi, dan eksekutif klub pada awal 2023, namun tidak ada dokumen resmi yang dapat dipublikasikan karena sensitivitas kontrak. Sementara itu, Messi sendiri belum memberikan pernyataan publik tentang hal ini, meski dilaporkan bahwa ia menghindari panggilan dari Xavi setelah mendengar adanya penolakan internal.

Perspektif Fan dan Media

Para pendukung Barcelona terbagi menjadi dua kubu: satu kelompok mendukung visi Laporta untuk restrukturisasi keuangan dan menolak kehadiran Messi sebagai beban gaji, sementara lainnya menuntut kembalinya bintang Argentina sebagai simbol kebangkitan klub. Media sosial dipenuhi dengan meme, komentar, dan debat panjang mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kegagalan transfer tersebut. Beberapa kolumnis menyoroti bahwa fokus pada drama internal mengalihkan perhatian dari tantangan kompetitif Barcelona di La Liga dan Liga Champions.

Dengan pemilihan presiden yang dijadwalkan pada akhir bulan ini, dinamika ini diprediksi akan menjadi faktor penentu bagi pilihan para socis. Jika Victor Font berhasil menekan Laporta dengan argumen tentang blokir Messi, ia berpotensi menggoyang basis dukungan Laporta. Sebaliknya, Laporta dapat memperkuat posisinya dengan menekankan rekam jejak keuangan yang lebih stabil dan keberhasilan tim di bawah asuhan Hansi Flick.

Apapun hasilnya, perseteruan antara Xavi, Laporta, dan Victor Font menandai babak baru dalam sejarah politik klub yang selalu menggabungkan ambisi sportivitas dengan intrik kekuasaan. Kembalinya Lionel Messi tetap menjadi topik hangat, menunggu keputusan akhir yang mungkin belum akan terungkap sebelum pemungutan suara.

Leave a Comment