IPD – 10 Maret 2026 | Jakarta, 8 Maret 2026 – Kediaman Vidi Aldiano di Cilandak Barat, Jakarta Selatan, dipenuhi dengan karangan bunga berwarna-warni serta ucapan belasungkawa yang datang dari kalangan publik, pejabat, hingga sesama musisi. Kepergian penyanyi dan penulis lagu berusia 35 tahun pada Sabtu (7/3) sore menimbulkan duka mendalam di industri musik Indonesia serta hati para penggemarnya.
Rangkaian bunga papan yang berjajar panjang di sepanjang jalan menuju rumah duka menandakan betapa luasnya jaringan pertemanan Vidi. Di antara nama‑nama besar yang menyumbangkan karangan bunga, tampak pasangan Luna Maya & Maxime Bouttier, duo penyanyi Rizky Febian & Mahalini, serta ikon hiburan Syahrini & Reino Barack. Tidak hanya kalangan artis, tokoh militer Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, juga menyampaikan simpati mereka melalui rangkaian bunga yang elegan.
Deretan Pelaku Seni Hadir Memberi Penghormatan
Sejak Sabtu malam, rumah duka Vidi menjadi saksi silih bergantinya pelayat. Berikut ini adalah sebagian nama artis dan tokoh hiburan yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir:
- Ringgo Agus Rahman
- Lyodra Ginting
- Randy Martin
- Rizky Febian
- Marion Jola
- Afgan
- Dion Wiyoko
- Fadil Jaidi
- Al Ghazali
- Alyssa Daguise
- Omara Esteghlal
- Prilly Latuconsina
Kehadiran mereka tidak hanya sekadar formalitas; masing‑masing mengungkapkan kenangan pribadi, menyoroti kepedulian Vidi selama karier, serta mengingat perjuangannya melawan kanker ginjal yang telah diderita sejak 2019.
Upacara Pemakaman dan Proses Ibadah
Jenazah Vidi Aldiano dishalatkan pada Minggu (8/3) pukul 07.00 WIB di Masjid Jami’ Ath‑Thoyyiba, masjid terdekat dari rumahnya. Ibadah jenazah berlangsung selama kurang lebih empat puluh menit sebelum jenazah dibawa ke TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada pukul 07.40 WIB untuk dimakamkan. Proses pemakaman berjalan tertib, meski suasana haru masih menggelayuti setiap sudut area pemakaman.
Selama masa perawatan, Vidi sempat menangguhkan karier musiknya untuk fokus pada pengobatan. Pada Juni 2025, ia mengungkapkan bahwa kanker telah menyebar ke bagian lain tubuhnya, dan ia menerima terapi di Singapura. Pernyataan tersebut menambah kepedulian publik, yang kemudian mengirimkan doa serta dukungan moral secara berkelanjutan.
Reaksi Publik dan Media Sosial
Ratusan ribu netizen mengungkapkan rasa duka melalui media sosial, menandai postingan dengan #RIPVidiAldiano dan #VidiSelaluHidup. Banyak yang mengingat kembali lagu-lagu hitsnya, seperti “Nuansa Bening” dan “Cinta Itu Sederhana”, yang menjadi soundtrack kehidupan banyak generasi muda. Bahkan, beberapa platform streaming musik mencatat lonjakan pendengar pada katalog Vidi, sebagai bentuk penghormatan sekaligus nostalgia.
Selain itu, para pejabat daerah dan tokoh kebudayaan menyoroti kontribusi Vidi terhadap industri musik Indonesia. Mereka memuji kemampuan Vidi menggabungkan melodi pop dengan unsur tradisional, serta perannya dalam menginspirasi generasi baru musisi.
Warisan Seni dan Kemanusiaan
Sepanjang kariernya, Vidi Aldiano dikenal bukan hanya sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai aktivis yang peduli pada isu‑isu kesehatan. Ia pernah menjadi duta kampanye deteksi dini kanker ginjal, mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan rutin. Kepergiannya meninggalkan kekosongan, namun semangatnya tetap hidup melalui karya-karya dan kampanye yang ia dukung.
Penghormatan yang mengalir dari berbagai kalangan, baik artis, pejabat, maupun masyarakat umum, menegaskan betapa Vidi telah menjadi sosok yang menginspirasi lintas batas. Bunga-bunga yang menutupi rumah duka tidak sekadar simbol belasungkawa, melainkan representasi jaringan persahabatan luas yang pernah dibangun Vidi selama bertahun‑tahun.
Dengan selesainya prosesi pemakaman, keluarga Vidi Aldiano kini menghadapi masa berduka yang mendalam. Namun, mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang tak henti‑hentinya, serta berharap nama Vidi tetap dikenang sebagai pelukis melodi yang mengisi ruang hati banyak orang.
