Musim Tak Beruntung Shayne Pattynama: Disalip Dony Tri Pamungkas, Terpuruk Karena Sanksi FIFA

IPD – 11 Maret 2026 | Shayne Pattynama, gelandang muda yang sempat menjadi andalan Persija Jakarta dan Timnas Indonesia, kini harus menelan pahitnya musim tanpa panggilan internasional. Kedua pemain berbakat ini, bersama sesama pemain naturalisasi Thom Haye, dikenai sanksi larangan bermain selama empat pertandingan oleh FIFA setelah insiden tak sportif pada laga melawan Irak pada Oktober 2025. Akibat sanksi tersebut, Pattynama tidak masuk dalam skuad Timnas Indonesia yang dipersiapkan untuk FIFA Series 2026, memberi ruang bagi rekan sejawatnya, Dony Tri Pamungkas, untuk menembus posisi utama di lini tengah.

Sanksi FIFA Menjerat Pattynama dan Thom Haye

FIFA mengeluarkan keputusan pada 5 November 2025 yang melarang Thom Haye dan Shayne Pattynama bermain dalam empat laga resmi, termasuk dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan pada Maret dan Juni 2026. Kedua pemain juga diwajibkan membayar denda sebesar CHF 5.000 (sekitar Rp108 juta) masing‑masing. Pelanggaran yang dimaksud terkait tindakan agresif terhadap perangkat pertandingan, yang dianggap merusak integritas kompetisi.

Sanksi ini membuat keduanya tak dapat melanjutkan karier internasional hingga September 2026, sekaligus menurunkan peluang mereka untuk berpartisipasi dalam ajang kualifikasi penting. Timnas Indonesia, yang dipimpin pelatih John Herdman, kemudian memanggil 41 pemain untuk pemusatan latihan pada akhir Maret, namun Pattynama tidak termasuk dalam daftar tersebut.

Dony Tri Pamungkas Memanfaatkan Kesempatan

Sementara Pattynama terpaksa absen, Dony Tri Pamungkas, pemain muda asal Bandung yang bermain untuk Persija, berhasil memanfaatkan ruang kosong di lini tengah Timnas. Penampilan konsisten Dony di Liga Super, terutama dalam mengatur tempo serangan dan mencetak gol penting, membuatnya menjadi pilihan utama Herdman. Pada laga persahabatan melawan Filipina di Stadion Gelora Bung Karno, Dony mencetak gol penentu yang menegaskan kualitasnya di level internasional.

Keberhasilan Dony tidak lepas dari performa klub yang sedang naik daun. Persija menempati posisi puncak klasemen Liga Super berkat kontribusi kreatif Dony, yang rata‑rata menghasilkan 0,45 assist per pertandingan dan mencetak 8 gol dalam 22 penampilan. Statistik tersebut menjadikannya kandidat kuat untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Pattynama.

Pengaruh Sanksi Terhadap Persija dan Timnas

Pattynama, yang sebelumnya menjadi salah satu pemain kunci Persija, kini harus menunggu hingga musim berikutnya untuk kembali ke lapangan internasional. Di sisi klub, Persija harus menyesuaikan taktiknya tanpa kehadiran gelandang naturalisasi tersebut. Pelatih Persija, yang belum dipublikasikan, diperkirakan akan memperbanyak peran Dony dan menambah beban pada pemain sayap seperti Ruy Arianto.

Di level timnas, ketidakhadiran Pattynama membuka peluang bagi pemain lokal lainnya. Selain Dony, nama‑nama seperti Rizky Dwi Pangestu dan Iqbal Gwijangge masuk dalam pertimbangan Herdman. Namun, persaingan semakin ketat karena sejumlah kiper asing seperti Emil Audero dan Maarten Paes tetap menjadi pilihan utama, meninggalkan kiper lokal seperti Teja Paku Alam dalam posisi cadangan.

Prospek Musim Depan

Jika sanksi FIFA berakhir pada September 2026, Pattynama diharapkan dapat kembali bersaing untuk tempat di timnas. Namun, ia harus bersaing dengan pemain yang telah menancapkan kuku mereka selama masa absen. Dony Tri Pamungkas, dengan performa konsisten, diprediksi akan tetap menjadi pilihan utama jika ia mampu mempertahankan tingkat produktivitasnya.

Selain itu, klub Persija harus menyiapkan skuat yang mampu menanggapi kekosongan yang ditinggalkan Pattynama, baik di kompetisi domestik maupun di ajang Asia. Pengalaman Pattynama dalam kompetisi internasional tetap menjadi nilai tambah, namun ia harus membuktikan kembali kualitasnya di lapangan setelah masa hukuman selesai.

Secara keseluruhan, musim ini menjadi pembelajaran keras bagi Pattynama. Sanksi FIFA tidak hanya memengaruhi karier internasionalnya, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi baru seperti Dony Tri Pamungkas untuk bersinar. Kedua jalur ini akan menjadi sorotan utama menjelang fase akhir kualifikasi Piala Dunia 2026.

Leave a Comment