IPD – 21 Maret 2026 | Surabaya dan sekitarnya memulai hari ke‑30 Ramadan 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026 dengan semangat yang tinggi. Menjelang maghrib, ribuan warga menantikan azan berbuka puasa yang menandai akhir puasa harian. Pemerintah Kementerian Agama telah menetapkan jadwal resmi untuk wilayah ini, memastikan setiap orang dapat menyesuaikan aktivitas ibadah dan rutinitas harian dengan tepat.
Jadwal Waktu Imsak hingga Magrib
Berikut rangkuman lengkap waktu-waktu penting pada hari ini, diambil dari jadwal resmi Kementerian Agama dan disesuaikan dengan wilayah Surabaya serta kabupaten tetangga seperti Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Mojokerto, dan Kabupaten Mojokerto.
| Waktu | Jam (WIB) |
|---|---|
| Imsak | 04.08 |
| Subuh | 04.18 |
| Terbit | 05.30 |
| Duha | 05.57 |
| Zuhur | 11.40 |
| Asar | 14.51 |
| Magrib (Buka Puasa) | 17.43 |
| Isya | 18.52 |
Waktu maghrib yang tercatat 17.43 WIB menjadi patokan utama bagi jutaan penduduk Surabaya untuk menyiapkan makanan dan minuman. Perbedaan satu atau dua menit antara daerah‑daerah sekitar tidak signifikan, sehingga koordinasi antar‑masjid dan lembaga keagamaan berjalan lancar.
Doa Buka Puasa yang Sering Dibaca
Doa yang dibacakan saat berbuka puasa memiliki akar kuat dalam tradisi hadis. Salah satu riwayat yang paling dikenal berasal dari Abu Daud, menyebutkan doa: “اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ” (Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu). Artinya, “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Di masyarakat Surabaya, doa ini sering dilengkapi dengan tambahan yang menekankan iman dan rahmat Allah, misalnya: “اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ”. Artinya, “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dengan iman kepada-Mu aku melaksanakannya, dan dengan rezeki serta kasih sayang-Mu aku berbuka.” Doa‑doa ini dibaca secara serempak di rumah, masjid, serta kantor, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.
Pengaruh Jadwal Terhadap Aktivitas Masyarakat
Jadwal buka puasa tidak hanya menjadi penanda waktu ibadah, namun juga memengaruhi pola ekonomi dan sosial. Pasar tradisional di Surabaya, seperti Pasar Turi dan Pasar Genteng, mulai ramai pada pukul 16.30 WIB, ketika pedagang menyiapkan aneka hidangan khas Jawa Timur—soto, rawon, dan lontong. Restoran dan kafe modern pun menyesuaikan menu buka puasa dengan penawaran khusus, termasuk paket sahur yang disajikan lebih awal.
Transportasi umum, terutama Trans Jakarta Surabaya, menambah frekuensi armada pada jam‑jam menjelang maghrib untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Sekolah-sekolah dan kantor pemerintahan memberikan fleksibilitas jam kerja, memungkinkan pegawai pulang lebih awal guna menunaikan ibadah secara tepat waktu.
Selain itu, kegiatan sosial seperti pembagian takjil (makanan ringan berbuka) oleh lembaga kemanusiaan dan komunitas lokal semakin meningkat. Banyak organisasi menggelar bazaar takjil di area publik, memperkuat nilai gotong‑royong yang menjadi semangat Ramadan.
Dengan jadwal yang terstandardisasi, warga Surabaya dapat merencanakan aktivitas harian secara efisien, menjaga keseimbangan antara ibadah, pekerjaan, dan kegiatan keluarga.
Hari ini, 20 Maret 2026, menandai fase akhir Ramadan, dengan Idul Fitri yang dijadwalkan pada Sabtu, 21 Maret 2026. Antisipasi perayaan tersebut sudah terasa di setiap sudut kota, mulai dari persiapan pakaian baru hingga penyusunan menu lebaran. Masyarakat Surabaya terus menjaga semangat kebersamaan, mengingat bahwa bulan suci bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan memperkuat ikatan sosial dan spiritual.
Dengan jadwal buka puasa yang jelas, doa yang khusyuk, serta semangat kolektif yang menggelora, Surabaya siap menyongsong akhir Ramadan dengan penuh harapan dan kebahagiaan.
