IPD – 10 Maret 2026 | Pertarungan antara Deportivo de La Coruña dan Granada CF kembali mencuri perhatian penggemar sepak bola Spanyol. Dua pertemuan terakhir di stadion bersejarah Riazon menghasilkan drama yang tak terduga, menampilkan kebangkitan pemain veteran, perubahan taktik, serta dampak suspensi pemain lawan yang menambah ketegangan menjelang laga selanjutnya.
Kilas Balik Pertandingan di Riazor
Deportivo menjamu Granada pada dua kesempatan terbaru, masing‑masing menghasilkan kemenangan bagi tim merah putih. Pada pertemuan pertama di akhir musim lalu (jornada 40), Granada berhasil mengamankan kemenangan tipis 3‑2, menandai debut Pacheta sebagai pelatih utama. Laga berikutnya berakhir dengan kemenangan 2‑0 untuk Granada, menegaskan dominasi tim Andalusia di tanah Galisia.
Manu Trigueros: Kebangkitan di Tanah Riazor
Veteran tengah lapangan, Manu Trigueros, kembali menemukan sentuhan emasnya di Riazor. Setelah absen lama karena kurangnya kepercayaan pelatih, cedera rekan satu tim membuka peluang bagi Trigueros untuk kembali menjadi starter. Pada pertandingan terakhir, ia menyelesaikan 90 menit penuh, mencetak gol ketiga Granada, sekaligus menandai momen bersejarah karena gol tersebut terjadi di stadion yang sama dengan gol pertamanya pada musim sebelumnya.
Penampilan Trigueras tidak hanya sekadar statistik; ia menghidupkan kembali gaya permainan yang menggabungkan kreativitas umpan dengan pergerakan tanpa bola yang tajam. Formasi tiga bek di belakang, dengan Izan González sebagai jangkar, memberikan kebebasan bagi Trigueros untuk mengoper ke dua penyerang sayap, menciptakan serangan balik yang mematikan.
Strategi Pacheta: Mengoptimalkan Kekuatan Tim
Pelatih Pacheta, yang dulu berkolaborasi dengan Trigueros di Villarreal, kini memanfaatkan pengalaman bersama untuk mengatur taktik tim. Dengan menempatkan Trigueros sedikit lebih maju, ia mampu memanfaatkan kemampuan passing milimeter dan visi lapangan sang pemain senior. Sistem tiga bek memberi fleksibilitas, memungkinkan Izan bertindak sebagai penahan, sementara Sergio Ruiz dan Rubén Alcaraz menambah dinamika pertahanan.
Pengaruh Suspensi Pemain Andorra pada Laga Granada Selanjutnya
Sementara Granada menikmati hasil positif di Riazor, lawan mereka di laga berikutnya, FC Andorra, harus menghadapi krisis skuad. Tiga pemain kunci – Jastin, Le Normand, dan Martí Vilà – menerima skorsing lima kartu kuning, menjadikan mereka tidak tersedia melawan Granada pada pertandingan di Los Cármenes. Peluang ini dimanfaatkan Granada untuk menambah kedalaman lini tengah, dengan kembali menurunkan Dani Villahermosa sebagai starter. Villahermosa, yang baru pulang dari sanksi, membawa enam gol dan empat assist, menjanjikan ancaman tambahan bagi pertahanan Andorra.
Dimensi Wanita dalam Lingkungan Klub
Di balik kisah pria di lapangan, Granada juga menonjolkan peran perempuan dalam sepak bola. Pelatih wanita Irene Ferreras memimpin tim wanita Granada, menegaskan komitmen klub terhadap pengembangan sepak bola perempuan. Ferreras, bersama rekan pelatih Sara Monforte dari Espanyol, menjadi salah satu dari dua wanita yang mengelola tim di Liga F, menunjukkan keberanian dan dedikasi mereka dalam mengatasi tantangan gender di dunia sepak bola.
Statistik Singkat Pertarungan Kedua Tim
- Deportivo vs Granada (jornada 40): Granada 3‑2
- Deportivo vs Granada (pertemuan terakhir): Granada 2‑0
- Gol Trigueros di Riazor: 1 (gol ketiga Granada)
- Pemain Andorra yang diskors: Jastin, Le Normand, Martí Vilà
- Pengganti Andorra: Dani Villahermosa (6 gol, 4 assist musim ini)
Dengan hasil positif di Riazor, Granada kini menatap laga selanjutnya dengan keyakinan tinggi. Kembalinya Villahermosa menambah opsi serangan, sementara Trigueros terus menjadi pionir di lini tengah. Namun, tantangan tetap ada; keberhasilan bergantung pada konsistensi taktik Pacheta dan kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan skuad lawan.
Secara keseluruhan, duel antara Deportivo dan Granada tidak hanya menyoroti kompetisi di atas lapangan, tetapi juga mencerminkan dinamika internal klub, termasuk kebangkitan pemain senior, strategi pelatih, serta peran penting wanita dalam mengembangkan sepak bola. Pertandingan berikutnya di Los Cármenes diprediksi akan menjadi ujian lagi bagi Granada dalam mempertahankan momentum positifnya.
