KONI Jabar Gencarkan Pembinaan Atlet Menyongsong Porprov 2026 dan PON 2028

IPD – 18 Maret 2026 | Bandung, 17 Maret 2026 – Ketua KONI Jawa Barat, M. Budiana, menegaskan bahwa persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 sedang digencarkan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran hibah. Ia menyoroti pentingnya Porprov sebagai batu loncatan bagi atlet daerah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, sekaligus menekankan perlunya sinergi antara KONI, pemerintah provinsi, dan pemangku kepentingan olahraga lainnya.

Kendala Anggaran di Tengah Tantangan Ekonomi Nasional

Menurut Budiana, dana hibah yang diterima KONI Jabar mengalami penurunan signifikan akibat kebijakan efisiensi yang dikeluarkan pemerintah pusat. “Kami menyadari kondisi ekonomi negara yang sedang berjuang, namun hal ini berdampak langsung pada kemampuan kami untuk menyalurkan program pembinaan atlet di tingkat provinsi,” ujarnya dalam wawancara di gedung KONI Jawa Barat.

Keterbatasan dana tidak hanya dirasakan oleh KONI Jabar, melainkan juga oleh organisasi olahraga lain, termasuk Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) dan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia. Dampaknya terasa pada pelaksanaan turnamen lokal, program pencarian bakat, serta fasilitas latihan yang selama ini menjadi fondasi pembinaan atlet.

Strategi Pembinaan Atlet Menghadapi Keterbatasan

Untuk mengatasi kendala finansial, KONI Jabar mengoptimalkan sumber daya yang ada melalui beberapa langkah strategis:

  • Penguatan program pelatihan intensif di pusat pelatihan daerah (Pelatda) yang telah terstandarisasi.
  • Kolaborasi dengan pihak swasta, contohnya kerja sama antara Kota Bekasi dan The Hub Indonesia untuk mengembangkan cabang panahan.
  • Peningkatan pemanfaatan fasilitas milik pemerintah daerah, termasuk stadion dan arena olahraga yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
  • Pembentukan tim seleksi berbasis data untuk menargetkan potensi atlet muda secara lebih efisien.

Langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat menutupi sebagian kekosongan anggaran, sekaligus menjaga kualitas pembinaan agar tidak terganggu.

Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah: Dialog yang Diperlukan

Budiana menekankan bahwa keberhasilan Porprov tidak dapat dicapai tanpa dukungan pemerintah provinsi. Ia mengajak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk duduk bersama dalam forum dialog terbuka. “Kami telah mengirimkan beberapa surat resmi, namun belum ada respons. Kami siap bernegosiasi demi kepentingan bersama,” kata Budiana.

Dalam konteks kebijakan, Budiana mengingatkan pentingnya Undang‑Undang Sistem Keolahragaan Nasional yang menekankan peran pemerintah daerah dalam mendukung penyelenggaraan event olahraga. Ia berharap adanya alokasi APBD yang lebih fleksibel untuk mendanai program pembinaan dan penyelenggaraan Porprov.

Harapan dan Target Jelang Porprov 2026

Porprov 2026 dijadikan momentum utama untuk menguji kesiapan atlet Jawa Barat sebelum memasuki tahap kualifikasi PON 2027. Budiana menilai bahwa prestasi provinsi dalam tiga ajang nasional berturut‑turut menunjukkan bahwa Jawa Barat merupakan tulang punggung kekuatan atlet nasional.

Target utama KONI Jabar meliputi:

  1. Meningkatkan jumlah atlet yang lolos kualifikasi PON 2027 sebanyak 15 % dibandingkan siklus sebelumnya.
  2. Mengoptimalkan prestasi di cabang olahraga unggulan seperti hoki, bulu tangkis, dan panahan.
  3. Menggalang sponsor dan dukungan non‑pemerintah untuk menambah sumber dana alternatif.

Selain itu, Budiana menyinggung rencana bonus bagi klub-klub lokal, contoh bonus Rp 1 miliar yang diberikan kepada Persib Bandung sebagai apresiasi atas prestasi tim.

Dengan mengintegrasikan program pelatihan, kolaborasi lintas sektor, dan dialog konstruktif bersama pemerintah, KONI Jabar optimis dapat mengatasi tantangan anggaran dan memastikan Porprov 2026 berjalan lancar, sekaligus menyiapkan atlet‑atlet terbaik untuk berkompetisi di PON 2028.

Leave a Comment