IPD – 09 Maret 2026 | Como 1907 mencatat kemenangan penting 2-1 atas Cagliari pada pekan ke-28 Serie A 2025/2026, sebuah hasil yang tidak hanya menambah tiga poin tetapi juga mengukuhkan posisi tim dalam zona lima besar liga. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Unipol Domus, Sardinia, pada Sabtu (7 Maret 2026) menyuguhkan aksi balasan cepat, gol spektakuler, serta komentar penuh kebanggaan dari pelatih sekaligus mantan pemain bintang Inggris, Cesc Fabregas.
Awal Pertandingan: Inisiatif Cepat Como
Sejak peluit pertama ditiup, Como langsung menampilkan pola serangan balik yang terorganisir. Pada menit ke-14, Martin Baturina memecah kebuntuan setelah menerima umpan liar di dalam kotak penalti. Dengan tendangan mendatar, Baturina berhasil memaksa kiper Cagliari, Elia Caprile, melakukan penyelamatan pertama yang tidak berhasil menghalangi bola. Gol tersebut memberikan Como keunggulan awal 1-0.
Cagliari Balik, Namun Pertahanan Como Kokoh
Usaha balasan Cagliari mulai terasa pada babak pertama menjelang istirahat. Michael Folorusho dan Sebastiano Esposito berulang kali menekan pertahanan Como yang dipimpin oleh Virgil Varane. Meskipun tekanan terus meningkat, barisan belakang Como tetap solid dan berhasil menahan serangan lawan hingga jeda pertandingan.
Gol Penyeimbang Cagliari dan Respons Cepat Como
Pada menit ke-56, Cagliari berhasil menyamakan kedudukan berkat gol dari Sebastiano Esposito. Pemain muda asal Italia itu memanfaatkan umpan silang matang dari Adam Obert, menyundul bola ke sudut gawang yang tak dapat dijangkau Audero, kiper Como. Skor menjadi 1-1 dan menambah tensi di babak kedua.
Gol Roket Lucas da Cunha: Penentu Kemenangan
Menjelang akhir babak kedua, pada menit ke-76, Lucas da Cunha menorehkan gol yang menjadi momen penentu. Dari luar kotak penalti, sayap asal Prancis tersebut meluncurkan tembakan keras yang menembus sudut kiri atas gawang Caprile. Gol spektakuler ini tidak hanya mengembalikan keunggulan Como menjadi 2-1, tetapi juga menegaskan kualitas serangan tim yang dipimpin oleh Fabregas.
Reaksi Cesc Fabregas: Kepuasan di Tengah Jadwal Padat
Usai pertandingan, Cesc Fabregas memberikan pernyataan yang menegaskan rasa puasnya. “Saya menyukai cara para pemain merespons hari ini, karena penampilan ini membuktikan dari apa tim ini terbentuk. Mereka memiliki mentalitas yang hebat dan terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,” ujar Fabregas, dikutip oleh DAZN. Ia menambahkan, “Kami semua kelelahan hari ini, ada begitu banyak pertandingan yang dimainkan secara beruntun, kami sangat lelah. Itulah mengapa ini adalah kemenangan yang paling membuat saya puas musim ini. Ini benar-benar merupakan langkah besar ke depan bagi tim.”
Implikasi Klasemen dan Statistik
- Dengan tiga poin tambahan, Como kini mengumpulkan 51 poin dari 28 pertandingan.
- Posisi lima besar sementara menempatkan Como sejajar dengan AS Roma (poin sama), meski Roma unggul head‑to‑head.
- Cagliari tetap berada di peringkat ke‑13 dengan 30 poin, terpaut enam angka dari zona degradasi.
Prospek Musim Depan
Kemenangan ini memperkuat ambisi Como untuk bersaing masuk zona Liga Champions pada akhir musim. Konsistensi di bawah asuhan Fabregas, ditambah kontribusi pemain kunci seperti Baturina, da Cunha, serta pengalaman pemain senior seperti Alvaro Morata, memberikan dasar yang kuat untuk melanjutkan tren positif. Presiden klub, Mirwan Suwarso, yang menyaksikan pertandingan secara langsung, menyampaikan apresiasi kepada pemain dan staf, menegaskan bahwa performa seperti ini menjadi tolok ukur bagi proyek jangka panjang Como.
Secara keseluruhan, kemenangan tipis melawan Cagliari bukan sekadar tiga poin tambahan, melainkan sebuah pernyataan bahwa Como 1907 telah mengukir identitas baru di Serie A. Dengan mentalitas yang kuat, strategi taktis yang matang, dan dukungan penuh dari manajemen, tim asuhan Fabregas siap menantang klub-klub tradisional demi mengejar tiket Liga Champions pada musim depan.
