IPD – 09 Maret 2026 | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar GoZero% Grand Champion Innovation Festival pada 2–3 Maret 2026 di Telkom Landmark Tower, Surabaya. Acara dua hari ini menjadi panggung kompetisi inovasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) yang mengumpulkan karyawan dari lima regional Telkom (TREG I‑V) untuk memunculkan solusi pengelolaan limbah operasional yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan.
Rangkaian dan Tujuan Festival
GoZero% Innovation Festival pertama kali diluncurkan secara terpusat di masing‑masing regional, meliputi Bandung, Makassar, Medan, Tarakan, dan Yogyakarta. Ide‑ide terbaik kemudian dibawa ke tingkat nasional dalam Grand Champion Innovation Festival untuk menentukan inovasi paling berdampak dan siap diimplementasikan secara luas di lingkungan TelkomGroup.
Program ini selaras dengan pilar ESG Telkom, yaitu Save Our Planet dan Empower Our People. Pengelolaan sampah kabel, perangkat elektronik, hingga limbah kantor menjadi fokus utama, mengingat potensi material tersebut bila diolah dapat mendukung ekonomi sirkular dan mengurangi beban lingkungan.
Para Finalis dan Penilaian
Hari pertama festival dikhususkan untuk presentasi lima finalis:
- MyCarbon (TREG I)
- Ecoquest (TREG II)
- Forec (TREG III)
- Restylecle Transforming Uniforms Sustainability (TREG IV)
- Clean Ocean IoT – CLEOO (TREG V)
Penilaian mencakup relevansi ESG, potensi implementasi, dampak lingkungan, keberlanjutan, dan nilai inovasi. Dari lima peserta, Forec (TREG III) dinobatkan juara setelah memperkenalkan inovasi pengolahan limbah kabel menjadi material konstruksi dan paving. Solusi ini tidak hanya mengurangi timbulan limbah, tetapi juga membuka peluang nilai ekonomi baru bagi Telkom.
Eco‑Deep Dive di PLTSA Benowo
Hari kedua diisi dengan kegiatan GoZero% Eco‑Deep Dive di Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) Benowo, Surabaya. Kunjungan ini dipandu oleh VP Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, yang menekankan pentingnya transfer pengetahuan ke masing‑masing regional setelah acara berakhir.
PLTSA Benowo, yang dikelola oleh PT Sumber Organik (PTSO), memproses sekitar 1.600 ton sampah per hari—sekitar 70 % total sampah Kota Surabaya. Fasilitas ini menggabungkan teknologi Fermentasi Gas (Landfill Gas Power Plant) berkapasitas 1,65–2 MW dan Thermochemical (Gasifikasi Power Plant) berkapasitas 9 MW, menghasilkan total 11 MW listrik. Energi yang dihasilkan cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 11.000 rumah tangga dan disalurkan ke jaringan PLN.
Eco‑Deep Dive memberikan peserta wawasan praktis tentang program Waste to Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang menjadi prioritas nasional. Pendekatan ini diharapkan dapat diadaptasi oleh masing‑masing regional Telkom untuk mengoptimalkan pengelolaan limbah internal mereka.
Reaksi dan Harapan Kedepan
Direktur Digital Collaboration for Sustainability (DCS), Dr. Runik Machfiroh, menilai GoZero% sebagai katalis utama dalam menumbuhkan budaya keberlanjutan di perusahaan. “Program ini tidak hanya meningkatkan awareness, tetapi juga mendorong tindakan nyata dari karyawan terhadap isu keberlanjutan,” ujarnya.
Dengan kemenangan Forec, Telkom kini memiliki prototipe material konstruksi berbasis limbah kabel yang siap diuji coba di beberapa kantor pusat dan data center. Langkah selanjutnya meliputi skala pilot, analisis biaya‑manfaat, serta integrasi ke dalam kebijakan pengelolaan aset perusahaan.
Secara keseluruhan, GoZero% Innovation Festival 2026 membuktikan bahwa kolaborasi lintas regional dan dukungan manajemen senior dapat mengubah tantangan limbah menjadi peluang inovatif. Diharapkan inisiatif serupa akan terus digulirkan, memperkuat posisi Telkom sebagai pelopor ESG di sektor telekomunikasi Indonesia.
