Survei Reuters: Kepuasan Warga AS Terhadap Donald Trump Merosot Drastis, Rekor Terendah Sejak Menjabat

IPD – 25 Maret 2026 | Washington — Survei terbaru yang dilakukan oleh Reuters bersama Ipsos mengungkapkan penurunan tajam dalam tingkat kepuasan publik Amerika Serikat terhadap Presiden Donald Trump. Hasil survei menunjukkan hanya 36 persen responden yang menyatakan puas dengan kinerja Trump, turun dari 40 persen pada pekan sebelumnya. Angka ini menandai titik terendah sejak Trump menjabat, mengindikasikan pergeseran signifikan dalam persepsi warga terhadap kepemimpinan presiden.

Faktor-faktor penurunan kepuasan

Berbagai faktor internal dan eksternal berkontribusi pada penurunan tersebut. Di satu sisi, konflik militer yang semakin intens dengan Iran menimbulkan kekhawatiran tentang risiko eskalasi yang dapat memperburuk kondisi ekonomi domestik. Di sisi lain, lonjakan biaya hidup yang dirasakan oleh keluarga menengah dan kelas pekerja menambah beban ekonomi, dengan hanya 25 persen responden yang menyatakan puas dengan kebijakan penanganan biaya hidup pemerintah.

Kritik dari dalam basis MAGA

Penurunan popularitas Trump tidak hanya dipicu oleh tekanan luar, tetapi juga oleh kritik terbuka dari kalangan pendukung setianya. Tokoh-tokoh berpengaruh dalam gerakan “Make America Great Again” (MAGA) seperti Steve Bannon, komentator konservatif Tucker Carlson, dan jurnalis Megyn Kelly secara publik mempertanyakan keputusan Trump terkait kebijakan luar negeri dan prioritas ekonomi. Kritik mereka menyoroti kekhawatiran bahwa keterlibatan militer di Timur Tengah dapat memperpanjang tekanan inflasi dan mengalihkan fokus pemerintah dari isu-isu domestik yang mendesak.

Perbandingan dengan era sebelumnya

Survei juga menilai kepuasan publik terhadap kinerja ekonomi secara keseluruhan. Hanya 29 persen responden yang puas dengan kondisi ekonomi di bawah kepemimpinan Trump, angka yang lebih rendah dibandingkan dengan masa jabatan Presiden Joe Biden. Data ini menggarisbawahi tantangan besar yang dihadapi administrasi Trump dalam mengelola inflasi, harga energi, dan pertumbuhan lapangan kerja.

Implikasi politik jangka pendek

Penurunan kepuasan publik dapat memengaruhi strategi politik Trump menjelang pemilihan berikutnya. Dengan basis pendukung yang mulai terpecah, Trump mungkin harus menyesuaikan retorika dan kebijakan untuk meredam ketidakpuasan internal sekaligus memperkuat koalisi pemilih moderat. Pengaruh kritikus internal seperti Bannon dan Carlson dapat memperkuat tekanan pada tim penasihat Trump untuk meninjau kembali kebijakan luar negeri, terutama yang berhubungan dengan Iran.

Data survei utama

  • Tingkat kepuasan umum terhadap Trump: 36 % (turun dari 40 % pekan sebelumnya)
  • Kepuasan terhadap penanganan biaya hidup: 25 %
  • Kepuasan terhadap kinerja ekonomi: 29 %
  • Persentase responden yang menilai kebijakan luar negeri berisiko: meningkat signifikan

Secara keseluruhan, survei Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa popularitas Donald Trump berada pada posisi terendah selama masa jabatannya. Tekanan dari konflik internasional, inflasi yang menggerogoti daya beli, serta kritik terbuka dari pendukung inti menambah beban politik yang signifikan. Jika tren ini berlanjut, Trump harus menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan dominasi politiknya dalam lanskap partisan Amerika yang semakin terfragmentasi.

Leave a Comment