IPD – 09 Maret 2026 | Feyenoord kembali menelan pahit pada laga tandang ke NAC Breda, menyelesaikan pertandingan dengan skor imbang 3-3 pada pekan ke-24 Eredivisie. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Rat Verlegh ini menampilkan serangkaian gol menegangkan, peluang yang terlewat, serta dampak signifikan pada perburuan posisi kedua yang menjanjikan tiket langsung ke Liga Champions.
Rangkaian Gol dan Momen Kunci
Babak pertama dimulai dengan tekanan dari kedua sisi. Ayase Ueda, penyerang asal Jepang, membuka keunggulan Feyenoord pada menit ke-7 setelah memanfaatkan corner yang diambil Anis Hadj Moussa. Ueda mengirimkan kepala tajam ke gawang, mengamankan poin pertama bagi tim Robin van Persie (1-0).
Namun, NAC tidak tinggal diam. Pada menit ke-12, Kamal Sowah menyamakan kedudukan lewat tembakan jarak dekat setelah menerima umpan silang. Skor menjadi 1-1 dan pertandingan beralih menjadi pertarungan terbuka.
Feyenoord kembali unggul pada menit ke-18 ketika Luciano Valente mengeksekusi tendangan bebas yang melengkung ke sudut atas gawang NAC (2-1). Valente, yang baru bergabung musim ini, menunjukkan kelasnya dengan tembakan akurat.
Detik-detik menjelang jeda, NAC berbalik menjadi pemimpin. Boyd Lucassen, yang menerima umpan dari Boy Kemper, mengirimkan sundulan kuat ke gawang pada menit ke-27 (2-2). Tak lama setelahnya, bintang Ghana, André Ayew, mencetak gol pertamanya bersama NAC setelah menerima umpan silang dari Lewis Holtby, menjadikan skor 3-2 untuk tuan rumah pada menit ke-30. Gol ini menegaskan reputasi Ayew sebagai pemain berpengalaman yang masih mampu mencetak di level tertinggi.
Babak Kedua dan Kegagalan di Garis Akhir
Memasuki babak kedua, Feyenoord tampak lebih menguasai penguasaan bola, namun peluang emas masih belum terkonversi. Raheem Sterling, yang baru bergabung dan ditempatkan di lini depan, mengalami beberapa kesempatan buta, termasuk tembakan lemah dari low cross yang diberikan Jordan Bos.
Pada menit ke-57, Ueda kembali menambah jumlah golnya, menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dengan sundulan kepala yang memantul dari tiang gawang. Gol ini menandai gol ke-20 Ueda di kompetisi musim ini, memperkuat posisinya sebagai top scorer klub.
Setelah menyamakan kedudukan, Feyenoord sempat menekan keras, namun kegagalan mengeksekusi peluang—termasuk tendangan keras yang meleset dari jarak dekat—menyebabkan mereka kehilangan momentum. Pada menit ke-78, Charles-Andres Brym dari NAC memiliki peluang emas, namun gagal menempatkan bola ke dalam gawang, memberikan kesempatan terakhir bagi Feyenoord untuk meraih kemenangan.
Dampak pada Klasemen dan Pengejaran Champions League
Dengan hasil imbang ini, Feyenoord tetap berada di posisi kedua dengan selisih tiga poin dari pemuncak klasemen. Namun, celah tersebut memberi ruang bagi NEC Nijmegen, yang dijadwalkan melawan FC Volendam malam ini, untuk mengejar selisih tiga poin bila mereka berhasil menang.
Sementara itu, NAC turun ke posisi 17 meskipun berhasil mengamankan satu poin, berkat kemenangan Telstar pada hari yang sama. Kegagalan ini menambah tekanan pada pelatih NAC yang berupaya menghindari degradasi.
Reaksi Robin van Persie dan Analisis Teknis
Setelah pertandingan, Robin van Persie mengakui bahwa NAC merupakan salah satu lawan tersulit di Eredivisie. “Mereka bermain dengan intensitas tinggi, terutama dalam duel udara,” ujar Van Persie dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa performa tim harus lebih konsisten, terutama dalam mengeksekusi peluang di menit-menit krusial.
Analisis taktik menunjukkan bahwa Feyenoord terlalu bergantung pada serangan sayap, sementara lini tengah belum mampu mengontrol permainan secara menyeluruh. Penggunaan Raheem Sterling sebagai pengganti posisi tradisional juga belum optimal, mengingat adaptasinya masih dalam tahap awal.
Di sisi lain, NAC menunjukkan peningkatan dalam pertahanan set-piece dan kemampuan menciptakan peluang melalui umpan silang. Kehadiran pemain berpengalaman seperti Ayew memberikan nilai tambah yang signifikan.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan bahwa gelar juara Eredivisie masih terbuka lebar, dan setiap poin menjadi krusial dalam perburuan tiket Champions League. Feyenoord kini harus mengkonsolidasikan performa di laga-laga berikutnya, sementara NAC berusaha mengamankan poin demi menghindari zona degradasi.
Dengan agenda pertandingan yang padat, mata publik akan tertuju pada laga selanjutnya antara Feyenoord melawan FC Twente, serta duel penentu antara NEC dan Volendam. Kedua pertandingan tersebut berpotensi mengubah dinamika papan atas dan tengah klasemen.
