Deretan Selebriti Melayat Vidi Aldiano: Bunga, Doa, dan Kenangan Mengalir di Rumah Duka

IPD – 09 Maret 2026 | Jakarta, 9 Maret 2026 – Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) usia 35 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal sejak 2019. Kepergiannya mengundang gelombang duka mendalam di kalangan keluarga, sahabat, dan industri musik Indonesia. Rumah duka di Cilandak Barat, Jakarta Selatan, berubah menjadi saksi bisu kepedulian publik ketika deretan selebritas, pejabat, hingga tokoh seni menghaturkan rasa belasungkawa melalui kehadiran, kata-kata, dan karangan bunga.

Kehadiran Selebriti di Rumah Duka

Sejak malam Sabtu, para pelayat berdatangan silih berganti. Aktris Anya Geraldine menegaskan ikatan persahabatan yang kuat dengan Vidi. “Dia selalu menjadi sahabat yang suportif, mengajari aku rasa bersyukur,” ungkap Anya dalam pertemuan di rumah duka. Penyanyi Yura Yunita juga hadir, mengingat momen terakhir mereka ketika berencana melakukan haji bersama. “Dua hari sebelum ia berpulang, aku menulis doa di depan Ka’bah untuk Vidi,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Enzy Storia menyampaikan bahwa ia masih sempat berkomunikasi dengan Vidi sehari sebelum sang musisi mengakhiri perjuangannya. “Walaupun Vidi tidak dapat menjawab, ia memberi isyarat tangan bahwa ia tahu aku ada,” ujarnya. Sementara presenter Deddy Corbuzier menegaskan reputasi Vidi sebagai pribadi yang baik, “Semua orang bersaksi ia orang baik.”

Bunga Papan dan Dukungan Publik

Rumah duka dipenuhi karangan bunga yang mengalir sepanjang jalan menuju pintu masuk. Pasangan Luna Maya & Maxime Bouttier, Rizky Febian & Mahalini, serta Syahrini & Reino Barack menempelkan papan berisi ucapan duka. Tidak hanya kalangan artis, tokoh militer Jenderal (Purn) Andika Perkasa dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, juga menyampaikan belasungkawa melalui rangkaian bunga.

Daftar lengkap pelayat meliputi Ringgo Agus Rahman, Lyodra Ginting, Randy Martin, Marion Jola, Afgan, Dion Wiyoko, Fadil Jaidi, Al Ghazali, Alyssa Daguise, Omara Esteghlal, dan Prilly Latuconsina. Kehadiran mereka mencerminkan jaringan luas Vidi dalam dunia hiburan serta apresiasi atas kontribusinya selama bertahun‑tahun.

Kenangan Pribadi dari Sahabat

Setiap pernyataan yang diberikan mengungkap sisi manusiawi Vidi. Anya Geraldine menyoroti kebiasaan mereka berbagi cerita pribadi, sementara Yura Yunita mengaitkan momen perpisahan dengan ibadah umrah yang baru saja dilakukannya. Enzy Storia menekankan pentingnya kehadiran emosional Vidi di hari‑hari terakhir, dan Deddy Corbuzier menegaskan bahwa kebaikan Vidi menjadi warisan moral bagi banyak orang.

Pemakaman yang Haru

Pada Minggu (8/3/2026), jenazah Vidi dishalatkan di Masjid Jami’ Ath‑Thoyyiba sebelum diberangkatkan ke TPU Tanah Kusir pada pukul 07.40 WIB. Cuaca mendung dan hujan ringan menambah kesan sakral pada prosesi. Banyak pelayat mengenakan pakaian berwarna biru sebagai tanda penghormatan khusus, termasuk istri almarhum, Sheila Dara Aisha, serta sahabat-sahabat dekat seperti Raisa, BCL, dan Nino RAN.

Raisa menuturkan rasa kagumnya terhadap ketegaran Sheila dalam menghadapi duka, sementara banyak pelayat mengangkat payung dan jas hujan, menandakan solidaritas di tengah cuaca kelam. Pemakaman berlangsung di Blok AA1 Blad 174, dan setelah proses pemakaman, para pelayat menyebarkan doa agar Vidi mendapatkan husnul khotimah.

Kepergian Vidi Aldiano sekaligus menandai akhir perjuangan enam tahun melawan kanker ginjal stadium tiga. Selama periode tersebut, ia sempat mengumumkan hiatus karier, namun tetap aktif berinteraksi dengan penggemar melalui media sosial, menginspirasi banyak orang dengan sikap optimisnya.

Deretan nama besar yang melayat, karangan bunga yang menghias rumah duka, serta kisah pribadi yang dibagikan oleh sahabat-sahabat terdekat mengukir gambaran lengkap tentang dampak Vidi bagi industri musik dan publik. Meskipun kehilangan terasa berat, warisan kebaikan, semangat, dan musiknya akan terus mengalir dalam ingatan generasi muda Indonesia.

Dengan doa yang terus mengalir, keluarga Vidi, khususnya istri Sheila Dara Aisha dan orang tua, diharapkan menemukan ketabahan untuk melanjutkan hidup. Sebagai penghormatan terakhir, para pelayat meninggalkan jejak kebersamaan yang tak akan lekang oleh waktu.

Leave a Comment