IPD – 23 Maret 2026 | Go Ahead Eagles kembali menjadi sorotan publik setelah dua peristiwa penting mengguncang klub: polemik paspor pemain bek kiri Timnas Indonesia, Dean James, dan hasil buruk pada laga tandang melawan FC Utrecht. Kedua isu tersebut menambah tekanan bagi tim yang kini berada di zona tengah klasemen Eredivisie 2025/2026.
Polemik Paspor Dean James
Dean James, yang pada Maret 2025 mengambil kewarganegaraan Indonesia untuk memperkuat Timnas Garuda, kini kembali dipertanyakan statusnya di Belanda. Klub NAC Breda mengajukan keberatan resmi kepada KNVB setelah pertandingan pekan ke‑27 berakhir dengan kemenangan telak Go Ahead Eagles 6‑0 di De Adelaarshorst. NAC menuntut agar hasil pertandingan dinyatakan tidak sah dan bahkan mengusulkan penjadwalan ulang, dengan alasan bahwa James telah kehilangan paspor Belanda dan karenanya tidak berhak bermain sebagai pemain domestik.
Menurut peraturan hukum Belanda, seseorang yang mengubah kewarganegaraan dapat kehilangan status warga negara Belanda. Hal ini berimplikasi pada kebutuhan klub untuk mengurus izin kerja serta memenuhi standar gaji minimum untuk pemain non‑Uni Eropa. KNVB menyatakan masih memerlukan waktu untuk menelaah dokumen dan memberikan keputusan akhir.
Direktur Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop, menanggapi dengan kemarahan yang jelas. “Mereka mengajukan keberatan setelah kami menghancurkan mereka 6‑0. Ini hanyalah akal‑akal untuk mengalihkan perhatian dari krisis degradasi mereka,” ujarnya dalam konferensi pers. Van Dop menegaskan bahwa James masih terdaftar dengan paspor Belanda di aplikasi pemerintah digital Mijn Overheid, dan klub tidak akan mencoretnya dari skuad selama proses investigasi berlangsung.
Hasil Laga di De Adelaarshorst dan Imbasnya
Kemenangan 6‑0 atas NAC Breda pada 15 Maret 2026 menempatkan Go Ahead Eagles pada posisi ke‑13 dengan 32 poin. Namun, kemenangan tersebut tidak mengubah fakta bahwa klub tetap berada dalam zona yang rawan terdegradasi. Sementara NAC, yang kini berada di peringkat ke‑17 dengan 23 poin, masih berjuang keras untuk keluar dari jurang degradasi.
Setelah kemenangan besar itu, fokus kembali beralih ke laga pekan ke‑28 melawan FC Utrecht di Galgenwaard pada 22 Maret 2026. Laga berakhir 0‑2 untuk kemenangan tuan rumah, menambah beban pada posisi ke‑13 Eagles. Gol pertama Utrecht dicetak oleh Gjivai Zechiel pada menit ke‑16, diikuti Artem Stepanov pada menit ke‑37.
Penampilan Dean James di Laga Utrecht
Walaupun tim mengalami kekalahan, Dean James dinilai cukup solid. Statistik pertandingan mencatat bahwa James memberikan umpan silang berbahaya pada menit ke‑24 yang hampir menghasilkan gol penyamaran oleh Stefan Sigurdarson. Penilai dari media lokal menempatkan nilai performa James di atas 7, menandakan bahwa ia tetap menjadi aset penting di lini pertahanan meski hasil akhir tidak menguntungkan.
Setelah pertandingan, James dijadwalkan kembali ke Indonesia untuk bergabung dengan Timnas Garuda dalam persiapan FIFA Series 2026. Keberangkatannya menambah pertanyaan apakah klub akan tetap mengandalkan pemain dengan status kewarganegaraan ganda di sisa musim.
Reaksi Manajemen dan Prospek Musim
Manajer melawan, Melvin Boel, menyatakan bahwa meskipun hasil di Utrecht mengecewakan, fokus tetap pada konsistensi permainan. “Kami harus mengamankan poin di setiap laga berikutnya. Jika kami berhasil menahan tekanan, posisi kami di papan tengah masih memungkinkan,” kata Boel.
Jadwal selanjutnya menampilkan pertandingan melawan PEC Zwolle pada 5 April 2026 di De Adelaarshorst. Jika Go Ahead Eagles dapat mengumpulkan tiga poin, peluang untuk keluar dari zona degradasi akan meningkat secara signifikan.
Secara keseluruhan, polemik paspor Dean James menambah dimensi hukum dan administratif yang belum selesai, sementara performa tim di lapangan masih membutuhkan perbaikan. Keputusan KNVB dan kemampuan klub mengelola situasi internal akan menjadi faktor penentu akhir musim bagi Go Ahead Eagles.
Dengan tekanan dari media, rival, dan penggemar, Go Ahead Eagles harus menemukan keseimbangan antara menyelesaikan persoalan paspor, mempertahankan performa pemain kunci, dan mengamankan poin penting demi menghindari degradasi di akhir musim.
