IPD – 12 Maret 2026 | Babak akhir musim 2025/2026 BRI Super League semakin memanas. Pada pekan ke-25, pergantian posisi di papan atas menimbulkan kejutan besar: Persita Tangerang berhasil melesat ke dalam lima besar, sementara Persebaya Surabaya yang sebelumnya menempati zona aman kini terancam terbenam di zona degradasi.
Perubahan Posisi Kunci di Papan Atas
Setelah menelan hasil imbang 2-2 melawan Persijap Jepara, PSIM Yogyakarta gagal mengumpulkan poin penting yang dapat menahan laju Persebaya. Kekalahan tersebut membuat Persebaya kehilangan tiga angka penting, menurunkan mereka ke posisi ke-7 dengan total 35 poin. Di sisi lain, Persita Tangerang memanfaatkan kemenangan tipis 1-0 atas Persik Kediri pada laga terakhir pekan ini untuk mengamankan 38 poin, menempatkan mereka di urutan kelima tepat di atas Persib Bandung yang masih berjuang di posisi keenam.
Detail Klasemen Terbaru (Rabu, 11 Maret 2026)
| Pos | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Persija Jakarta | 42 |
| 2 | Arema FC | 40 |
| 3 | Persib Bandung | 39 |
| 4 | Bali United | 38 |
| 5 | Persita Tangerang | 38 |
| 6 | Persib Bandung | 38 |
| 7 | Persebaya Surabaya | 35 |
| 8 | PSIM Yogyakarta | 34 |
| 9 | Persik Kediri | 33 |
Catatan: Persib Bandung muncul dua kali karena selisih selisih gol yang sangat tipis, namun urutan akhir tetap menempatkan mereka di posisi keenam.
Faktor-faktor Penentu Perubahan
- Persita Tangerang menampilkan pertahanan solid dengan tiga clean sheet dalam tiga pertandingan terakhir, dipimpin oleh kiper muda Teja Paku Alam yang kini menyamai rekor mantan asisten Shin Tae‑yong.
- Persebaya terhambat oleh cedera pemain kunci di lini tengah, serta keputusan taktis yang dipertanyakan dari pelatih yang baru diangkat.
- PSIM gagal memanfaatkan peluang di laga melawan Persijap, berakhir imbang meski mendominasi penguasaan bola.
Persija dan Persiapan Musim Depan
Sementara persaingan di puncak klasemen semakin ketat, Persija Jakarta sudah memulai persiapan untuk musim depan. Manajer tim telah mengidentifikasi pemain yang akan dipertahankan, sekaligus menyiapkan skuat “gerbong Brasil” untuk menambah daya serang. Meski masih memiliki peluang untuk mengangkat trofi BRI Super League 2025/2026, Persija tidak mengabaikan strategi jangka panjang, termasuk perencanaan transfer dan pembinaan pemain muda.
Relevansi Bagi Klub Lain
Perubahan posisi ini juga berdampak pada klub-klub lain yang berada di zona tengah. Persik Kediri, yang berada di posisi kesembilan, harus berjuang keras pada sembilan laga tersisa untuk menghindari jatuh ke zona degradasi. Sementara itu, Persijap Jepara berhasil menahan zona turun berkat poin yang diraih dari hasil imbang melawan PSIM, menegaskan bahwa setiap poin sangat krusial di tahap akhir kompetisi.
Secara keseluruhan, dinamika klasemen BRI Super League pekan ke‑25 menunjukkan betapa kompetitifnya liga ini. Persita Tangerang membuktikan bahwa konsistensi defensif dapat membuka jalan ke dalam lima besar, sementara Persebaya harus segera menemukan solusi agar tidak terperosok lebih jauh. Pertarungan di papan tengah semakin sengit, dan setiap laga berikutnya akan menentukan nasib akhir musim bagi banyak klub.
