IPD – 10 Maret 2026 | Jakarta, 9 Maret 2026 – Scheren Vandrea Sinaulan resmi terpilih sebagai Puteri Indonesia DKI Jakarta 7 tahun 2026 setelah meraih suara terbanyak pada jalur Puteri Favorit dalam audisi nasional. Lahir di Surakarta pada 24 Maret 2001, Scheren menamatkan studi Manajemen di Universitas Trisakti dan kini bekerja sebagai staf khusus di sebuah perusahaan swasta. Keaktifannya di bidang sosial terlihat lewat pendirian platform "Jadi Tau Kasih", yang berfokus pada pendidikan dan kesetaraan bagi anak–anak kurang–mampu.
Keberhasilan Scheren tidak lepas dari persaingan ketat di ajang Puteri Indonesia 2026, di mana Provinsi DKI Jakarta mengirimkan tujuh perwakilan. Dari total 13 finalis yang berasal dari Pulau Jawa, Scheren menduduki posisi ketujuh, menandai kekuatan provinsi ibukota dalam kontestasi kecantikan nasional. Daftar lengkap finalis Jawa meliputi Agnes Aditya Rahajeng (Banten), Athalla Hartiana Putri Hardian (DKI Jakarta 1), Gisela Belicia Alma Thesalonica (DKI Jakarta 2), Karina Moudy Widodo (DKI Jakarta 3), Chika Biata Malau (DKI Jakarta 4), Vinnidhiaty Gradelyn Jees (DKI Jakarta 5), Felita Eleonora (DKI Jakarta 6), serta Scheren Vandrea Sinaulan (DKI Jakarta 7) dan perwakilan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Jawa Timur.
Persiapan dan Visi Scheren untuk Puteri Indonesia
Setelah pengumuman resmi oleh Yayasan Puteri Indonesia, Scheren mengungkapkan rencananya untuk mengoptimalkan program sosial "Jadi Tau Kasih" pada panggung nasional. Ia menargetkan peningkatan akses pendidikan di daerah–daerah marginal DKI Jakarta, serta memperluas jaringan kerja sama dengan lembaga–lembaga non–profit. "Menjadi Puteri Indonesia bukan sekadar gelar, melainkan tanggung jawab untuk menginspirasi generasi muda, terutama perempuan, agar berani bermimpi dan berkontribusi pada perubahan," ujar Scheren dalam wawancara singkat.
Selain kegiatan sosial, Scheren juga mempersiapkan diri secara intensif dalam bidang budaya dan kebugaran. Ia mengikuti pelatihan tari tradisional Jawa, berlatih retorika publik, serta menjalani program kebugaran yang dirancang oleh pelatih pribadi. Semua itu diharapkan meningkatkan penampilannya pada babak final yang dijadwalkan pada akhir bulan Mei 2026.
Konstelasi Budaya di Jakarta pada Bulan Ramadan
Di tengah persiapan para finalis, Jakarta menyambut Ramadan 2026 dengan rangkaian acara seni dan mode yang memukau. Instalasi seni "Shades in Harmony" yang dipamerkan di Grand Indonesia hingga 29 Maret 2026 menampilkan tema keragaman dan toleransi, menggabungkan elemen visual Ramadan dan Imlek yang berdekatan. "Kami ingin menonjolkan benang merah antar perayaan, menunjukkan bahwa perbedaan dapat bersatu dalam harmoni," ujar Annisa Hazarini, Manager Corporate Communications Grand Indonesia, dalam konferensi pers.
Instalasi tersebut dilengkapi dengan fashion show modest wear karya desainer Vivi Zubedi serta kolaborasi Purana x Sutjipto Adi, yang menampilkan koleksi busana modern namun tetap menghormati nilai–nilai religius. Pada 13 Maret 2026, trunk show bersama Seibu menampilkan brand internasional seperti Intresse, Bagus Surya Pangestu, Cappucio, Pierrox, dan Pierre Cardin, memberikan inspirasi padu–padan busana bagi masyarakat Jakarta selama Ramadan hingga Lebaran.
Suasana kreatif ini memberi warna tambahan bagi para kontestan Puteri Indonesia, yang tidak hanya dinilai dari kecantikan fisik, melainkan juga kemampuan menginterpretasikan nilai–nilai kebudayaan Indonesia. Scheren, yang aktif dalam kegiatan sosial, diharapkan dapat mengaitkan pesan platform "Jadi Tau Kasih" dengan semangat kebersamaan yang ditonjolkan oleh "Shades in Harmony".
Statistik dan Harapan
- Usia Scheren Vandrea: 24 tahun (lahir 24 Maret 2001).
- Latar belakang pendidikan: Sarjana Manajemen, Universitas Trisakti.
- Pengalaman sosial: Pendiri "Jadi Tau Kasih", finalis Abang None Jakarta Barat 2022.
- Jumlah finalis Puteri Indonesia 2026 dari Pulau Jawa: 13 orang.
- Provinsi dengan perwakilan terbanyak tahun ini: DKI Jakarta (7 perwakilan).
Dengan kombinasi kompetisi ketat, latar belakang sosial yang kuat, serta dukungan budaya yang mengalir di kota, Scheren Vandrea memiliki peluang signifikan untuk melanjutkan tradisi kemenangan Pulau Jawa di ajang Puteri Indonesia. Pengamat pageant menilai bahwa kemampuan berkomunikasi, kepekaan sosial, serta penampilan yang elegan menjadi faktor penentu dalam pemilihan pemenang.
Jika Scheren berhasil meraih gelar Puteri Indonesia 2026, ia tidak hanya akan menjadi representasi DKI Jakarta, melainkan juga simbol generasi muda yang memadukan kecantikan, kepedulian, dan semangat kebangsaan dalam satu paket. Perjalanan Scheren selanjutnya akan dipantau oleh jutaan netizen, terutama para penggemar pageant yang menantikan apakah "Puteri Favorit" ini akan menjadi "mega favorit" tahun ini.
Secara keseluruhan, kehadiran Scheren Vandrea di panggung nasional menambah warna baru dalam lanskap kebudayaan Indonesia, sejalan dengan semarak seni dan mode yang sedang berlangsung di ibu kota. Antisipasi publik terus meningkat, menandai babak baru bagi Puteri Indonesia 2026 yang semakin berorientasi pada nilai–nilai sosial dan keberagaman.
