IPD – 20 Maret 2026 | Sidney Crosby kembali ke es setelah absen selama sebelas pertandingan karena cedera lutut MCL derajat dua yang diderita pada Olimpiade 2026. Penampilan pertamanya di Pittsburgh berlangsung pada laga melawan Carolina Hurricanes di Lenovo Center, di mana ia langsung mencetak gol dan memberikan assist. Meskipun usaha kerasnya, Penguins harus menelan kekalahan 6-5 dalam overtime, menambah deretan kekalahan tim dalam perpanjangan waktu.
Kembalinya Crosby ke Es
Setelah masa pemulihan, Crosby menapaki es selama lebih dari delapan belas menit, menunjukkan kecepatan dan visi yang masih tajam. Golnya datang lewat backhand yang telah menjadi senjata andalannya, menyamakan kedudukan 2-2 pada menit ke-30 pertandingan. Tak lama kemudian, ia menambahkan assist untuk rekan satu tim, menegaskan peranannya sebagai pengatur serangan utama. Statistik pribadi dalam pertandingan ini mencatat satu gol, satu assist, dan total pukulan tembakan sebesar lima kali, angka yang mencerminkan kemampuan ofensifnya meski baru pulih.
Insiden Pukulan yang Memicu Kontroversi
Namun, sorotan tak hanya tertuju pada kontribusi positifnya. Pada periode kedua, sebuah benturan stik antara Crosby dan pemain Hurricanes, Andrei Svechnikov, memicu reaksi emosional. Crosby melaporkan bahwa Svechnikov memegang stiknya terlalu lama, memaksa ia menanggapi dengan satu pukulan singkat. Svechnikov kemudian melakukan slash yang mengenai area dekat lutut Crosby yang masih rawan. Kedua pemain menerima penalti, dan Crosby menegaskan bahwa tidak ada niat khusus menargetkan cedera tersebut. “Dia sering melakukan hal itu, bukan karena menyerang saya secara pribadi,” ujar Crosby kepada wartawan.
Dampak pada Tim dan Statistik Terbaru
Kekalahan overtime menambah catatan buruk Penguins di pertandingan yang melewati perpanjangan waktu, kini mencapai sepuluh kekalahan dalam situasi tersebut. Rekor 5-16 dalam laga overtime menempatkan mereka di posisi yang kurang menguntungkan, meski masih berada di urutan kedua Divisi Metropolitan dengan 84 poin. Poin tersebut memberi keunggulan tiga poin atas Columbus Blue Jackets, yang masih memiliki satu pertandingan tersisa. Namun, tren kebobolan pada menit-menit akhir tetap menjadi masalah utama, terutama setelah gol penentu Carolina dicetak oleh Sean Walker hanya 28,3 detik sebelum peluit akhir.
Reaksi Pelatih dan Pemain Lain
Pelatih Dan Muse menyebut penampilan tim sebagai kombinasi antara eksekusi yang baik pada periode ketiga dan kekurangan konsistensi pada dua periode awal. “Ada banyak hal yang harus dibersihkan, mulai dari keputusan cepat hingga dukungan puck,” ungkapnya. Pemain veteran seperti Bryan Rust menilai usaha tim sudah cukup, namun menekankan perlunya keputusan yang lebih cepat dalam situasi tekanan. Ilya Solovyov menambahkan, “Kami bermain dengan struktur yang baik di periode ketiga, tetapi sebuah pantulan buruk menghentikan momentum kami.”
Secara keseluruhan, kembalinya Crosby memberikan suntikan energi dan harapan bagi Penguins, namun insiden di lapangan dan serangkaian kekalahan overtime menunjukkan bahwa tim masih harus memperbaiki aspek defensif dan mentalitas pertandingan. Jika para pemain dapat mengoptimalkan peran Crosby serta memperkuat pertahanan pada menit-menit krusial, peluang untuk memperbaiki posisi klasemen dan melaju ke putaran playoff masih terbuka lebar.
