IPD – 15 Maret 2026 | Maarten Paes, kiper asal Indonesia yang kini mengisi gawang Ajax Amsterdam, kembali menunjukkan kelasnya pada laga pekan ke-27 Eredivisie melawan Sparta Rotterdam. Pertandingan yang berlangsung pada 15 Maret 2026 di Johan Cruyff Arena berakhir dengan kemenangan telak 4-0 untuk Ajax, sekaligus menandai debut impresif Paes di bawah asuhan pelatih baru Oscar Garcia.
Penampilan Gemilang Maarten Paes di Laga Ajax vs Sparta Rotterdam
Sejak bergabung dengan Ajax pada Januari 2026, Paes telah menempati posisi starter dalam empat penampilan. Pada laga melawan Sparta, ia berhasil menorehkan clean sheet kedua dalam kariernya bersama klub biru-putih. Meskipun Ajax menguasai penguasaan bola sebesar 56 persen dan menembakkan total 20 tembakan (delapan tepat sasaran), Paes hanya perlu melakukan satu penyelamatan signifikan pada menit ke‑38, ketika ia menepis tandukan Tobias Lauritsen yang hampir meluncur ke gawang.
- Total operan: 35 (akurasi 51%)
- Operan jauh: 24 (akurasi 29%)
- Rating FOTMOB: 7,7 (warna hijau)
- Clean sheet: 2 dari 4 penampilan
Statistik tersebut menegaskan peran vital Paes dalam menjaga kestabilan pertahanan Ajax, terutama ketika lini belakang dibantu oleh eks bek Arsenal, Takehiro Tomiyasu, yang kembali dari cedera panjang.
Pengaruh Kedatangan Pelatih Baru Oscar Garcia
Pergantian pelatih menjadi sorotan utama menjelang pertandingan. Setelah tiga hasil kurang memuaskan (dua hasil imbang dan satu kekalahan 1‑3 melawan Groningen), manajemen Ajax memberhentikan Fred Grim dan menunjuk Oscar Garcia sebagai pelatih kepala. Garcia, yang sebelumnya melatih tim U23 Ajax, langsung mengimplementasikan beberapa perubahan taktis, termasuk penyesuaian formasi menjadi 4‑3‑3.
Meskipun terjadi perombakan pada lini pertahanan (Anton Gaaei, Josip Sutalo, Youri Baas, dan Lucas Rosa) serta lini tengah (Youri Regeer dan Kian Fitz‑Jim menggantikan Sean Steur), posisi Paes tetap tidak tergoyahkan. Garcia secara eksplisit menyatakan kepercayaan penuh pada Paes sebagai “penjaga gawang utama Ajax”.
Posisi Paes di Bawah Mistar Gawang Masih Aman
Kepercayaan itu tidak hanya datang dari pelatih baru, tetapi juga didukung oleh performa konsisten Paes dalam tiga laga terakhir. Meskipun ia kebobolan empat gol dalam tiga pertandingan sebelumnya (termasuk tiga gol melawan Groningen), ia berhasil menahan serangan Sparta dengan tenang pada laga terbaru. Analisis media Belanda, Voetbal Primeur, menegaskan bahwa pengalaman internasional Paes dan kemampuannya dalam mengatur pertahanan menjadi faktor kunci dalam keputusan Garcia.
Selain itu, statistik operan dan distribusi bola Paes menunjukkan peningkatan dalam fase permainan membangun serangan, meski akurasi masih dapat diperbaiki. Dengan rating hijau 7,7, Paes berada di antara kiper terbaik liga pada minggu tersebut, menambah legitimasi posisinya sebagai starter utama.
Penampilan luar biasa ini juga memberikan dorongan moral bagi tim yang kini berada di posisi kelima klasemen dengan 44 poin, bersaing dengan Feyenoord, NEC Nijmegen, dan Twente untuk tiket Liga Champions. Keberhasilan Ajax mengamankan tiga poin penting melawan Sparta menandai titik balik yang sangat dibutuhkan, sekaligus mengukuhkan Paes sebagai sosok yang tak tergantikan di bawah mistar gawang.
Ke depan, Paes akan terus diuji dalam beberapa laga krusial menjelang akhir musim. Jika ia mampu mempertahankan clean sheet dan meningkatkan akurasi operan, peluangnya untuk tetap menjadi kiper utama tidak hanya aman, tetapi juga dapat memperkuat reputasinya di kancah sepak bola Eropa.
Secara keseluruhan, penampilan Maarten Paes pada 15 Maret 2026 menegaskan bahwa ia tidak hanya berhasil menyesuaikan diri dengan standar tinggi Ajax, tetapi juga menjadi pilar penting dalam upaya klub mengembalikan kejayaan di Eredivisie.
