IPD – 08 Maret 2026 | Umat Islam di Indonesia kini tengah mencari jawaban atas pertanyaan “puasa hari ke berapa?” pada bulan Maret 2026. Dengan adanya dua penetapan awal Ramadan—satu oleh Pemerintah melalui Kementerian Agama dan satu lagi oleh organisasi Muhammadiyah—tanggal 6 dan 8 Maret 2026 menunjukkan perbedaan hitungan hari puasa. Artikel ini menyajikan penjelasan lengkap serta tabel perbandingan untuk memudahkan umat menghitung ibadah.
Metode Penetapan Awal Ramadan
Pemerintah Indonesia menentukan 1 Ramadan 1447 H melalui sidang isbat yang mengandalkan rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung bulan sabit pertama setelah ijtimak. Sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar pada 17 Februari 2026 memutuskan bahwa 1 Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomi berdasarkan posisi bulan. Menurut Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan pada Rabu, 18 Februari 2026. Perbedaan satu hari ini berimbas pada hitungan hari puasa di seluruh bulan.
Hari Ke‑berapa pada 6 Maret 2026?
Jika mengikuti kalender pemerintah, 6 Maret 2026 (Jumat) adalah hari ke‑16 Ramadan 1447 H. Perhitungan dimulai dari 19 Februari 2026, sehingga pada tanggal 6 Maret telah terlewati 15 hari penuh dan hari ke‑16 sedang dijalankan.
Bagi yang memakai penanggalan Muhammadiyah, hari yang sama merupakan hari ke‑17, karena 1 Ramadan dimulai satu hari lebih awal, pada 18 Februari 2026.
Hari Ke‑berapa pada 8 Maret 2026?
Menurut kalender pemerintah, 8 Maret 2026 (Minggu) berada pada hari ke‑18 Ramadan 1447 H.
Sementara kalender Muhammadiyah menempatkan tanggal tersebut pada hari ke‑19, karena perhitungan dimulai lebih awal.
Perbandingan Ringkas
| Tanggal Masehi | Hari Ke‑ | Penetapan |
|---|---|---|
| 6 Maret 2026 | 16 | Pemerintah (Kemenag) |
| 6 Maret 2026 | 17 | Muhammadiyah |
| 8 Maret 2026 | 18 | Pemerintah (Kemenag) |
| 8 Maret 2026 | 19 | Muhammadiyah |
Perbedaan satu hari ini tidak memengaruhi sahnya ibadah puasa, namun penting bagi umat yang menargetkan pencapaian tertentu, seperti khatam Al‑Qur’an atau amal sunnah harian. Kedua kalender tetap didasarkan pada ilmu falak dan pengamatan, hanya prosedurnya yang berbeda.
Dengan memahami kedua penetapan, umat dapat menyesuaikan jadwal ibadah sesuai keyakinan masing‑masing tanpa kebingungan. Baik pemerintah maupun Muhammadiyah sepakat bahwa Ramadan 1447 H akan berakhir pada akhir bulan, menjelang 1 Syawal yang ditetapkan oleh masing‑masing pihak pada akhir Maret 2026.
